Memilih Taat agar Sehat

Memilih Taat agar Sehat

Muslimah News, DUNIA REMAJA — Hai, Guys! Tahu dong, 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia? Ada yang tahu kenapa peringatan ini muncul? Salah satunya sebagai pengingat untuk menekan laju penyebarannya. Akan tetapi, benarkah virus ini sudah bisa dikendalikan?

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Sebuah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi HIV yang tidak kunjung diobati. AIDS merupakan tahap akhir dari HIV, saat sistem kekebalan tubuh sudah terlalu rusak untuk melawan infeksi. Astagfirullah, teman-teman terbayang gimana jadinya jika kekebalan tubuh sudah rusak? Seram banget!

Berdasarkan catatan dari Worldometers, hingga tahun lalu terdapat lebih dari 43 juta orang di dunia yang terinfeksi dan menderita HIV/AIDS. 1,5 juta orang di antaranya meninggal akibat virus tersebut. (Tirto, 27-11-23). Angka yang cukup fantastis untuk hilangnya nyawa manusia kan, guys? Hiks!

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung dr Siti Nadia Tarmizi, MEpid menerangkan cara penularan HIV, yakni melalui hubungan seks beresiko, darah, serta ibu ke bayi. Pasalnya, virus ini terdapat pada darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). (detikhealt, 29-11-23). Coba kita simak, penularan HIV yang utama adalah melalui hubungan seks beresiko alias seks bebas. Nastagfirullah!

Yuk, Sehat! Yuk, Taat!

Peringatan hari AIDS sedunia yang ada semoga tidak sekadar seremonial, ya, Guys. Harus serius diwujudkan penanganannya agar HIV/AIDS benar-benar berakhir. Cara terampuhnya adalah dengan adanya peraturan tegas untuk melarang aktivitas yang dapat menyebabkan penyebaran HIV/AIDS. Ya, aktivitas seks bebas harus dihentikan, jangan malah dibiarkan, apalagi dilegalkan. Ini semua demi kesehatan generasi mendatang jika benar-benar ingin terbebas dari HIV/AIDS.

Nah, bagaimana dengan kita sebagai generasi muda Islam? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, nih. Pertama, ingatlah jati diri kita sebagai seorang muslim. Generasi Islam adalah generasi terbaik. Oleh karenanya, sudah semestinya kita menjadi yang terbaik dalam segala hal, termasuk dalam perkara kesehatan. Generasi Islam harus menjaga jiwa raganya agar tetap sehat.

Kedua, konsekuensi sebagai seorang muslim adalah taat syariat. Islam sebagai agama sempurna dan paripurna telah memiliki aturan super komplit untuk mengatur kehidupan kita. Apa pun persoalannya, ada jawabannya dalam Islam. Bukan sembarang jawaban, melainkan jawaban yang pasti benar sebab bersumber dari yang Maha Benar, yakni Allah Taala. So, kudu bangga dong menjadi seorang muslim. Alhamdulillah!

Selain itu, Al-Qur’an sudah mengabarkan sejak berabad lalu bahwa seks bebas adalah perbuatan keji dan mungkar. Ini salah satu kemaksiatan yang membawa kemudaratan (kerusakan). Pelakunya akan memperoleh dosa besar, sengsara di dunia, dan kelak mendapat siksa pedih di neraka jika tidak bertobat. Seseram itu, Guys!

Allah Swt. berfirman, ”Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra: 32).

”Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali deraan. Janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS An-Nur: 2). Maha Benar Allah Swt. dengan segala firman-Nya.

Demikianlah hakikat syariat. Ia memberikan maslahat bagi umat, bahkan alam semesta. Syariat menjaga kehidupan agar senantiasa seimbang, baik-baik saja, dan terhindar dari segala malapetaka. Ya, jika kita taat pasti akan sehat dan selamat. Makin yakin untuk memilih taat, kan, Guys?

Menjadi Pemuda Istimewa

Sobat, menjadi remaja takwa saat ini memang tidak mudah. Banyak godaan menghampiri dari segala penjuru. Ya, hari ini banyak bacaan dan tontonan tidak bermanfaat yang justru menjadi tuntunan. Lingkar pertemanan juga lebih banyak yang ala Barat. Hidup serba bebas seolah menjadi hal biasa. Dengan demikian, pemuda yang istikamah dalam taat dan takwa patut diberi gelar istimewa karena berani berbeda dari kebanyakan pemuda lainnya. Masyaallah!

“Pertanyaannya, gimana cara mengikat takwa agar tetap melekat di dada? Secara, itu enggak mudah, kan?”

Memang enggak mudah, Sobat, tetapi pasti bisa. Syaratnya satu saja, yakni kita punya kemauan. Sesimpel itu aja, kok. Kalau kita mau, pasti Allah Swt. akan memberikan kemudahan menempuh jalan takwa untuk menjadi pemuda istimewa.

Takwa adalah rasa takut hanya kepada Allah Taala. Takwa menjadi pendorong kita untuk bersegera taat pada syariat. Menjalankan semua perintah Allah Swt. dan menjauhi segala bentuk larangan-Nya. Tanpa tapi, tanpa nanti. Inilah bentuk ibadah kita sebagai hamba. Senantiasa menjalankan salat, menunaikan puasa, menutup aurat secara sempurna, serta membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Juga meninggalkan khalwat (berduaan dengan yang bukan mahram). Inilah pemuda istimewa!

Menjadi pemuda istimewa tentu sangat membanggakan bagi kedua orang tua kita. Sejatinya, pemuda istimewa menjadi harapan masa depan bangsa. Lebih spesial lagi, pemuda jenis ini adalah pemuda yang mendapat cinta dari Allah Taala. Dengan cinta-Nya tersebut, pemuda dapat memperoleh syafaat Allah Swt. pada hari penghisaban. Nikmat mana lagi yang akan kita dustakan?

Dear Sobat, siap menjadi pemuda istimewa, kan? Kita siap menjalankan hidup dalam bingkai taat agar jiwa raga menjadi sehat. Siap menjadi generasi terbaik yang bebas dari penyakit fisik ataupun moral. Siap menjadi hamba yang selamat dan bahagia di dunia hingga ke surga. Amin! [MNews/YG]

Sumber: Buletin Teman Surga, edisi: 180.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *