Penulis: Shezan A. Gerung
Muslimah News, DUNIA REMAJA – Sobat muslimah, memosting rutinitas harian memang sedang tren di media sosial. Para kreator konten kerap membagikan aktivitas harian mereka kepada warganet. Ya, memosting rutinitas memang mampu mendekatkan sang kreator dengan warganet.
Meski terkesan sederhana, ternyata banyak, lo, yang menyukai, bahkan menghabiskan waktu untuk menonton konten “a day in my life”. Agar kemasan konten ini bisa menarik banyak penonton, di media sosial sampai banyak yang membagikan tips membuat konten “a day in my life” yang keren. Wah, seserius itu ya, Guys!
Di dalam konten “a day in my life” , kamu bisa melihat berbagai jenis aktivitas orang lain, seperti rutinitas pagi, pekerjaan, olah raga, kuliner favorit, masak-masak, dan kegiatan lainnya yang dilakukan selama sehari penuh.
Seperti yang bisa penonton rasakan, dengan melihat konten “a day in my life”, sang kreator ingin memberikan pandangan yang lebih dekat mengenai kehidupan sehari-hari mereka dan memberikan ide tentang gaya hidupnya kepada orang lain.
—
Sebenarnya, menyajikan kegiatan sehari-hari di dunia maya ini bukanlah tren baru. Jauh sebelum video rutinitas, lebih dahulu ada tulisan-tulisan di blog yang mendeskripsikan mengenai kegiatan seseorang dalam sehari.
Namun, seiring berkembangnya teknologi dan media sosial, konten semacam itu menjadi lebih populer dalam bentuk video. Jika dahulunya para blogger bercerita melalui tulisan, saat ini ramai para vlogger yang berkisah melalui video. Nah, belakangan ini, video “a day in my life” menjadi populer di platform seperti YouTube, Instagram, ataupun TikTok karena lebih mudah memberikan pandangan yang nyata dan jujur tentang kehidupan sehari-hari.
Plus-Minus
Jika diperhatikan, para penonton menggandrungi jenis konten ini karena berbagai alasan. Ada yang merasa lebih dekat dengan sang idola, ada juga yang menganggap bahwa apa yang kreator konten bagikan pada aktivitas kesehariannya bisa menjadi motivasi dan mood booster bagi penonton. Ada nilai positifnya, gitu. Entah pengetahuan baru, tips, atau sharing mengenai berbagai hal.
Bagi kreator konten sendiri, konten yang berisi aktivitas keseharian mereka dapat mendekatkan dirinya dengan para fan. So, memang banyak faktor yang menjadikan konten rutinitas menarik banyak penonton. Setelah melihat konten ini, tidak sedikit warganet yang juga tertarik membagikan rutinitasnya. Ya, meski penontonnya mungkin tidak sebanyak para selebritas.
Ada yang perlu kita perhatikan saat berbagi aktivitas keseharian, Sobat. Enggak semua harus diungkap di media sosial, lo, apalagi dunia maya punya daya tarik yang mudah banget memengaruhi seseorang untuk berbagi. Intinya sih, pertimbangkan dahulu sebelum berbagi.
Pada dasarnya, berbagi banyak hal sudah menjadi karakter alami manusia. Hanya saja, akan lebih baik jika yang dibagi adalah sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Kalau hanya sekadar konten harian yang mengumbar gaya hidup hedonis, pergaulan sosial kaum jetset, atau tontonan yang berisi flexing, buat apa?
Kata sebagian orang, enggak ada pentingnya sama sekali bagi masyarakat. Bahkan, kesan yang ada dari konten yang mengumbar rutinitas harian hanya untuk mendulang pundi-pundi dari hasil monetisasi. Sementara itu, masyarakat tidak mendapatkan manfaat dari konten-konten tersebut.
Oleh karena itu, plus-minus membuat konten rutinitas ini patut menjadi perhatian. Tentu akan lebih baik jika masyarakat mendapat nilai plus dari apa yang kita bagikan di dunia maya. Ya, kan?
Boleh dan Enggak Boleh
Sobat muslimah, dalam Islam, jelas ada pengaturan terkait apa yang boleh dan tidak boleh untuk kita bagikan ke khalayak. Jika di dunia nyata setiap orang bisa menyaring apa yang hendak mereka bagi, di dunia maya berbeda. Kebanyakan orang memandang bahwa aturan berinteraksi di dua dunia ini seakan berbeda, padahal aslinya sih sama saja.
Untuk maksud itu, Islam menggariskan aturan yang kurang lebih sama saat berinteraksi di dunia maya. Ada wilayah privat, ada pula wilayah umum. Oleh karena itu, seseorang harus bisa memilah mana yang bersifat privat itu.
Catat, ya, dunia maya itu mudah banget memancing siapa pun untuk menuangkan perasaan. Tetap hati-hati dan waspada dengan godaan mulut dan jemari, ya, Sobat muslimah. Tidak semua kegalauan harus diumumkan ke khalayak, apalagi sampai curhat masalah pribadi.
Saat memosting, perhatikan juga pakaian yang dikenakan, ya, bahkan ketika memosting video yang diambil di rumah kalian. Ingat, posting tersebut akan tayang di media sosial yang pada dasarnya merupakan wilayah umum. Apalagi kalau lokasi pengambilan gambar memang di wilayah privat. Hati-hati, bisa berabe jika sampai bablas.
Beberapa selebritas malah enggak punya batasan sama sekali saat membuat konten. Dekat dengan fan sih iya, tetapi kalau privasi sudah menjadi konten, itu sudah tidak sesuai syariat. Apalagi warganet kerap gagal fokus. Konten tayangan beda, yang dikomentari juga beda. Sadarlah, wahai netizen!
Selain itu, buatlah konten yang berisi hal-hal bermanfaat bagi penonton. Ingat, media sosial adalah alat yang bisa memudahkan kita menyampaikan pesan-pesan dakwah. Jadi, jangan tergoda untuk membagi hal-hal yang tidak bermanfaat bagi masyarakat.
So, sekali lagi, takar plus-minus konten kita di media sosial, ya, guys! Ingat, apa pun aktivitas kita, semuanya akan Allah hisab di akhirat kelak. Oke? [MNews/YG]
