[Kabar] Dieng, Saksi Perjuangan Mubaligah Majenang Menyuarakan Islam Kafah

[Kabar] Dieng, Saksi Perjuangan Mubaligah Majenang Menyuarakan Islam Kafah

Muslimah News, LENSA DAERAH — Liqo Muharam Mubaligah (LMM) 1447 H di Jawa Tengah dihadiri para mubaligah dari berbagai tempat dan memberi kesan perjuangan yang mendalam.

Sebagaimana dialami rombongan mubaligah dari Majenang. Tepat pukul 00.45 WIB di kawasan Dieng, Wonosobo, minibus yang membawa mereka mengalami overheat dan beberapa kali mundur karena medan tanjakan yang cukup ekstrem. Setelah armada berhasil melewati tanjakan, di tengah dingin Dieng, armada mengeluarkan asap yang membuat jantung berdegub kencang dan lisan menambahkan zikrullah.

“Kami harus berhenti di titik aman karena selang radiator lepas dan dipakai jalan berbunyi,” kenang amiroh safar, Ummu Hasna (19-7-2025).

Di tengah malam, dingin Dieng menjadi saksi saat perbekalan air kemasan dalam botol yang disediakan untuk rombongan terpaksa digunakan untuk mengisi radiator. Dengan izin Allah, Ummu Hasna menuturkan perawatan armada selesai pukul 03.15 WIB. Perjalanan pun dilanjutkan dengan beberapa kali transit istirahat dan salat Subuh. Akhirnya pada pukul 07.00 WIB rombongan mubaligah Majenang pun sampai di tempat acara LMM Semarang yang bertajuk “Muharam 1447 H: Saatnya Mubaligah Berjuang Menegakkan Islam Kafah”.

Rombongan mubaligah Majenang kemudian berbaur dengan sekira 200 peserta lainnya dari berbagai wilayah di Jawa Tengah. Dalam kondisi badan yang lelah, semangat perjuangan dan rida Allah cukup menjadi bekal mengikuti rangkaian acara.

“Alhamdulillah sampai lokasi dengan selamat dan mengikuti acara tidak ngantuk meski benar-benar tidak istirahat,” ungkap Ummu Hasna.

Selain itu, tampak pula sosok sepuh—asal Pekalongan—yang begitu teduh. Semangatnya, tatapan, dan senyumnya menandakan perjuangan yang lurus hanya berharap pada rida Allah. Usianya memang tidak lagi muda, tetapi semangatnya untuk berkontribusi dalam penegakan Islam kafah tidak diragukan lagi.

Bagi mubaligah tersebut, usia 73 tahun hanyalah angka, bukan penghambat apalagi penghalang dakwah. Sesi demi sesi ia ikuti dengan serius, mulai dari paparan yang mengungkap upaya Barat untuk menghalangi tegaknya Islam kafah melalui proyek deradikalisasi hingga peran mubaligah sebagai ujung tombak perjuangan menegakkan Islam kafah.

Selanjutnya, para peserta berdiskusi dan berkomitmen bersama untuk memperjuangkan tegaknya syariat Islam kafah sebagai kebutuhan umat saat ini. [MNews/Kontributor daerah: SN-NV/Smrng]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *