Muslimah News, INTERNASIONAL — Tersebab tergolong minoritas, umat muslim di Kanada merayakan Ramadan hanya di rumah bersama keluarga.
“Rumah-rumah masyarakat muslim biasanya dihiasi dengan balon, poster warna-warni, dan juga hiasan lampu-lampu untuk menyambut Ramadan,” tutur salah seorang WNI yang tinggal di sana, Senin (18-3-2024).
Selama Ramadan, umat muslim Kanada tetap melaksanakan aktivitas sebagaimana biasanya. Maklum, di negara ini tidak ada hari libur secara khusus untuk menyambut Ramadan dan perayaan Idulfitri.
“Tidak ada kebijakan khusus yang membolehkan masyarakat muslim untuk menyambut Ramadan, juga merayakan Idulfitri. Jika jatuh pada hari aktif kerja, umat muslim akan mengajukan cuti sehari secara individual untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga,” jelasnya.
Umat muslim di negara terbesar yang terletak di paling ujung utara Benua Amerika Utara itu menjalankan puasa dengan durasi waktu 16 jam sehari. Adapun kegiatan Tarawih dilaksanakan di masjid yang memiliki jarak tempuh yang jauh.
“Tidak ada kumandang azan sehingga umat muslim di sini menggunakan aplikasi waktu sahur dan berbuka, yakni kisaran waktu imsak pukul 06:09 AM dan berbuka pukul 07:48 PM,” jelasnya.
Pergi Tarawih di sana juga bukan hal mudah karena jaraknya jauh dan dilakukan pada jam yang larut, yakni mulai pukul 9 malam dan selesai pukul 11 malam. “Ini tantangan besar bagi masyarakat muslim di sana,” pungkasnya. [MNews/IA]
Sumber foto: calgaryherald[dot]com
