[Nafsiyah] Malas Berdakwah

[Nafsiyah] Malas Berdakwah

Muslimah News, NAFSIYAH — Kala dakwah meminta perhatian yang lebih, tidak bisa hanya dilakukan pada selingan waktu. Dakwah membutuhkan pemikiran, energi, tenaga, waktu, dan harta terbaik dari para pengembannya. Namun, pengembannya juga tidak luput dari rasa malas, sibuk mengerjakan urusan pribadi hingga akhirnya dakwah jalan di tempat. Jika rasa malas melanda pengemban dakwah, ini bisa menjadi malapetaka.

Mari kita kembali mengingat kisah yang Allah Swt. abadikan dalam Kitabullah. Ketika Allah Swt. menyebutkan tentang orang-orang munafik. Mereka keluar berperang bersama Nabi saw., tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka di medan perang. Allah pun menjadikan mereka berat hati untuk pergi berperang. Dikatakan kepada mereka, “Duduklah bersama orang-orang yang duduk.” Allah Swt. berfirman, “Tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka, ‘Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.’” (QS At-Taubah: 46).

Ayat di atas patut kita renungi karena ketika seseorang dijadikan hatinya berat untuk melakukan suatu ketaatan, mungkin di dalam hatinya ada kemunafikan. Astagfirullah! Orang-orang munafik berat untuk mengamalkan ketaatan demi ketaatan. Rasa malas berkepanjangan bisa menghinggapi mereka.

Mereka berat untuk menunaikan berbagai amal saleh. Enggan berdakwah dengan segunung alasan. Bahkan, lidah mereka terasa kelu jika hendak menyeru kepada yang makruf. Mereka beralasan sungkan untuk menyampaikan yang hak karena khawatir ditolak dan dibenci.

Menghempaskan Rasa Malas

Berikut ini beberapa hal yang bisa diupayakan untuk menghempaskan rasa malas.

Pertama, senantiasa berdoa kepada Allah Swt. agar diberikan semangat dalam ketaatan. Sebagaimana doa yang pernah disampaikan Nabi saw., “Ya Allah, aku minta kepada Engkau agar aku bisa melakukan kebaikan dan agar aku bisa meninggalkan kemaksiatan. Berikan aku rasa cinta kepada orang-orang miskin. Semoga Engkau mengampuni aku, merahmati aku, dan menerima tobatku.” (HR Tirmidzi).

Kedua, seorang pengemban dakwah berusaha mengambil sebab-sebab yang membuatnya bersemangat dalam ketaatan. Misalnya, mencari tahu keutamaan amalan-amalan, yakni cara Allah memberikan pahala yang besar berupa kebahagiaan di akhirat. Allah juga menjanjikan surga sehingga ketika mengetahui hal tersebut, seorang pengemban dakwah kembali semangat melakukan amal saleh, termasuk dakwah.

Ketiga, pengemban dakwah tidak keluar atau menjauh dari jemaah dakwah, karena di sanalah berkumpul orang-orang saleh/salihah. Ketika ia melihat teman-teman yang saleh/salihah berlomba-lomba dalam kebaikan, ia pun terdorong untuk melakukan hal yang sama. Itulah teman saleh/salihah, yakni teman yang memberikan kekuatan dalam Islam.

Salah satu penyebab seseorang malas berdakwah atau beramal saleh bisa jadi karena kemaksiatan yang dilakukannya. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Beberapa akibat buruk dari dosa di antaranya adalah dosa yang menjadikan seorang hamba berat melakukan ketaatan sehingga dosa itu menjadikan ia malas beramal saleh, hatinya pun hitam kelam, akhirnya cahaya iman yang memberikan semangat berbuat ketaatan akan redup sedikit demi sedikit.”

Semoga kita senantiasa semangat menjemput amanah dakwah dan menunaikannya. Tanda seseorang yang diinginkan Allah kebaikan padanya adalah ia dijadikan semangat berbuat ketaatan. Ia pun semangat menuntut ilmu Allah sebagai sumber amalan saleh.

Sabda Nabi saw., “Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah jadikan ia fakih dalam agama.” (HR Bukhari dan Muslim).

Pengemban dakwah pun harus terus mengingat firman-Nya, “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl: 97).

Insyaallah rasa malas bisa dihempaskan setelah mengamalkan semua yang disampaikan di atas. Kita pun hendaknya tidak pernah berhenti memohon kepada Allah Swt. agar iman kita bertambah dengan melakukan berbagai ketaatan kepada-Nya. Wallahu musta’an. [MNews/Rndy-YG]

Share

One thought on “[Nafsiyah] Malas Berdakwah”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *