[Kabar] Aktivis: Sungguh Memalukan, Pengkhianatan Penguasa Pakistan yang Melayani Kepentingan AS

[Kabar] Aktivis: Sungguh Memalukan, Pengkhianatan Penguasa Pakistan yang Melayani Kepentingan AS

Muslimah News, INTERNASIONAL — Panglima Angkatan Darat Pakistan, Asim Munir, dan komandan militer lainnya yakin, kembalinya Trump ke Gedung Putih telah membuka peluang bagi Pakistan untuk memulihkan hubungannya dengan Amerika Serikat (AS)—yang secara efektif membeku selama masa jabatan Presiden Biden—yang telah menyerahkan pengelolaan hubungan dengan Pakistan kepada Pentagon.

Dalam konteks ini, Asim Munir telah merancang strategi untuk menenangkan dan menenteramkan Trump karena kini sudah diketahui secara luas di antara para pemimpin nasional dan kepala negara bahwa Trump menyukai pemimpin yang memujinya, menuruti keinginannya, dan membantunya membangun reputasi baik di basis pemilihnya. Setelah itu, Asim Munir mengunjungi Gedung Putih dan bertemu dengan Trump. Di sana, ia menjanjikan dukungan Pakistan terhadap rencana AS untuk membangun Timur Tengah yang baru.

Pengkhianatan

Menyorot sikap pemerintah Pakistan terhadap AS, aktivis muslim Pakistan Yahya Malik menyampaikan pendapatnya. “Sungguh pengkhianatan besar dan memalukan bahwa para penguasa militer Pakistan bergegas melayani AS dan Presidennya, Trump, dengan harapan mendapatkan reputasi baik di hadapan AS,” jelasnya kepada Kantor Berita ideologis internasional, Ahad (20-7-2025).

Menurutnya, kebijakan pelayanan kepentingan Amerika oleh para penguasa Pakistan ini sangat kontras dengan opini publik di Pakistan. “Umat muslim Pakistan membenci Trump dan menganggapnya sama dengan pendahulunya, Biden, sebagai pembantai Gaza. Umat muslim Pakistan terkejut ketika mereka melihat panglima militer mereka makan siang bersama Presiden AS, sementara Presiden AS mengawasi dan mendukung serangan entitas Zion*s Yahudi ilegal tersebut terhadap Iran,” bebernya.

Ia menjelaskan, perbedaan sikap para penguasa Pakistan yang terburu-buru melayani kepentingan AS daripada mendukung kepentingan umat muslim Pakistan yang ingin melawan AS dan sekutunya, yakni India dan entitas Zion*s Yahudi ilegal, jelas terlihat oleh semua orang.

“Pakistan siap untuk revolusi. Umat muslim di Pakistan, seperti umat muslim di seluruh dunia, merasa ngeri atas pembantaian umat muslim di Gaza dan menyalahkan para penguasa muslim karena gagal memobilisasi pasukan muslim untuk membebaskan Tanah Suci Palestina dan membantu saudara-saudara muslim mereka,” paparnya.

Ada keinginan kuat, lanjutnya, di Pakistan untuk menyingkirkan para penguasa yang merupakan agen AS. “Revolusi di Suriah dan Bangladesh telah memberi harapan bagi umat Islam di Pakistan bahwa mereka juga dapat menyingkirkan para penguasa mereka. Satu-satunya unsur yang belum terpenuhi untuk sebuah perubahan besar di Pakistan adalah melawan para penguasa yang tunduk kepada AS,” cetusnya.

Menurutnya, keputusan sikap angkatan bersenjata Pakistan adalah kunci. “Angkatan bersenjata yang kuat untuk bertindak tegas demi opini publik di Pakistan dan merangkul kepemimpinan baru serta visi baru bagi Pakistan yang bebas dari perbudakan AS dan tunduk pada tatanan dunia AS, dapat menjadi jalan perubahan besar Pakistan,” terangnya.

Kemenangan Pakistan, ungkapnya, atas India telah memberikan angkatan bersenjata Pakistan sebuah kepercayaan diri akan kemampuan mereka sendiri.

“Kekuatan angkatan bersenjata Pakistan cukup untuk membangun Timur Tengah baru yang didasarkan pada persatuan seluruh negeri muslim di bawah Khilafah Rasyidah Kedua, yakni Kekhalifahan yang dibimbing dengan benar. Visi inilah yang kami ajak semua muslim untuk mengupayakannya,” pungkasnya. [MNews/IK]

Share

2 thoughts on “[Kabar] Aktivis: Sungguh Memalukan, Pengkhianatan Penguasa Pakistan yang Melayani Kepentingan AS”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *