[Menjadi Pembela Islam] Allah Maha Tahu

[Menjadi Pembela Islam] Allah Maha Tahu

Penulis: M. R. Kurnia

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Allah adalah Zat Yang Maha Tahu. Da sendiri yang menjelaskan kepada kita bahwa Dia mengetahui segala sesuatu.Tidak ada satu pun yang terjadi di mana pun dan apa pun yang dilakukan manusia, luput dari pengetahuannya.

وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

“Dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu.”

Begitu firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 29. Apa pun yang terdapat dalam hati, Allah mengetahuinya.

اِنَّهٗ عَلِيۡمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوۡرِ

“Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui tentang apa yang ada dalam dada.” (QS Al-Anfal: 43).

Seluruh perbuatan manusia pun diketahui oleh-Nya. Allah memfirmankan,

اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ ۢبِمَا يَفْعَلُوْنَ

“Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui atas apa yang mereka perbuat.” (QS Yunus: 36).

Selain itu, Allah telah mengutus malaikat untuk mencatat semua perbuatan manusia. Dengan tegas Dia menerangkan,

كِرَامًا كَاتِبِيۡنَ

يَعۡلَمُوۡنَ مَا تَفۡعَلُوۡنَ

“Sesungguhnya pada kalian ada para penjaga malaikat yang mulia dan menulis amal. Mereka mengetahui apa pun yang kalian lakukan.” (QS Al-Infithar: 11).

Ayat-ayat di atas menerangkan secara pasti (qath’iy) bahwa Allah Maha Tahu atas seluruh perbuatan manusia. Di samping itu, seluruh amal perbuatan manusia pun dicatat oleh malaikat. Dengan demikian, manusia tidak akan dapat mengemukakan dalih apa pun. Manusia tidak akan dapat menghindar dan memungkiri apa yang diperbuatnya di dunia. Lebih dari itu, manusia akan menjadi saksi atas dirinya sendiri.

اَلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰٓى اَفۡوَاهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيۡدِيۡهِمۡ وَتَشۡهَدُ اَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏

“Pada hari ini kami tutup mulut mereka. Dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS Yasin: 65).

Berdasarkan hal ini, satu-satunya jalan keselamatan adalah senantiasa terikat dengan hukum syarak, hukum Allah yang telah Ia tetapkan. Apabila tidak, kerugian bukan ditanggung oleh orang lain, melainkan oleh diri sendiri. Sebabnya,

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى

“Seseorang tidak akan menanggung kesalahan orang lain.”(QS Fathir: 18).

Herannya, seseorang tidak berani menyontek dalam ujian karena takut ketahuan. Namun, mengapa dalam perbuatannya ia sama sekali tidak merasa takut ketahuan Allah, padahal Allah pasti mengetahui semuanya. [MNews/Rgl]

Sumber: M. R. Kurnia, Menjadi Pembela Islam

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *