[Tarikh Khulafa] Ketangguhan Pasukan Muhammad al-Fatih dalam Upaya Menaklukkan Kota Konstantinopel

[Tarikh Khulafa] Ketangguhan Pasukan Muhammad al-Fatih dalam Upaya Menaklukkan Kota Konstantinopel

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Melihat keberadaan musuh yang sudah mulai melemah, pasukan Muhammad al-Fatih makin melipatgandakan semangat jihad fisabilillah hingga Kota Konstantinopel bisa mereka taklukkan. Muhammad al-Fatih sebagai panglima pun senantiasa memikirkan strategi-strategi baru sehingga mental dan fisik pasukan Byzantium makin terpuruk dan merasakan bahwa kekalahan mereka makin dekat.

Menggali Terowongan

Pada fase-fase awal pengepungan, pasukan Turki Utsmani menggunakan sebuah cara yang menakjubkan dalam usaha untuk memasuki kota. Mereka menggali terowongan-terowongan di bawah tanah dari tempat yang berbeda-beda ke dalam kota. Penduduk Konstantinopel mendengarkan suara pukulan-pukulan yang kuat di bawah tanah yang terus mendekat sedikit demi sedikit ke dalam kota. Kaisar Konstantin bersama dengan panglima dan anggota permusyawaratannya menuju ke arah suara itu. Mereka mengetahui bahwa pasukan Turki Utsmani melakukan penggalian terowongan-terowongan di bawah tanah untuk sampai ke dalam kota.

Kemudian pasukan Byzantium yang mempertahankan kota memutuskan untuk menghadapinya dengan menggali terowongan-terowongan yang sama berhadapan dengan terowongan yang digali pasukan Turki Utsmani. Dengan demikian, ketika pasukan Turki Utsmani bertemu dengan pasukan Byzantium di terowongan yang sama, pasukan musuh menuangkan minyak dan bahan bakar kepada mereka. Akibatnya, banyak pasukan Utsmani yang syahid karena sesak napas dan terbakar. Orang-orang yang selamat kembali ke tempat semula mereka masuk.

Kegagalan itu tidak mengendurkan semangat jihad pasukan Turki Utsmani. Mereka segera membangun terowongan-terowongan lain, di tempat-tempat berbeda yang memanjang antara Akra Febo dan pantai Tanduk emas. Pasukan Turki Utsmani terus melakukan ini hingga akhir masa pengepungan.

Pekerjaan pasukan turki Utsmani ini tidak mudah sebab penggalian terowongan itu telah memakan banyak korban. Ada yang syahid karena kekurangan oksigen, ada pula karena terbakar, juga ada di antara mereka yang jatuh menjadi tawanan tentara Byzantium.

Musuh Sangat Ketakutan

Akhirnya, penduduk Konstantinopel mengalami ketakutan dan kekhawatiran yang besar. Mereka membayangkan bahwa suara telapak-telapak kaki mereka ketika berjalan adalah suara-suara samar penggalian terowongan-terowongan yang dilakukan pasukan Turki Utsmani. Mereka sering membayangkan bahwa tanah Konstantinopel akan terbelah, lalu tentara-tentara Turki Utsmani keluar dari dalam bumi memenuhi kota. Mereka menoleh ke kiri dan ke kanan, serta menunjuk ke sana ke mari sambil berkata, “Ini orang Turki.… Ini orang Turki….” Mereka berlarian karena takut terhadap bayang-bayang yang mereka sangka sedang memburu mereka. Penduduk Konstantinopel sering menyebarkan isu-isu sehingga seolah-olah menjadi sebuah kenyataan buruk yang benar-benar terjadi menimpa mereka. Demikianlah ketakutan yang besar yang dialami penduduk Konstantinopel hingga menghilangkan kesadaran dan akal sehat mereka.

Membuat Benteng Kayu

Pasukan Turki Utsmani lagi-lagi melakukan cara baru dalam menyerang pasukan Byzantium. Mereka membuat benteng dari kayu dengan ukuran yang sangat besar, menjulang tinggi, dan dapat digerakkan. Benteng kayu itu terdiri dari tiga tingkat dengan tinggi melebihi tembok-tembok Konstantinopel. Benteng kayu itu dilapisi dengan perisai-perisai dan kulit yang dibasahi dengan air untuk menahan api. Benteng kayu tersebut diisi sejumlah pasukan pada setiap tingkatnya. Tingkat paling atas diisi pemanah yang melepaskan anak-anak panah kepada siapa saja yang mengangkat kepalanya di atas tembok-tembok kota.

Ketakutan kembali menghinggapi pasukan Byzantium yang mempertahankan kota. Ketakutan itu datang ketika pasukan Turki Utsmani bergerak menyerang dengan benteng kayunya dan makin mendekat ke pagar pembatas di pintu Romanus. Melihat keadaan yang genting itu, Kaisar Konstantin turun langsung bersama panglimanya dalam menahan gerak benteng kayu itu dan mengusirnya dari tembok kota.

Di sisi yang lain, pasukan Turki Utsmani mampu menempelkan benteng-benteng kayu itu di tembok-tembok kota hingga terjadi pertempuran yang dasyat antara pasukan Turki Utsmani yang berada di dalam benteng dengan pasukan musuh yang berada di atas tembok. Pasukan Byzantium menghujani benteng kayu dengan panah api. Pasukan Turki Utsmani tidak mengenal putus asa. Muhammad al-Fatih mengawasi secara langsung pertempuran tersebut.

Rumor jatuhnya Kota konstantinopel menyebar luas di dalam kota. Situasi ini makin melemahkan semangat juang pasukan Byzantium yang berusaha mempertahankan kota. Perasaan akan gagal dan kalah menyelimuti tiap-tiap orang Konstantinopel. [MNews/Rgl]

Sumber: Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, Sejarah Daulah Utsmaniyah, Faktor-Faktor Kebangkitan dan Sebab-Sebab Keruntuhannya, Ummul Qura

Share

One thought on “[Tarikh Khulafa] Ketangguhan Pasukan Muhammad al-Fatih dalam Upaya Menaklukkan Kota Konstantinopel”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *