Penulis: Sulistiawati Ummu Salamah
Muslimah News, KOMENTAR POLITIK — Penembakan di sebuah kompleks masjid di San Diego, California, Amerika Serikat, menewaskan tiga orang pada Senin (18-5-2026) waktu setempat. Pihak kepolisian mengatakan tim respons darurat menemukan para korban penembakan di luar Islamic Center of San Diego.
Komentar
Tiga nyawa melayang di San Diego. Mereka menjadi korban dari kebencian yang terus dipelihara atas nama propaganda dan ketakutan. Ini bukan sekadar tragedi biasa. Ini adalah buah pahit dari islamofobia yang selama bertahun-tahun disebarkan secara sistematis.
Kaum muslim terus digambarkan dengan citra buruk. Islam dituduh identik dengan kekerasan. Umat Islam dicurigai, diawasi, bahkan diposisikan sebagai ancaman. Media, kepentingan politik, dan narasi global telah lama membangun ketakutan terhadap Islam dan kaum muslim.
Akibatnya, lahirlah kebencian yang membabi buta. Ketika propaganda terus diulang, maka manusia kehilangan nurani. Darah kaum muslim menjadi murah. Nyawa mereka dianggap tidak berharga. Inilah yang sedang disaksikan dunia hari ini.
Umat Islam harus menyadari bahwa serangan terhadap Islam bukan hanya serangan fisik, tetapi juga serangan pemikiran dan opini. Propaganda jahat terhadap Islam tidak boleh diterima sebagai sesuatu yang normal. Umat harus menghentikannya dengan kesadaran politik dan pemahaman Islam yang benar.
Sudah saatnya kaum muslim memiliki pelindung sejati yang menjaga kehormatan darah, agama, dan kehidupan mereka. Khilafah Islam berdasarkan manhaj kenabian bukan sekadar simbol, tetapi kepemimpinan yang akan membela umat dan menampakkan wajah Islam yang sebenarnya kepada dunia.
Dengan Islam yang diterapkan secara kafah, dunia akan melihat bahwa Islam bukan agama teror, melainkan rahmat dan keadilan bagi manusia. Kebohongan propaganda yang selama ini disebarkan akan runtuh dengan sendirinya ketika Islam hadir sebagai sistem kehidupan yang nyata.
Semoga Allah merahmati para syuhada dan menjaga kaum muslim di mana pun mereka berada. [MNews/RA]
