[Kabar] Pengamat: Memperjuangkan Kebenaran, Memperjuangkan Hukum Allah

[Kabar] Pengamat: Memperjuangkan Kebenaran, Memperjuangkan Hukum Allah

Muslimah News, NASIONAL — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menekankan kepada masyarakat agar tidak takut kepada kekuasaan selama Pemilu 2024. Beliau menuturkan, masyarakat adalah pemegang kekuasaan sesungguhnya dan penentu kemenangan. Apalagi, kekuasaan bukanlah suatu hal yang abadi jika dibandingkan dengan Allah Swt..

“Hak rakyat untuk menang, jangan takut kepada intimidasi, jangan takut kepada kekuasaan karena kekuasaan tidak langgeng, yang langgeng adalah Allah Swt,” ujarnya, Kamis (18-1-2024).

Tidak hanya itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar berani memperjuangkan kebenaran yang ada. Sebabnya, Pemilu 2024 adalah pesta demokrasi oleh rakyat dan untuk rakyat sebagaimana slogan ‘Satyam Eva Jayate’, yaitu kebenaran akan selalu menang

Memperjuangkan Hukum Allah

Pengamat hukum Dr. Hj. Nurunnisa, S.H., M.H. menyatakan, memperjuangkan kebenaran adalah dengan memperjuangkan hukum Allah.

“Kalimat [Megawati seharusnya] menjadi penyemangat rakyat untuk memperjuangkan hukum Allah dan kedaulatan hukum syarak, bukan kedaulatan rakyat yang notabene [hanyalah] manusia,” tuturnya kepada MNews, Selasa (23-1-2024).

Pesta demokrasi, ungkapnya, memang merupakan fakta bahwa rakyat diberi kesempatan memilih, akan tetapi buruknya sistem demokrasi terkadang tidak disadari oleh rakyat negeri ini.

“Mereka diajak dan dicari ketika pesta, kemudian “cuci piring kotor” serta dilupakan begitu saja tatkala pesta berakhir,” ujarnya.

Ia mempertanyakan, kebenaran macam apa yang diinginkan kalau bukan kebenaran Islam? “Keadilan macam apa kalau kita sebagai rakyat terbukti di dizalimi oligarki kapitalis dengan dukungan penguasa?” tanyanya lugas.

Bahkan, tambahnya, menempatkan manusia sebagai Hakim—yang menetapkan hukum—terkait masalah tasyri’ adalah bentuk nyata kezaliman juga.

“Inilah esensi dan fakta demokrasi yang harusnya kita pahami secara benar. Kedaulatan di tangan rakyat mempunyai arti bahwa rakyat (baca: manusia) memiliki otoritas penuh dalam mengatur sendiri kehidupannya,” jelasnya.

Demokrasi Bukan Sistem Layak

Demokrasi, tegasnya, bukanlah sistem yang layak untuk terus dipertahankan karena telah menyebabkan kesengsaraan bagi manusia, baik laki laki maupun perempuan serta anak-anak dan lansia.

“Bahkan demokrasi merupakan alat penjajahan terbaru yang bersifat global dan menguras segenap potensi ekonomi rakyat. Terbukti melalui demokrasilah lahir berbagai regulasi yang berpihak kepada kepentingan para kapitalis (baca: oligarki),” tukasnya.

Oleh karenanya, ia menekankan, sudah saatnya rakyat cerdas dengan politik Islam dan tsaqafah kepemimpinan Islam, bukan politik musiman tatkala pemilu datang.

“Saatnya umat Islam bangkit dengan pemikiran Islam yang memberi ruang hidup agar tercipta berkah dan rahmat bagi seluruh alam dan kehidupan manusia,” tukasnya. [MNews/Ruh]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *