Penulis: Nabila Ummu Anas
Muslimah News, KELUARGA — Pergantian tahun sebaiknya menjadi momentum bagi setiap keluarga muslim untuk mengevaluasi dan membuat resolusi. Ini agar terwujud kehidupan yang lebih baik dan lebih berarti pada tahun selanjutnya. Begitu pula bagi anak remaja kita.
Setiap pergantian tahun sebaiknya tidak berlalu tanpa makna bagi kehidupan remaja. Oleh karenanya, remaja muslim harus dibimbing untuk memperhatikan hal-hal yang telah mereka kontribusikan. Selain itu, ajak mereka merencanakan perbaikan pada tahun yang baru. Remaja muslim harus berbeda dengan remaja pada umumnya yang memandang pergantian tahun sebatas perayaan malam tahun baru sebagaimana tradisi Barat yang bersenang-senang dan hedonis.
Remaja Muslim Lebih Peka dan Peduli
Para orang tua dan keluarga muslim harus mengajak remaja melihat kehidupan kaum muslim hari ini. Apakah dengan bergantinya tahun, berlalu pula penderitaan yang dialami kaum muslim? Apakah umat telah bebas dari kebodohan, kemiskinan, ketakadilan, kezaliman, dan ketiadaan perlindungan? Apakah berbagai hajat hidup manusia sudah terpenuhi dengan baik?
Ajaklah remaja berdiskusi tentang realita kehidupan masyarakat yang mereka juga mengindranya. Para remaja adalah bagian dari masyarakat yang turut merasakan pengurusan negara terhadap berbagai persoalan kehidupan.
Senantiasa dampingi remaja agar mereka peka dan peduli terhadap berbagai problem yang dihadapi masyarakat. Jangan biarkan mereka asyik dengan dunianya sendiri sehingga cuek terhadap berbagai persoalan kehidupan yang sejatinya juga menimpanya.
Remaja muslim harus paham bahwa kaum muslim ibarat satu tubuh. Ini sebagaimana hadis Rasulullah ﷺ. Dari An-Nu’man bin Bisyir, ia berkata, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi di antara mereka adalah ibarat satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (turut merasakan sakitnya).” (HR Muslim).
Berawal dari kepekaan inilah akan terbentuk kesadaran politik pada remaja muslim. Ketakpekaan terhadap realita buruk yang terjadi di masyarakat menyebabkan tidak adanya kepedulian dan dorongan untuk melakukan perubahan.
Oleh karena itu, harus diagendakan pembinaan remaja dengan Islam kafah agar mereka memiliki kesadaran terhadap fakta buruk yang menimpa dan harus dihilangkan dari kehidupan masyarakat. Dengan demikian, mereka akan memiliki kesadaran terhadap fakta pengganti yang sahih sesuai dengan Islam.
Menjadi Remaja Pengemban Dakwah
Potensi usia muda pada remaja harus dikontribusikan untuk kebaikan masyarakat, termasuk dirinya, sebagai bagian dari umat. Dengan demikian, remaja tidak sebatas berpikir tentang kehidupan pribadi dan keluarganya. Namun lebih dari itu, mereka juga memikirkan agar segala hajat hidup masyarakat dan individu terpenuhi sesuai syariat Islam.
Tentu tidak dengan melakukan amal sosial, seperti mengumpulkan dana dari masyarakat atau berbagai amal sosial praktis lain yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. Amal sosial seperti ini adalah aktivitas individu yang bisa saja dilakukan oleh siapa pun, termasuk remaja. Akan tetapi, mereka menyibukkan diri dalam amal dakwah yang mampu mengubah keadaan buruk menjadi baik.
Jadi, para remaja muslim yang terbina dengan Islam kafah akan menjadi pengemban dakwah. Ini sebagaimana pembinaan yang dilakukan Rasulullah saw. terhadap para sahabat di rumah Arqam bin Abi Arqam. Mereka dikader untuk menjadi pribadi muslim yang kukuh akidahnya dan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunah kala menghadapi berbagai problem kehidupan, baik pada individu, kelompok, masyarakat, dan negara.
Allah Swt. telah mewajibkan dakwah kepada setiap muslim, termasuk remaja. Allah Swt. berfirman, Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran: 104).
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS Ali Imran: 110).
Remaja, Agen Perubahan
Berdakwah karena kesadaran politik Islam menjadi motivasi bagi remaja untuk melakukan perubahan. Remaja akan merasa tidak tenang hidup dalam tatanan yang buruk lagi menyengsarakan. Mereka rindu hadirnya tatanan Islam yang diterapkan secara kafah di setiap lini kehidupan. Mereka akan yakin, hanya dengan Islam kafah, seluruh masyarakat akan merasakan keamanan, perlindungan, ketenteraman, serta kesejahteraan.
Remaja muslim yang sibuk menjadi agen perubahan akan menjadi remaja cerdas. Ini karena potensi berpikir dan pola sikap mereka senantiasa terbina dengan Islam. Mereka akan mampu menjadi problem solver berbagai persoalan umat, termasuk problem pribadinya. Dengan demikian, keliru jika ada orang tua yang berpandangan jika remaja sibuk berdakwah maka sekolahnya akan terbengkalai. Remaja akan terbina dengan Islam kafah yang menyeluruh dan sempurna, bukan dengan ajaran yang memisahkan Islam dari kehidupan manusia.
Oleh karena itu, orang tua dan keluarga harus memastikan para remaja muslim terbina pola pikir dan pola sikapnya dengan pembinaan Islam kafah. Pembinaan yang menjadikan remaja berkepribadian Islam dan selalu berdakwah guna terjadinya perubahan di masyarakat dengan hadirnya Islam kafah. Remaja agent of change akan mendapatkan usia yang berkah di dunia dan keridaan Allah Taala. InsyaAllah. [MNews/YG]
