[Ath-Thariq] Persyaratan Partai Ideologis (Bagian 5/6)

[Ath-Thariq] Persyaratan Partai Ideologis (Bagian 5/6)

Penulis: Syekh Ahmad Athiyat

Sambungan dari Bagian 4/6

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — b. Para pendiri—pimpinan partai—memiliki kemampuan memimpin partai. Berkaitan dengan syarat mendasar yang kedua ini, yang harus dipenuhi oleh sebuah partai ideologis agar mudah mencapai keberhasilan yang diharapkan, berkaitan dengan para pimpinan dan mas’ul (manajer)-nya. Sebuah partai harus memiliki seorang amir berdasarkan sabda Nabi saw.,

“Jika kalian berjumlah tiga orang, tunjuklah salah seorang dari kalian menjadi amir (pemimpin).”

Dan hendaknya amir atau mas’ul (manajer) itu berjumlah satu orang, karena kepemimpinan dalam Islam itu bersifat perseorangan. Seorang pemimpin partai dan para manajernya (mas’ul)—yang ditentukan oleh sang pemimpin atau dipilih oleh anggota partai—harus memiliki karakter tertentu sehingga memudahkan partai atau jemaah mencapai keberhasilan dalam upaya meraih tujuan partai.

Karakter terpenting bagi seorang pemimpin partai adalah bahwa ia menjadi orang yang paling memahami fikrah aktivitas yang dituntut sekaligus dengan thariqah-nya. Juga menjadi orang yang paling sensitif akan realitas yang rusak dan paling menyadari pentingnya merubah realitas tersebut, serta paling kuat keyakinannya akan urgensi perubahan itu.

Dengan demikian, pemimpin partai atau jemaah harus dipilih sesuai dengan karakter yang dipaparkan tadi. Oleh karenanya, ia tidak boleh dipilih atau ditentukan berdasarkan faktor–faktor lain, seperti usia, status sosial, ekonomi, dan sebagainya.

Seorang pemimpin partai itu harus menjadi orang yang mendarah-dagingkan ide-ide (al-afkar) yang berusaha diraih oleh partai ke dalam dirinya sehingga bisa tersentuh dalam dirinya pemahaman yang luas, kesadaran penuh, semangat yang berkobar, vitalitas dan gairah yang menyala-nyala, keyakinan mendalam akan ideologi dan tujuan yang diinginkan, serta penuh perhatian kepada anggota partainya, dan bersikap meneguhkan mereka. Jika semua itu bisa terpenuhi dalam diri seorang pemimpin partai dan para manajernya, hal itu menunjukkan keberhasilan partai dalam memenuhi syarat kedua ini. Akan tetapi, jika tidak, niscaya kegagalanlah yang akan menimpa, walaupun partai tersebut bisa memenuhi persyaratan lainnya.

Hal itu tiada lain karena seorang pemimpin partai merupakan pengurus pertama (direktur utama) partai tersebut sehingga seluruh instrumen dengan segala aktivitasnya akan bergantung pada sang pemimpin dan perilakunya. Jika sang pemimpin memiliki karakter yang disebutkan tadi—bersikap teguh menjadi karakter utama—aktivitas partai untuk meraih tujuan di jalan yang benar bisa berjalan sebagaimana mestinya. Akan tetapi, jika tidak, instrumen lain pada partai tersebut akan mundur terbelakang (kendur), dan hal itu akan mengakibatkan partai terpeleset jatuh dalam segala aktivitasnya dan mungkin berakhir dengan kehancurannya. [MNews/Rgl]

Bersambung ke bagian 6/6

Sumber artikel: Syekh Ahmad Athiyat, Ath-Thariq (Jalan Baru Islam)

Share

One thought on “[Ath-Thariq] Persyaratan Partai Ideologis (Bagian 5/6)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *