Muslimah News, LENSA DAERAH — Usia senja tidak menghalangi para lansia menghadiri Tausiyah dan Doa untuk Palestina di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Ahad (2-2-2025).
Mubaligah di Bantul, Ibu Siti Kustiati (82 tahun) mengungkapkan bahwa mengikuti aksi bela Palestina harus dengan semangat yang menyala-nyala. “Kita harus meningkatkan semangat membela saudara kita di Palestina. Ibarat satu badan, mereka sakit, kita juga harus merasakan sakitnya,” ujarnya.
Bu Siti, panggilan akrabnya, mengingatkan kepada kaum muslim yang masih abai terhadap masalah Palestina agar peduli dan berjuang untuk membantu saudara-saudara di Palestina. “Bagaimana nanti kita akan bertanggung jawab di hadapan Allah saat ditanya masalah Palestina?” cetusnya.
Sementara itu, untuk saudara-saudara di Palestina, ia berpesan, “Bersabarlah, kami di sini akan berusaha membantu kalian berjuang. Kalian tidak sendiri,” ucapnya.
Ada pula pengusaha bakpia yang sukses di Yogyakarta, Ibu Rasuna (65 tahun). Ia menilai acara ini berjalan teratur dan cukup baik.
Ia memandang bahwa solusi hakiki untuk permasalahan Palestina adalah jihad fi sabilillah dan Khilafah. “Tidak ada solusi lainnya,” tegasnya.
Untuk kaum muslim, ia berpesan agar ikut berkontribusi membela saudara-saudara di Palestina. “Palestina insyaallah segera merdeka,” harapnya.
Adapun penggerak majelis taklim di Bantul, DIY, Ibu Sandiman (75 tahun), menyatakan dukungannya pada acara ini. “Saya mendukung sekali acara ini. Semoga dapat menggugah umat Islam,” tuturnya.
Ia pun menyeru seluruh muslim di dunia bahwa kaum muslim ibarat satu tubuh sehingga girahnya harus bangkit serta membela saudara-saudara di Palestina. [MNews/Kontributor: PS/DIY]
