[Tarikh Khulafa] Sultan Murad II (824—855 H)

[Tarikh Khulafa] Sultan Murad II (824—855 H)

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, TARIKH KHULAFA — Sultan Murad II memegang urusan pemerintahan setelah bapaknya, Muhammmad Jalabi meninggal dunia pada tahun 824 H. Saat itu umurnya belum mencapai 18 tahun. Dia mencintai jihad di jalan Allah dan berdakwah menyerukan Islam di negeri-negeri Eropa.

Di tengah rakyatnya, Sultan Murad II dikenal sebagai pemimpin yang bertakwa, adil, dan penuh kasih sayang. Sultan Murad II mampu menumpas seluruh gerakan pembangkangan di dalam negeri yang didukung oleh musuh-musuh Daulah Utsmaniyyah. Kaisar Byzantium, Manuel II merupakan aktor yang berada di balik konspirasi, persekongkolan, dan hambatan yang dihadapi Sultan Murad II.

Permusuhan Negara Kafir terhadap Daulah Islam

Amal jihad fisabilillah yang dilakukan oleh Daulah Utsmaniyah menjadi ancaman besar bagi negara-negara Barat dalam mempertahankan wilayah kekuasaannya. Mereka akan terus berusaha mengadang, bahkan melakukan berbagai tipu daya untuk melemahkan Daulah Islam. Di samping itu, permusuhan orang-orang kafir terhadap umat Islam adalah permusuhan yang abadi.

Allah Swt. berfirman, “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.”(QS Al-Baqarah: 217).

“Sesungguhnya orang-orang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan, dan ke dalam jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” (QS Al-Anfal : 36).

Lantaran tindakan Kaisar Byzantium yang terus merongrong stabilitas wilayah kekuasaan Daulah Utsmaniyah, Sultan Murad II bertekad bulat untuk memberi pelajaran langsung padanya. Untuk itu, Sultan Murad II bergerak cepat untuk menguasai Kota Salonika. Ia menyerang kota itu dengan gencar dan berhasil memasukinya dengan paksa pada tahun 833 H. Sejak itu, Kota Salonika menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Daulah Utsmaniyah.

Mengatasi Gerakan Pembangkangan

Negara-negara kafir berusaha memengaruhi negeri-negeri yang sudah tunduk kepada Daulah Utsmaniyah. Mereka diprovokasi untuk membangkang dan melakukan perlawanan terhadap Turki Utsmani. Akan tetapi, Sultan Murad II cukup sigap menghadapi geliat pergerakan berbahaya ini.

Sultan Murad II melancarkan serangan-serangan yang mematikan terhadap gerakan-gerakan pembangkangan di wilayah-wilayah Balkan. Dia berusaha memperkuat dominasi pemerintahan Utsmani di wilayah-wilayah itu. Pasukan Utsmani bergerak menuju wilayah utara untuk menundukkan Keraajaan Walachia dan mewajibkannya untuk membayar jizyah.

Di sisi lain, Raja Serbia yang baru, Stefan Lazarevic terpaksa patuh kepada Daulah Utsmaniyah, serta tunduk di bawah pemerintahannya dan wajib memperbaharui loyalitasnya kepada Sultan. Setelah itu, pasukan Turki Utsmani bergerak ke arah selatan untuk memperkuat pilar-pilar pemerintahan Daulah Utsmaniyyah di wilayah-wilayah Yunani.

Jihad Daulah Utsmaniyyah yang Terus Berlangsung

Sultan Murad II melanjutkan jihad dan dakwahnya, serta memberantas semua rintangan yang dihadapinya di seluruh wilayah Albania dan Hongaria.

Pasukan Turki Utsmani mampu menaklukkan Albania pada tahun 834 H. Mereka memusatkan serangan di sisi selatan negara tersebut. Adapun di sisi utara Albania, pasukan Turki Utsmani mengalami kekalahan. Orang-orang Albania Utara mampu mengalahkan pasukan Turki Utsmani di pegunungan Albania.

Negara-negara Kristen berdiri di belakang Albania untuk mendukung mereka melawan Daulah Utsmaniyah, khususnya Republik Venesia. Pemimpin Venesia benar-benar menyadari bahaya yang ditimbulkan dari penaklukan yang dilakukan Turki Utsmani pada wilayah-wilayah strategis ini, yaitu yang berada di dua pantainya dan pelabuhan-pelabuhannya. Wilayah strategis ini menghubungkan antara Venesia dengan Laut Tengah dan dunia luar. Di sisi lain, pasukan Turki Utsmani memahami betul bahwa dengan menguasai wilayah Albania, mereka akan sanggup menahan kapal-kapal Venesia di lautan tertutup yaitu Laut Adriatik.

Adapun di medan pertempuran melawan Kerajaan Hongaria, pada tahun 842 H pasukan Turki Utsmani berhasil mengalahkan Hongaria serta menawan tujuh puluh ribu tentara dan menguasai beberapa wilayah strategis.

Allah Swt. berfirman, “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS At-Taubah: 41). [MNews/Rgl]

Sumber: Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, Sejarah Daulah Utsmaniyah, Faktor-Faktor Kebangkitan dan Sebab-Sebab Keruntuhannya, Ummul Qura

Share

One thought on “[Tarikh Khulafa] Sultan Murad II (824—855 H)”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *