Umrah Qada, Simbol Kemenangan Islam yang Menggetarkan Kafir Quraisy

Umrah Qada, Simbol Kemenangan Islam yang Menggetarkan Kafir Quraisy

Penulis: Ustazah Dra. Iffah Ainur Rochmah

Muslimah News, SIRAH— Umrah qada merupakan satu peristiwa yang tidak boleh dilupakan setelah Perjanjian Hudaibiyah. Setelah futuhat (penaklukan) wilayah-wilayah yang dikuasai orang-orang Yahudi selesai semuanya, kemudian Nabi Muhammad saw. memikirkan untuk membersihkan entitas yang dikuasai orang-orang musyrik sehingga agama ini murni memiliki pengaruhnya.

Sebelum peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, Nabi Muhammad saw. dan para sahabat berangkat ke Makkah untuk umrah, tetapi umrah tersebut gagal dan berujung pada Perjanjian Hudaibiyah karena orang-orang kafir sangat khawatir nasib mereka ketika melihat Nabi Muhammad saw. beserta rombongannya sangat besar, apalagi banyak perang yang berhasil dilakukan Daulah Madinah. Umrah qada ini yang akan membersihkan wilayah-wilayah yang dikuasai orang-orang Yahudi.

Umrah Qada terjadi pada Zulkaidah 7 Hijriah. Pada tahun sebelumnya, orang-orang Quraisy menghalangi terjadinya umrah tersebut. Zulkaidah memang bulan persiapan untuk haji. Ketika penduduk Makkah mendengar Nabi Muhammad saw. akan berangkat umrah, orang-orang kafir Quraisy membincangkan hal tersebut. Mereka mengatakan, kalau Rasulullah saw. itu sedang kondisi sulit dan berat, tetapi mengapa tetap berangkat umrah. Kemudian mereka pun melihat rombongan Nabi Muhammad saw. yang datang ke Makkah.

Pada saat Rasulullah saw. memasuki Makkah dengan posisi ittibak (kain ihram ada di pundak kanan), Allah Swt. memberikan rahmat kepada kaum muslim yang sedang memperlihatkan kekuatannya kepada orang-orang Quraisy. Makna yang sangat kuat adalah Rasul melakukan umrah dalam posisi sangat kuat dan gagah. Kaum muslim pun pada saat itu juga menunjukkan betapa berwibawa mereka, walaupun sebelumnya sempat dihalangi.

Kemudian Rasulullah saw. meneruskan umrah hingga selesai dan diikuti para sahabat. Kaum kafir Quraisy merasa kedatangan Rasulullah saw. melakukan umrah qada ini pasti akan membawa bahaya dan aktif melakukan misinya yakni menegakkan kehidupan Islam dengan dakwah. Mereka takut Rasulullah saw. akan melanjutkan misinya untuk menerapkan syariat Islam dengan tegaknya Daulah Islam.

Ketakutan kafir Quraisy adalah ketakutakan akan kekuatan kepemimpinan politik Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw. Namun, kekuatan yang dibangun Nabi saw. bukan untuk mengeksploitasi manusia, melainkan untuk menjaga manusia agar berada di dalam kesejahteraan dan keadilan Islam politik sehingga Islam mampu membebaskan manusia dari kesengsaraan.

Hal inilah yang ditakuti kafir Quraisy kalaua orang-orang yang menentang Islam menjadi terpukau dengan Islam. Selain itu, kekuatan akidah Islam mampu membuat kaum muslim mampu mengorbankan apa pun demi menaati risalah yang dibawa Muhammad saw.

Pada saat itu, Rasulullah saw. sudah berhasil mendirikan Daulah Madinah sehingga kekuatan politik Islam itu nyata dan menggentarkan kaum kafir Quraisy. Saat umrah qada, para sahabat pun melakukan dakwah sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad saw., inilah yang membuat kafir Quraisy ketakutan.

Saat berdakwah, Rasulullah saw. mampu menumbuhkan hubungan manusia dengan Sang Pencipta dan menunjukkan ajaran Islam itu penuh cinta kasih. Rasulullah saw. melakukan counter opini terhadap propaganda negatif yang dilakukan kaum kafir Quraisy. Propaganda negatif yang disebarkan kafir Quraisy adalah ajaran Nabi saw. telah memutuskan hubungan keluarga, menyalahi aturan nenek moyang, dan ingin menghancurkan sesembahan mereka, yakni para berhala. Kekufuran yang dilakukan kaum kafir Quraisy dahulu menyembah berhala dan kedaulatan mereka ada di tangan berhala.

Dakwah Rasulullah saw. sangat fundamental dan menyerang tatanan kekufuran yang ada di Quraisy. Pada saat itu, Rasulullah saw. juga berhasil mengambil banyak hati orang-orang Quraisy karena mereka mulai membenarkan apa yang dibawa Rasulullah saw. Kafir Quraisy tambah ketakutan dengan dakwah Rasulullah saw. dan mereka memberi waktu Rasulullah saw. untuk tidak boleh terlalu lama di Makkah. Rombongan Nabi saw. diberi waktu tiga hari dan menuntut Rasulullah saw. untuk melakukan perjanjian yang sudah disepakati dengan kafir Quraisy.

Umrah qada adalah simbol kemenangan Daulah Madinah yang menggetarkan kafir Quraisy. Jika Rasulullah saw. tidak melakukan umrah qada, pasti kafir Quraisy akan memviralkan kalau kedatangan tahun lalu ke Makkah tidak untuk mengagungkan Ka’bah, tetapi untuk menyebarkan propaganda ajarannya. Namun, Rasulullah saw. telah menunjukkan kepada kafir Quraisy bahwa beliau tetap melakukan umrah qada untuk memenuhi perintah Allah Swt. dan untuk mengganti umrahnya yang sempat dibatalkan tahun lalu.

Secara politis, umrah qada yang dilakukan Rasulullah saw. untuk menunjukkan pasukannya Daulah Islam di Madinah begitu kuat walaupun di tengah kondisi ekonomi yang kurang dan kelelahan fisik karena banyak ekspedisi. [MNews/IK]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *