[Kabar] Liqo Syawal Tokoh Sumbar: Umat Islam Harus Bersatu di Bawah Kepemimpinan Khilafah

[Kabar] Liqo Syawal Tokoh Sumbar: Umat Islam Harus Bersatu di Bawah Kepemimpinan Khilafah

Muslimah News, LENSA DAERAH — Puluhan tokoh dan intelektual muslimah Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berkumpul dalam acara Liqo Syawal Tokoh Sumbar, Sabtu (26-4-2025) yang bertajuk “Momen Syawal Mewujudkan Ukhuah Hakiki, Terangkan Indonesia dengan Cahaya Islam”. Dalam acara tersebut diuangkap bahwa umat Islam harus bersatu di bawah kepemimpinan global Khilafah Islamiah sebagai solusi hakiki atas berbagai permasalahan yang menimpa dunia Islam.

Acara yang diinisiasi Muslimah Tonggak Nagari ini bertujuan mengajak para tokoh intelektual agar berkomitmen menghidupkan kembali senang ukhuah dan perjuangan Islam. Tokoh muslimah Sumbar, Sri Dismayanti menyoroti penjajahan yang terjadi di Palestina. “Genosida terhadap penduduk Syam yang diberkahi masih terus berlangsung lebih dari setahun, sementara dunia memilih diam. Bagaimana kita bisa mempertanggungjawabkan hal ini di hadapan Allah kelak?” tanyanya.

Ia memaparkan, kondisi, baik di Sumbar maupun di negeri ini sedang tidak baik-baik saja. “Provinsi ini tercatat sebagai wilayah dengan angka bunuh diri tertinggi kedelapan di Indonesia, disusul dengan maraknya L687 serta masuknya Sumatera Barat ke dalam zona merah peredaran narkoba. Padahal, masyarakat Minangkabau hidup dengan falsafah mendalam, yakni ‘Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah’. Ini falsafah adat yang sebenar-benarnnya adat yang seharusnya menjadi benteng moral, terlebih 100% orang Minangkabau adalah muslim,” paparnya.

Takwa

Mubaligah nasional Dedeh Wahidah Achmad pada acara ini menekankan bukti ketakwaan umat adalah dengan melakukan dakwah dan tidak boleh mendiamkan segala bentuk kezaliman dan kemungkaran yang menimpa umat Islam saat ini. “Bukti keberhasilan Ramadan adalah tercapainya takwa. Adapun takwa adalah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, tanpa pilah-pilih, tanpa menimbang berat atau ringan, tanpa memikirkan dilakukan oleh kebanyakan orang atau tidak,” paparnya.

Idulfitri, lanjutnya, identik dengan kemenangan dan kemenangan hakiki umat Islam adalah tegaknya agama Allah. “Hal ini akan datang saat takwa terwujud dalam individu, masyarakat, dan negara. Untuk mewujudkan ketakwaan Negara, harus ada upaya yang kita lakukan untuk mewujudkan perubahan,” bebernya.

Poin pertama, lanjutnya, meyakini bahwa kemenangan itu pasti datang karena Allah pasti akan menghancurkan kebatilan dan meninggikan yang hak. “Kedua, menempuh sababiyah kemenangan dengan membuktikan keyakinan dengan ketaatan, berteguh hati, istikamah, dan bersabar di jalan perjuangan. Ketiga, menjauhi penghabat kemenangan, seperti perpecahan dan maksiat.

Keempat, ungkapnya, senantiasa berdoa, memohon pertolongan dana kemenangan dari Allah. “Cara umat memulai langkah konkret untuk mengubah keadaan yang adalah dengan melayakkan diri menjadi umat yang bukan hanya mengajarkan Islam. Namun,memahamkan dan memperjuangkan penerapan Islam dalam seluruh aspek kehidupan,” pungkasnya. [MNews/Kontributor daerah: TR/Sumbar]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *