Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Sebagai khalifah, Utsman bin Ertugrul berkomitmen dalam menyebarkan agama Islam, memberikan petunjuk kepada manusia tentang Islam, serta menjaga harga diri dan harta rakyat. Utsman I memahami ini merupakan amanah yang diletakkan di pundak pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban kelak.
Utsman bin Ertugrul benar-benar memahami bahwa Islam adalah agama dakwah yang berkesinambungan yang tidak akan berhenti hingga berakhirnya dunia ini. Ia juga memahami di antara tujuan Negara Islam adalah mendorong roda dakwah terus ke depan, agar cahaya Islam sampai kepada seluruh manusia.
Dakwah adalah Tugas Utama Daulah Islam
Daulah Utsmaniyyah menyadari bahwa tanggung jawab yang ada di pundaknya adalah melakukan tugas dakwah dan menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia serta menghubungkan politik luar negeri dengan fondasi dakwah akidah, sebelum membangunnya untuk kemaslahatan yang bermanfaat bagi umat manusia.
Di dalam Daulah Utsmaniyyah muncul kelompok juru dakwah. Para penguasa dan sultan berdiri bersama dengan kelompok itu dan memberikan dukungan kepadanya. Pemerintah dan rakyat Daulah Utsmaniyyah menempuh jalan-jalan yang bermacam-macam untuk mengajak orang-orang Kristen masuk ke dalam agama Islam.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl: 125)
Cara Menarik kepada Islam
Di antara cara-cara yang dilakukan Daulah Utsmaniyah adalah sebagai berikut.
- Mengadakan perayaan untuk orang yang masuk agama Islam, memberikan bantuan untuk membantu kehidupannya, dan merayakan di masjid-masjid.
- Bangsa Turki Utsmani bersemangat besar untuk berpegang teguh kepada Islam dan bersikap tawaduk sehingga menarik orang-orang Kristen untuk masuk ke dalam agama Islam.
- Memperlakukan para budak yang beragama Kristen dengan lemah lembut, yaitu dengan memerdekakan mereka jika diketahui ketulusannya, walaupun mereka tetap berada pada agama mereka. Juga merawat mereka dengan baik, khususnya orang-orang yang sudah tua, setelah merdeka, apalagi para budak yang berperilaku terpuji, baik mereka masuk Islam ataupun tetap berada dalam agamanya. Ini adalah sesuatu yang mendorong sebagian besar di antara para budak Kristen untuk memeluk agama Islam.
- Daulah Utsmaniyah melakukan pemindahan beberapa suku yang sudah masuk Islam ke desa-desa Kristen dan memindahkan banyak orang Kristen ke komunitas Islam yang berangsur-angsur membantu penyebaran agama islam.
- Penerapan Islam yang sesuai dengan fitrah manusia dan kemampuannya menyelesaikan berbagai problem kehidupan membuat orang Kristen yang telah masuk Islam mengajak kerabat dan orang dekat mereka untuk memeluk Islam juga.
Pemerintahan Turki Utsmani benar-benar telah memberikan perhatian terhadap dakwah kepada Allah di luar negeri dan mengajak manusia kepada Islam. Namun demikian, mereka tidak mengesampingkan perbaikan di dalam negeri dan menghidupkan kewajiban amar makruf nahi mungkar.
Utsman bin Ertugrul memahami bahwa menjaga harga diri kaum muslimin dan harta mereka adalah sebuah amanah di punggung setiap penguasa muslim. Hal ini termasuk ibadahnya penguasa yang menerapkan hukum-hukum Allah. Begitu pula berdakwah kepada Islam dan mengajarkan urusan agama kepada umat. Amanah tersebut harus dikerjakan di bawah kepemimpinan penguasa muslim sehingga akan memberi faedah dan kemaslahatan, baik kepada umat secara keseluruhan maupun di tingkat individu rakyat dan penguasa itu sendiri.
Hal ini dilakukan Utsman bin Ertugrul dalam rangka meneladan Rasulullah saw. pada saat beliau memimpin masyarakat di Madinah.
“Sungguh telah ada pada (diri) rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”(QS Al-Ahzab: 21).
“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu), berarti kamu tidak menyampaikan amanah-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.” (QS Al-Maidah: 67). [MNews/Rgl]
Sumber: Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, Sejarah Daulah Utsmaniyah, Faktor-Faktor Kebangkitan dan Sebab-Sebab Keruntuhannya, Ummul Qura

Semoga segera hadir pemimpin yang sangat memahami bahwa harga dirinya adalah ketika menerapkan Islam secara kaffah, karena hanya itulah yang mampu menjadi perisai bagi rakyat yang dia pimpin. Bukan malah mendzalimi rakyat sendiri dengan bersekongkol pada para kapitalis dan antek antek musuh