Kapitalisme dan Sekularisme Mesin Pencetak Generasi Bermental Lemah

Kapitalisme dan Sekularisme Mesin Pencetak Generasi Bermental Lemah

Penulis: Novita Sari Gunawan

Muslimah News, OPINI — Generasi saat ini adalah pemimpin masa depan bangsa. Masa depan bangsa atau negara tentu akan memiliki banyak tantangan dengan berbagai macam peta jalan yang ingin dicapai. Hanya generasi yang kuat secara mental sajalah yang akan mampu mewujudkan cita-cita atau visi bangsa.

Apabila kita melihat kondisi pemuda atau remaja saat ini, kita tentu sepakat untuk prihatin. Potret pemuda saat ini sangat jauh dari harapan. Pemuda yang notabene dikungkung oleh pola asuh sekularisme yang menjauhkan agama dari kehidupan secara sistematis dan terpola menjadi generasi yang lemah secara mental.

Sebatas Mimpi

Tujuan pendidikan yang diusung oleh para founding fathers negeri ini untuk menciptakan pribadi yang beriman dan bertakwa serta memiliki kepribadian yang luhur boleh dibilang masih sebatas mimpi. Pemuda dan remaja masih disibukkan oleh permasalahan-permasalahan yang menunjukkan lemahnya mental generasi atau rendahnya moral dan kepribadian remaja dan pemuda di negeri ini.

Maraknya kasus-kasus perundungan, kekerasan fisik, bahkan sampai kepada kasus kriminal seperti pembunuhan, pencurian, pemakaian narkoba, serta kebebasan seksual yang melahirkan banyak problem kesehatan dan sosial masih mendominasi di kalangan pemuda.

Pemuda seolah tidak memiliki prinsip atau petunjuk dalam menjalani kehidupannya. Hidup hanya berasaskan manfaat. Selama pola pikirnya menjadikan manfaat sebagai tolok ukur, mereka akan bersikap oportunis, pragmatis, permisif, liberal, dan hedonis. Inilah ciri khas dari sebuah generasi yang diciptakan dari sistem sekuler kapitalistik.

Negara Abai

Hasil temuan dari PISA dan KPAI telah menunjukkan data keparahan problem-problem yang dihadapi oleh pemuda dan remaja. Di sisi lain, negara tampak tidak peduli atau tidak punya solusi untuk menangani problem-problem yang menerpa para remaja dan pemuda di negeri ini.

Negara justru membuat kebijakan atau peraturan yang memperparah kondisi yang ada. Arah pendidikan generasi ini berorientasi kepada manfaat atau material semata dan menciptakan mesin-mesin bagi penopang berjalannya sistem kapitalisme yang sangat jauh dari nilai-nilai agama dan moral yang luhur.

Agama, yakni Islam, di negeri ini dikerdilkan hanya sebatas wilayah spiritual. Bahkan, jam mata pelajaran agama di sekolah mulai dikurangi. Organisasi kerohanian Islam dianggap sebagai sarang teroris. Memakai jilbab tidak lagi menjadi sebuah kewajiban. Pendidikan akidah, akhlak, dan syariat untuk membentuk kepribadian Islam sangat minim diberikan pada para remaja dan pemuda.

Generasi Pembebek

Hasilnya ialah para pemuda dan remaja ini menjadi para pembebek ideologi dan model-model yang sengaja dipromosikan di media-media online maupun offline. Mereka tidak memiliki kepribadian yang tangguh. Lahirlah mereka sebagai generasi-generasi yang lemah dan jauh dari Islam. Mereka tidak memiliki pola sikap dan pola pikir yang islami.

Inilah yang menjadi pangkal lahirnya generasi lemah di alam sekuler ini. Karena mereka tidak memiliki akidah yang kuat ketika menjalani kehidupan. Dampaknya adalah terciptanya berbagai macam problematik yang makin hari makin parah. Akibatnya, generasi jauh dari akhlak, adab, dan moral yang luhur.

Way of Life Islam

Kondisi ini berbeda dengan masa ketika Islam menjadi sebuah way of life yakni pada masa kekhalifahan. Aturan pendidikan dalam kehidupan Islam membentuk kepribadian Islam. Adab dan ilmu ditegakkan seiringan sehingga mewujudkan sebaik-baik manusia yang memiliki akhlak yang baik serta bermanfaat bagi banyak orang.

Sejak dini, Islam sudah diajarkan bahkan dipraktikkan dalam kehidupan para remaja dan pemuda. Tentu dengan daya dukung dari penerapan syariat Islam di tengah kehidupan yang akan menjaga mereka untuk senantiasa menyelaraskan perbuatan atau sikapnya sesuai dengan aturan Islam yang luhur.

Seluruh masyarakat memiliki orientasi yang sama yakni menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, serta banyak memberi manfaat bagi banyak orang. Lahirlah generasi kuat yang siap memimpin masa depan serta mewujudkan cita-cita atau visi yang telah dirintis oleh para pendahulunya.

Sistem Islam menciptakan generasi yang kuat, tidak hanya berorientasi kepada penguasaan materi secara fisik, tetapi juga menginternalisasikan ideologi yang berasal dari wahyu Allah Swt., yakni Islam. Dengan ini akan lahir orang-orang bermental kuat seperti Ali bin Abi Thalib ra., Utsman bin Affan ra., Abu Bakar ra., Umar bin Khaththab ra., dan generasi selanjutnya seperti Muhammad al-Fatih.

Mereka lahir dengan pola asuh ideologi Islam sejak dini dan melalui berbagai tahapan-tahapan serta daya dukung yang memadai. Khilafah sangat fokus untuk menciptakan pemimpin masa depan dengan berbagai kebijakan dan fasilitas yang mendukung visi dan cita-cita mulia sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah Swt.. Wallahualam. [MNews/Rgl]

Foto sampul: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *