[Nafsiyah] Agar Al-Qur’an Menolong Kita

[Nafsiyah] Agar Al-Qur’an Menolong Kita

Penulis: Ustaz Arief B. Iskandar

Muslimah News, NAFSIYAH — Al-Qur’an hakikatnya adalah pedoman kehidupan. Oleh karena itu, Al-Qur’an tidak cukup sekadar dijadikan bacaan. Al-Qur’an harus diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan. Hanya dengan itulah Al-Qur’an bisa memberi kita keberkahan di dunia dan menolong kita di akhirat. Dengan demikian, seluruh sikap positif kita terhadap Al-Qur’an di dunia akan memberi kita peluang untuk mendapatkan syafaat Al-Qur’an di akhirat.

Jadi, sikap positif apa yang harus kita tunjukkan terhadap Al-Qur’an agar Al-Qur’an bisa menjadi penolong kita atau memberi syafaat kepada kita di akhirat?

Pertama, Al-Qur’an wajib kita imani seluruh isinya. Bukan mengimani sebagian, tetapi mengingkari sebagian lainnya. Mereka mengimani seluruh isi Al-Kitab (lihat QS Ali Imran: 119).

Kedua, Al-Qur’an harus kita pelajari dan ajarkan kepada orang lain. Akan tetapi, jadilah kalian kaum Rabbani. Ini karena, kalian mengajarkan Al-Kitab dan karena kalian mempelajarinya (lihat QS Ali Imran: 79). Rasul saw. juga bersabda, “Manusia terbaik adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkan Al-Qur’an (kepada manusia lainnya).” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Ketiga, Al-Qur’an harus sering kita baca. Orang-orang yang biasa membaca Al-Qur’an, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah merugi (lihat QS Fathir: 29). Rasul saw. juga bersabda, “Bacalah Al-Qur’an karena sesungguhnya Al-Qur’an itu akan datang pada hari kiamat nanti untuk memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR Muslim).

Keempat, Al-Qur’an sering kita renungkan (tadabbur) isinya. Allah Swt. berfirman, “(Inilah) kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar mereka merenungkan ayat-ayatnya dan agar orang-orang berakal mengingatnya.” (QS Shad: 29).

Kelima, Al-Qur’an harus kita amalkan dalam kehidupan. Rasul saw. bersabda, “Akan didatangkan pada hari kiamat nanti Al-Qur’an dan para pengembannya yang biasa mengamalkan isinya.” (HR Muslim).

Keenam, Al-Qur’an harus dijadikan alat untuk menghukumi manusia. Allah Swt. berfirman, “Hukumilah mereka dengan apa saja yang telah Allah turunkan (Al-Qur’an). ….” (QS Al-Maidah: 49).

Dengan keenam sikap kita terhadap Al-Qur’an di atas, insyaallah, Al-Qur’an akan menjadi penolong kita atau akan memberikan syafaat kepada kita di akhirat. Wa mâ tawfîqî illâ billâh wa ’alayhi tawakkaltu wa ilayhi unîb. [MNews/YG]

Sumber: ariefbiskandar[dot]com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *