Muslimah News, NASIONAL — Setelah vakum dua tahun karena pandemi Covid-19, pelaksanaan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Indonesia dilaksanakan kembali tahun ini (Mei 2023).
Kemenkes telah menetapkan sistem dan standar akreditasi terbaru yang harus dipenuhi dan diimplementasikan fasyankes khususnya tingkat pertama. Standar tersebut meliputi standar tata kelola, standar peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta standar tata kelola pelayanan dan penunjang.
Berbahaya
Pemerhati kebijakan publik Dr. Rini Syafri tidak menampik fasyankes di negeri ini memang harus diakreditasi. Hanya saja, menurutnya, percuma dan sia-sia, bahkan makin berbahaya bagi kesehatan publik jika masih menggunakan standar mutu hari ini, yakni kapitalisme.
“Selama pandangan terhadap kesehatan adalah komoditas dan persoalan ekonomi yang dijadikan paradigma standar mutu kapitalisme, maka yang ada hanyalah pelayanan kesehatan berikut sistem kesehatan kapitalisme yang terindustrialisasi demi cuan,” tuturnya kepada MNews, Jumat (8-9-2023).
Rini berargumen, ini ditandai oleh harga pelayanan kesehatan yang terus melangit dan diskriminatif serta tingginya kematian di ruang perawatan di tengah begitu majunya ilmu kedokteran dan obat-obatan serta peralatan kedokteran. “Itu semua mudah kita rasakan hari ini di alam peradaban kapitalisme!” tukasnya.
Paradigma Sahih
Ia melanjutkan, sebaliknya, kunci solusi bagi terwujudnya pelayanan kesehatan berkualitas bagi semua orang, yakni manakala sistem kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan disterilkan dari aspek industrialisasi dan pertimbangan bisnis ekonomi.
“Artinya, jika pemerintah benar-benar tulus, maka akreditasi haruslah dilangsungkan bagi standar mutu berlandaskan paradigma sahih,” terangnya.
Paradigma sahih itu, ia menerangkan, adalah pandangan bahwa kesehatan merupakan hajat asasiah publik dan negara harus hadir menjamin pemenuhan pelayanan kesehatan berkualitas terbaik, tanpa diskriminasi bagi setiap individu publik, meski pelayanan ini gratis.
“Inilah yang dipraktikkan Khilafah dan peradaban Islam selama puluhan abad. Karenanya, kehadiran kembali Khilafah adalah jawaban satu-satunya,” ungkapnya yakin.
Terakhir ia menutup dengan firman Allah surah Al-Anfal ayat 24,
“Hai orang-orang yang beriman!, Penuhilah (seruan) Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.” [MNews/IA]
