[Kabar] HIV/AIDS di Sultra Meningkat, Komunitas Muslimah: Lindungi Generasi dengan Syariat Kafah

[Kabar] HIV/AIDS di Sultra Meningkat, Komunitas Muslimah: Lindungi Generasi dengan Syariat Kafah

‎

‎Muslimah News, LENSA DAERAH — Merespons maraknya kasus HIV/AIDS di Sulawesi Tenggara (Sultra), Komunitas Tokoh Muslimah Sultra mengadakan Diskusi Publik dengan tema “HIV/AIDS di Sultra Meningkat, Gaya Hidup Liberal Menjerat, Lindungi Generasi dengan Syariat Kafah” pada Ahad (19-10-2025). Kegiatan ini diselenggarakan secara hibrida dan dihadiri tokoh umat dari berbagai wilayah di Sultra.

‎Menurut panitia, acara ini dimaksudkan untuk mengajak para tokoh memahami akar persoalan kasus HIV/AIDS sehingga mampu menghadirkan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

‎Narasumber pertama, Dr. Rosmawati, S.K.M., M.Kes. mengungkap keprihatinannya terkait bertambahnya kasus HIV/AIDS, khususnya di Sultra. ‎”Berdasarkan data, temuan pengidap penyakit HIV/AIDS di Sultra terus bertambah, bukan hanya menjangkiti usia dewasa, tetapi juga usia belia, bahkan bayi, dengan berbagai cara penularan. Kasusnya ibarat fenomena gunung es, yang terlihat hanyalah sedikit, sedangkan yang tersembunyi dan tidak tampak sangat banyak,” paparnya.

‎Untuk itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat menyatukan gerak dan upaya bersama dalam menanggulangi masalah ini.

‎Hal senada disampaikan narasumber kedua, aktivis muslimah drg. Luluk Farida. Ia menerangkan bahwa HIV/AIDS merupakan silent pandemic yang selama puluhan tahun telah menewaskan jutaan manusia, termasuk ibu dan anak. Hanya saja, lanjutnya, fakta menunjukkan dengan banyaknya upaya yang telah dilakukan, alih-alih kasusnya menurun, justru makin meningkat.

‎‎”HIV/AIDS akan terus terjadi selama upaya penanggulangannya tidak tepat sasaran. Di mana sejak awal, HIV/AIDS muncul akibat penyimpangan perilaku manusia. Seharusnya yang dibenahi adalah perilaku itu sendiri. Sayangnya di zaman ini, perilaku menyimpang justru dibiarkan, bahkan diberi ruang dan hak atas nama kebebasan” ungkapnya.

‎Kemudian, ia mengajak peserta untuk merenungi firman Allah Swt. dalam QS Yunus: 57, “Manusia sejatinya harus mengambil pelajaran dan menyadari bahwa penyembuh segala penyakit adalah Allah Swt.. Karena itu, segala urusan harus dikembalikan kepada Sang Pencipta,” jelasnya.

Paradigma Sekuler

‎Ia pun menegaskan bahwa semua ini terjadi akibat paradigma sekuler liberal yang telah meracuni pemikiran umat Islam. “Umat harus sadar bahwa akar permasalahannya terletak pada paradigma rusak tersebut. Kembali kepada aturan Allah Swt. adalah satu-satunya solusi,” tegasnya.

‎‎Selanjutnya, Luluk membandingkan dengan sistem Islam dengan ketakwaan sebagai kunci kebaikan hidup manusia. “Kesehatan merupakan salah satu aspek yang dijamin oleh negara dalam Islam sehingga negara akan memberi fasilitas laboratorium terpadu dan menggerakkan para ahli untuk menemukan obat terbaiknya, termasuk HIV/AIDS. Ini bukan sesuatu yang mustahil ketika sistem kesehatan ditopang oleh sistem politik dan ekonomi yang benar, sesuai syariat Allah Swt.,” bebernya.

‎‎Antusias peserta tampak dari beragamnya testimoni yang disampaikan setelah penyampaian materi oleh kedua narasumber. Adminkes Madya Kota Baubah Djosnawati, S.K.M. menuturkan bahwa langkah yang perlu dilakukan saat ini adalah menindaklanjuti dan mengevaluasi program-program yang ada, serta memberikan edukasi yang masif kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat, terutama peran negara.

‎Kasi Pelayanan  di Rumah Sakit Kolaka sekaligus Ketua DPK PPNI RS Kolaka, Sulfaidah, S.Kep., Ns., M.Kep. juga setuju dengan penyampaian kedua narasumber bahwa HIV/AIDS bukan hanya masalah medis, tetapi juga masalah sistemis yang membutuhkan perhatian dan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penyakit ini terus menyebar melalui beragam penyimpangan karena agama tidak dijadikan dasar dalam kehidupan.

‎St. Suraidah A.D. Datu, S.Ag., M.Pd., seorang guru di salah satu sekolah di Kota Kendari, turut menegaskan bahwa perilaku menyimpang akan terus terjadi selama manusia berpaling dari aturan Allah Swt.. “Ketika keberkahan dicabut, kerusakan akan meluas. Persoalan ini bukan hal sepele sehingga dibutuhkan sinergi dari seluruh tokoh muslimah yang hadir,” ucapnya seraya mengingatkan bahwa hanya dengan kembali kepada aturan Allah Swt., generasi akan kembali beradab dan bermartabat. [MNews/Kontributor daerah: ICP/ML/Sultra]

Share

2 thoughts on “[Kabar] HIV/AIDS di Sultra Meningkat, Komunitas Muslimah: Lindungi Generasi dengan Syariat Kafah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *