[Tarikh Khulafa] Kemenangan Pasukan Kaum Muslimin pada Masa Khalifah Utsman bin Affan ra.

[Tarikh Khulafa] Kemenangan Pasukan Kaum Muslimin pada Masa Khalifah Utsman bin Affan ra.

Salah satu strategi politik Utsman bin Affan ra. sebagai Khalifah adalah membangun pangkalan militer permanen dan armada laut untuk mengikat orang-orang Islam dalam melindungi negara dari serangan musuh. Tidak heran, penaklukan yang dilakukan kaum muslimin senantiasa memperoleh kemenangan.

Penulis: Nabila Ummu Anas


Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Penaklukan yang dilakukan Khalifah Utsman bin Affan ra. adalah tindak lanjut dari yang pernah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khaththab ra. Penaklukan wilayah pada masa Khalifah Utsman mempunyai dua tujuan.

Pertama, meredam pemberontakan setelah wafatnya Khalifah Umar bin Khaththab ra. dan mengembalikan kedaulatan Negara Islam. Kedua, melakukan ekspansi wilayah hingga pada kawasan yang berada di belakang negeri pemberontak.

Di antara kecerdasan Utsman bin Affan ra. dalam strategi politiknya sebagai Khalifah adalah pembangunan pangkalan militer permanen untuk mengikat orang-orang Islam dalam melindungi negara dari serangan musuh. Utsman juga membangun armada laut untuk menghadapi serangan dari laut dan menaklukkan pulau-pulau yang terletak di sekitar wilayah Negara Islam.

Pertempuran Pasukan Kufah

Kufah dan Bashrah merupakan pangkalan militer umat Islam. Masing-masing memiliki empat puluh ribu prajurit. Pasukan Kufah di bawah komando Walid bin Uqbah menyerang Azerbaijan ketika penduduknya menolak membayar jizyah yang telah ditetapkan.

Ketika berita terbunuhnya Khalifah Umar bin Khaththab tersebar, Azerbaijan adalah wilayah pertama yang merusak perjanjian damai dengan Negara Islam. Khalifah Utsman bin Affan pun lantas mengeluarkan perintah kepada Walid bin Uqbah untuk meredam pemberontakan ini dan memerangi serta mengembalikan mereka ke pangkuan wilayah kekhalifahan Islam.

Hal yang sama juga dilakukan oleh penduduk Ray. Walid bergerak memerangi mereka hingga mereka mau tunduk dengan membayar jizyah. Setelah itu, Walid mengadakan perjanjian damai dan mereka harus membayar jizyah sebesar 800.000 dirham setiap tahun. Setelah itu Walid bin Uqbah melanjutkan penaklukannya ke wilayah Armenia.

Ketika Sa’ad bin Ash memegang tongkat komando atas pasukan Kufah, wilayah Thabaristan berhasil ditembus dengan kekuatan militer yang besar. Turut serta dalam pasukan ini al Hasan, al Husain, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Abdullah bin Amru bin Ash dan Hudzaifah bin Yaman. Mereka berhasil menaklukkan Thabaristan dan penduduknya bersedia tunduk dengan membayar jizyah.

Pertempuran Pasukan Bashrah

Pasukan dari Bashrah pernah bertempur melawan Persia. Perang ini pecah setelah bangsa Persia menolak mengakui kekuasaan Negara Islam dan membunuh panglima kaum muslimin Abdullah bin Mu’ammar. Orang-orang Persia memberontak dan membuat kerusakan di muka bumi.

Pada 31 H, Khurasan memberontak kekuasaan Islam. Abdullah bin Amir bin Kariz bin Rabi’ah sebagai Wali Bashrah pun memobilisasi pasukan Bashrah menuju Persia. Pasukan kaum muslimin ini berkumpul di Ishthikar.

Perang berkecamuk dan pasukan Persia berhasil ditaklukkan serta banyak yang terbunuh. Dengan pertempuran ini akhirnya Persia kembali tunduk pada kekuasaan Negara Islam.

Pada masa Abdullah bin Amir ini, Yazdajird (Kisra terakhir Persia) berhasil dibunuh pada 34 H. Dengan terbunuhnya Yazdajird, berakhirlah serangkaian peperangan melawan Persia. Mereka pun tunduk di bawah hukum Islam dan pemerintahan Negara Islam.

Pertempuran Legiun Syam

Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan ini, Wali Syam yaitu Mu’awiyah bin Abi Sufyan berhasil membangun armada laut untuk melawan pasukan Romawi. Kekuatan militer muslim berhasil menghancurkan Romawi dan menaklukkan pulau Cyprus pada 28 H.

Dulunya Umar bin Khaththab ra. tidak mengizinkan umat Islam berperang di laut. Ketika Utsman menjadi Khalifah, Mu’awiyah meminta izin berperang di lautan dan Utsman mengizinkannya. 

Penjelasan Sahih Bukhari mengatakan bahwa perang laut di zaman Utsman ini adalah perang kaum muslimin pertama di tengah laut. Dalam hal ini, Utsman berpesan kepada Mu’awiyah, “Jangan engkau paksa seorang pun. Siapa saja yang memilih ikut berperang di dalamnya karena taat maka tolonglah dia.”

Tidak hanya serangan laut, Mu’awiyah juga berhasil melakukan serangan darat.

Pertempuran Pasukan Mesir

Abdullah bin Abi Sarh, Wali Mesir, berhasil menaklukkan Afrika.Ia masuk terlalu jauh ke dalam wilayah Afrika, hingga ia kehilangan kontak dengan Madinah selama beberapa bulan.

Khalifah Utsman pun mengirim pasukan bantuan ke Mesir di bawah pimpinan Abdullah bin Zubair. Pasukan kaum muslimin berhasil meraih kemenangan dan mendapatkan harta rampasan perang sejumlah tiga ribu dinar dari peperangan melawan pasukan Persia. Kekuasaan negara Islam terbentang luas ke berbagai wilayah di Afrika.

Pada 34 H, pertempuran laut yang sangat dahsyat pecah tidak jauh dari Iskandariyah antara pasukan kaum muslimin melawan armada laut pasukan Romawi. Pertempuran ini dikenal dalam sejarah dengan nama Dzat ash-Shawari. Kaum muslim memperoleh kemenangan dalam pertempuran tersebut. Kapal-kapal Romawi berhasil dikuasai dan pesisir Timur Laut Mediterania berhasil ditaklukkan.

Demikian berbagai pertempuran di masa Khalifah Utsman bin Affan ra. yang membuahkan kemenangan bagi pasukan kaum muslimin. Wallahualam. [MNews/Has]

Sumber: Prof. Dr. Ibrahim al-Quraibi. Tarikh Khulafa. Qisthi Press.

Share

2 thoughts on “[Tarikh Khulafa] Kemenangan Pasukan Kaum Muslimin pada Masa Khalifah Utsman bin Affan ra.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *