Muslimah News, DUNIA REMAJA — Bulan mulia telah menghampiri kita. Bulan istimewa yang dinantikan miliaran umat Islam di seluruh dunia.
Enggak kebayang, tahun lalu kita belum tahu apakah masih bisa ketemu lagi dengan Ramadan kali ini. Tahu sendiri dong, namanya ajal bisa datang kapan saja tanpa notifikasi. Di antara kita mungkin ada yang dalam setahun terakhir kehilangan orang-orang yang dekat atau yang sangat dicintai. Ramadan lalu masih bareng berbuka puasa, tetapi kali ini kita berziarah ke pusaranya. Emot menangis.
Oleh karena itu, betapa bahagia dan beruntungnya kita, Allah Swt. kasih kesempatan untuk kembali bertemu dengan bulan nuzululqur’an ini. Lantas, apa yang harus kita lakukan atas peluang dahsyat ini?
Karpet Merah untuk Ramadanku
Bagi sebagian remaja muslim, bisa jadi Ramadan kali ini disikapi sama dengan bulan lainnya. Apalagi, kalau merasa terbebani dengan kewajiban puasa. Haus dan lapar ditahan seharian cuma untuk menggugurkan kewajiban. Kayak puasa sunah Senin Kamis saja. Itu juga kalau enggak tergoda oleh bestie-nya yang ngajakin ngemil sambil ngumpet.
Namun, bagi kita, khususnya pembaca setia Buletin Remaja Teman Surga, pastinya Ramadan selalu istimewa dalam kamus hidup kita. Pasalnya, Rasulullah saw. telah mengingatkan berbagai keutamaan bulan mulia dalam khotbahnya menjelang bulan Ramadan.
“Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan magfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.”
“Pada bulan ini napas-napasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan siam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu pada hari kiamat.”
“Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabb-mu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.”
Ali k.w. (dibaca: karramaallahu wajhah) berkata, “Aku berdiri dan berkata, ‘Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?'”
Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”
“Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardu, dan qiyam pada malam harinya suatu tathawwu’.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barang siapa meringankan beban dari budak sahaya, niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu, perbanyaklah yang empat perkara pada bulan Ramadan, dua perkara untuk mendatangkan keridaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.” (HR Ibnu Huzaimah).
Dengan segudang keutamaan yang ada pada bulan Ramadan, tentu sangat beralasan bagi kita untuk menggelar karpet merah akan kedatangan bulan mulia ini. Istimewa tiada tara.
Kugenjot Tabungan Pahalaku
Enggak ada yang tahu seberapa banyak tabungan pahala kita sampai saat ini. Meski kita mengaku salat wajibnya enggak pernah bolong, belum tentu tabungan pahala kita surplus. Malah bisa jadi minus lantaran kemaksiatan yang kita lakukan.
Oleh karena itu, yang bisa kita lakukan untuk menjaga tabungan pahala kita agar terus bertambah hingga tiba waktunya diaudit oleh Allah Swt. di padang mahsyar adalah dengan terus menggenjot amal salehnya. Inilah beruntungnya kita bisa kembali bertemu dengan Ramadan.
Tanpa tapi, tanpa nanti, langsung gaspol keseharian kita selama Ramadan dengan amal saleh. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, jangan kasih kendor. Apa saja? Simak pesan Rasulullah saw. dalam khotbahnya menjelang Ramadan ini,
“Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melewati siratalmustakim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada hari kiamat.”
“Barang siapa menahan kejelekannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) pada bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.”
“Barang siapa memutuskan kekeluargaan pada bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan salat sunah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.”
“Barang siapa melakukan salat fardu, baginya ganjaran seperti melakukan 70 salat fardu pada bulan lain. Barang siapa memperbanyak selawat kepadaku pada bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barang siapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Qur’an, ganjarannya sama seperti mengkhatamkan Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.”
“Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardu pada bulan yang lain.”
“Ramadan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya.”
“Barang siapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikit pun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.” Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya hingga dia masuk ke dalam surga.”
Dari mulai salat tahajud sebelum sahur, sahur menjelang subuh, salat sunah fajar sebelum subuh, tadarus Al-Qur’an, salat duha, sedekah, menuntu ilmu hingga waktu berbuka dilanjut salat malam. Rutin tanpa absen.
Tidak Akan Kulepaskan
Paket komplet yang menyertai kehadiran Ramadan selalu bikin baper. Gimana nggak, Allah Swt. Yang Maha Pengasih dan Penyayang ngasih kesempatan pada kita selaku hamba-Nya untuk mendapatkan kemudahan pengampunan dosa pada bulan ini. Banyakin istigfar.
Selain bulan pengampunan dan obral pahala, suasana Ramadan juga bisa bikin keimanan naik drastis sampai ubun-ubun. Oleh karena itu, manfaatkan untuk menguatkan benteng akidah. Agar setelah Ramadan, semangat Islam kita tetap berkobar. Konsisten terikat syariat dan aktif berdakwah.
Buang jauh-jauh budaya mager. Hadiri majelis ilmu agar kebanjiran berkah dan panen tsaqafah. Tadarus Al-Qur’an enggak cuma mengejar khataman, tetapi dibarengi dengan pemahaman setiap ayat yang dibaca. Jangan lupa perbaiki juga cara baca dan ilmu tajwidnya.
Dan 10 hari terakhir nanti, siapkan diri kita untuk berburu malam lailatulqadar. Iktikaf di masjid. Bukan sibuk kasak-kusuk nyari diskon dan flash sale baju lebaran.
Terakhir, selama Ramadan jangan bosan untuk selalu menengadahkan tangan. Berdoa agar Allah Swt. menjaga diri dan menguatkan hati kita. Agar konsisten beramal saleh. Tanamkan pada diri kita, Ramadan kali ini harus menang banyak. Gaskeuuun..! [MNews/Rgl]
Sumber: Buletin Teman Surga Edisi 215
