[Mafahim Islamiyyah] Hak-Hak Syar’i Manusia dalam Islam (Bagian 6/6)

[Mafahim Islamiyyah] Hak-Hak Syar’i Manusia dalam Islam (Bagian 6/6)

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Sambungan dari Bagian 5/6

Muslimah News, TELAAH KITAB — Perbaikan-Perbaikan (Tahsiinaat)

Tahsinaat adalah kumpulan perkara yang membaguskan kondisi manusia dan menjadikan kondisi itu sesuai tuntutan kehidupan yang mulia dan terhormat, seperti menjaga kehormatan (muruah) dan etika-etika yang luhur. Oleh karenanya, dalam urusan ibadah, Islam telah mensyariatkan bersuci pada badan, pakaian, dan tempat.

Islam telah menganjurkan berhias setiap kali ke masjid, yakni setiap kali melaksanakan salat. Dalam muamalah, Islam mengharamkan penipuan, percampuran, dan pengkhianatan. Islam juga mendorong sikap toleransi dan amanah.

Dalam peperangan, Islam mengharamkan membunuh para pendeta, anak-anak kecil, dan wanita yang tidak ikut memerangi kaum muslim. Islam juga melarang mencincang, berkhianat, serta membunuh para duta dan orang-orang yang tidak ikut berperang, seperti para petani dan buruh.

Dalam masalah sanksi, Islam telah mengharamkan menyiksa dalam menginterogasi dan Islam memerintah menerapkan sanksi dengan sebaik-baiknya.

Dalam masalah etika, Islam menuntut sifat jujur, ifah (menjauhi hal-hal yang tidak baik), dan amanah. Islam melarang dusta, ucapan yang jorok, dan khianat. Semuanya dapat mewujudkan kasih sayang, saling menghormati, dan saling percaya di antara individu masyarakat.

Kebutuhan-kebutuhan dan perbaikan-perbaikan ini akan menyempurnakan dan memuliakan hal-hal yang merupakan keharusan. Dengan demikian, semua ini membantu seorang muslim bisa hidup secara aman, mulia, dan terhormat.

Oleh karenanya, apabila kaum muslim menginginkan suatu kebangkitan, kejayaan, dan kehidupan yang penuh keimanan dan kemuliaan, mereka harus kembali kepada agama mereka yang benar. Mereka juga harus selalu mencari jawaban dari sumber-sumber dan nas-nas agama dalam setiap problem kehidupan yang dihadapinya, serta dalam setiap peristiwa dan istilah yang dijumpai. Dengan demikian, mereka dapat menemukan solusi yang memuaskan dan rinci pada agama.

Kaum muslim jangan sampai tertipu oleh slogan-slogan palsu dan istilah-istilah Barat yang memukau. Sungguh, pemikiran Islam adalah pemikiran luhur yang memancar dari wahyu Allah Taala. Sebaliknya, pemikiran Barat yang kapitalistik adalah pemikiran buatan yang telah dibangun oleh manusia atas dasar akidah kufur.

Alangkah berjauhannya dua pemikiran itu. Allah Swt. berfirman, “Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Padahal, siapa sesungguhnya yang lebih baik hukumnya daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al-Maidah: 50). [MNews/RY-YG]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Mafahim Islamiyyah.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *