Ngobrolin Hijrah Remaja Muslim

Ngobrolin Hijrah Remaja Muslim

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Apa makna Muharam bagi remaja muslim? Jangan sampai biasa-biasa saja. Setiap waktu yang dilewati mestinya bermakna bagi setiap muslim, termasuk remaja. Keluarga muslim pun hendaknya menjadikan Muharam sebagi momentum evaluasi dan merenung atas nikmat kesempatan hidup yang telah Allah beri. Apakah seluruh anggota keluarga makin membaik? Bertambah taat atau diam di tempat? Muharam juga harus menjadi momentum berubahnya remaja muslim dari yang biasa menjadi lebih takwa.

Hijrah dari Mager Menuju Gercep

Malas gerak (mager) harusnya tidak lekat dengan remaja muslim. Namun, realita rebahan, slow motion ternyata ditemukan pada kebanyakan remaja hari ini. Rebahan sambil nonton Youtube dan main game jika mendominasi waktu remaja akan sangat disayangkan.

Keluarga muslim harus punya kepekaan bahwa fenomena mager-nya remaja adalah sebuah persoalan yang harus diselesaikan. Masa muda mereka harusnya diisi dengan lebih banyak kebaikan dan faedah untuk diri mereka dan umat, bagi dunia dan akhirat.

Malas salat, malas baca Al-Qur’an, malas mengaji Islam kafah, malas dakwah, dan berbagai kemalasan mengerjakan amal kebaikan tidak hanya merugikan remaja muslim, tetapi juga umat Islam. Bagaimana nasib umat pada masa mendatang jika remaja sebagai generasi penerus umat malas melakukan kebaikan? Sejatinya, kebaikan akan mengundang keberkahan dari Allah bagi hidup mereka. Hal ini wajib disadari orang tua, keluarga, umat, khususnya remaja muslim itu sendiri.

Dengan penuh kesadaran, orang tua harus duduk bersama anak remaja mereka untuk membincangkan betapa berharganya masa muda mereka. Akan merugi jika masa remaja dihabiskan dengan banyak rebahan. Remaja muslim harus diajak bersegera melakukan kebaikan, gerak cepat (gercep), agar mereka tidak merugi dunia dan akhirat.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw. bersabda, “Manfaatkan lima perkara, sebelum lima perkara. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. Hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR Al-Hakim dalam Al Mustadrak-nya, dikatakan oleh Adz-Dzahabiy dalam At–Talkhish berdasarkan syarah Bukhari-Muslim).

Remaja Muslim Tidak Mager Berdakwah

Berdakwah adalah kewajiban setiap muslim, termasuk remaja yang sudah balig. Setiap ibadah wajib yang dikerjakan pasti mendatangkan kemaslahatan dan kebaikan terhadap diri sendiri dan orang lain. Sudah seharusnya remaja muslim tidak malas melaksanakan kewajiban dakwah. Sebabnya, malas melakukan kewajiban bisa menghantarkan ke jurang dosa. Tentu ini akan menjadi kerugian luar biasa karena hidup di dunia tidak beroleh keberkahan dan di akhirat menderita di neraka. Naudzubillah min dzalik.

Orang tua dan keluarga mestinya menjadi contoh dan mengajak anak remaja mereka berdakwah. Tentu remaja mendakwahi sesama remaja juga. Akan lebih efektif jika dakwah dilakukan kepada sesama komunitas remaja. Ini karena realitasnya langsung bisa mereka rasakan dan setiap persoalan yang dihadapi akan mereka cari solusinya sesuai tuntunan Islam.

Dakwah menggunakan bahasa remaja tentu lebih mudah menyentuh perasaan serta menggugah akal mereka.

Dakwah remaja memungkinkan mereka mengajak teman-temannya untuk hijrah berjemaah. Meninggalkan berbagai keburukan dan aktivitas unfaedah menuju kebaikan serta rida Allah.

Allah Swt. berfirman, “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS Al-Asr: 1—3).

Jadi, kerugian akan dirasakan remaja muslim ketika mereka tidak beriman. Tidak cukup beriman saja, tetapi keimanan remaja harus dibuktikan dengan beramal saleh serta saling menasihati atau berdakwah.

Dengan iman, amal saleh, dan dakwah kepada sesama remaja, mereka akan masuk ke dalam golongan muslim yang beruntung. Tidak hanya di dunia, tetapi juga di kehidupan akhirat kelak. Oleh karena itu, sudah seharusnya remaja muslim hijrah dari situasi dan kondisi yang merugikan menuju kehidupan yang beroleh keberuntungan.

Dakwah remaja akan senantiasa ada ketika mereka istikamah dalam pembinaan jemaah dakwah. Berada dalam pembinaan, sama halnya berada dalam kumpulan orang-orang yang taat dan selalu saling mengingatkan dalam kebaikan. Untuk itu, tidak bisa dilepaskan pentingnya istikamah dalam jemaah dakwah agar senantiasa terbina akal dan hati remaja. Remaja pun akan teguh dengan hijrahnya di jalan Islam. Insyaallah. [MNews/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *