Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Allah Taala berfirman, “Dan orang-orang yang melakukan (kebaikan) yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya.” (QS Al-Mukminun: 60).
Suatu ketika, Aisyah ra. bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai kandungan ayat dalam surat di atas, “Apakah mereka itu (yang merasa takut) adalah orang-orang yang suka minum khamar, berzina, atau mencuri?” Rasulullah saw. lalu bersabda, “Bukan, wahai putri Ash-Shiddiq! Akan tetapi, mereka itu adalah orang-orang yang suka berpuasa, mengerjakan salat, dan rajin bersedekah, tetapi mereka khawatir kalau-kalau amalan mereka itu tidak diterima. Mereka itulah orang-orang yang bersegera dalam kebaikan-kebaikan.” (HR Tirmidzi).
Mereka menyadari bahwa apa yang mereka persembahkan kepada Allah jauh daripada yang semestinya diterima oleh-Nya. Mereka tidak bersuuzan kepada Allah, tetapi bersuuzan kepada diri sendiri. Bagi mereka, semua kebaikan yang dilakukan karena taufik dari-Nya, bukan hasil jerih payah mereka sendiri. Tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan dari-Nya. Kalau Allah menerima amal mereka, hal itu karena kemurahan dari-Nya. Namun, kalau tidak diterima oleh-Nya, hal itu semata-mata karena kekurangan dan keteledoran diri mereka sehingga apa yang mereka persembahkan tidak layak untuk-Nya. (Al-Fawa’id, hlm. 36). [MNews/RY-YG]
