[Metode Dakwah Al-Qur’an] Iman kepada Hari Kiamat (Bagian 2/2)

[Metode Dakwah Al-Qur’an] Iman kepada Hari Kiamat (Bagian 2/2)

Sambungan dari bagian 1/2

Penulis: Hafidz Shaleh, M.A.

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Ayat yang banyak, dengan pembahasan yang berbeda dan contoh yang beragam, telah mengetuk pembahasan ini dengan panjang lebar, karena pembahasan tersebut jauh dari gambaran manusia. Oleh karena itu, ia harus dimantapkan dalam jiwa dengan menyingkap semua kekaburan yang ada di sekitarnya. Al-Qur’an telah menyebutkan tentang hari akhir dan bagaimana segala sesuatu akan berakhir ketika sangkakala ditiup dan bagaimana kebangkitan tersebut sempurna ketika sangkakala ditiup untuk kedua kalinya, ketika mereka bangkit dan melihat bagaimana semuanya akan berakhir, ketika,

تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ

“(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat keguncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.” (QS Al-Haj: 2).

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ

وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ

وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ

“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dan dari ibu dan bapaknya, dan dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.” (QS Abasa: 34—37).

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَاِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَّغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْۗ وَنُقِرُّ فِى الْاَرْحَامِ مَا نَشَاۤءُ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوْٓا اَشُدَّكُمْۚ وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّتَوَفّٰى وَمِنْكُمْ مَّنْ يُّرَدُّ اِلٰٓى اَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔاۗ وَتَرَى الْاَرْضَ هَامِدَةً فَاِذَآ اَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاۤءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَاَنْۢبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍۢ بَهِيْجٍ

ذٰلِكَ بِاَنَّ اللّٰهَ هُوَ الْحَقُّ وَاَنَّهٗ يُحْيِ الْمَوْتٰى وَاَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ

“Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan (tetumbuhan) yang indah.Yang demikian itu karena sungguh Allah, Dialah yang hak dan sungguh Dialah yang menghidupkan segala yang telah mati, dan sungguh Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sungguh, (hari) kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.” (QS Al-Haj: 5—7).

Ini merupakan persamaan yang luar biasa mengenai kembalinya kehidupan, sebagaimana kita menyaksikan kembalinya kehidupan tanah yang mati melalui turunnya air. Gambaran ini telah diulang berkali-kali.

Inilah gambaran kecil dan sebagian dalil yang telah dinyatakan oleh Al-Qur’an seputar kelima rukun akidah. Adapun derivatnya serta pemikiran yang dibangun di atasnya, tidak dikemukakan saat ini. Kita hanya perlu melakukan analisis terhadap Al-Qur’an.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

“Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”

Tentu kita akan menemukan, betapa banyak surah dan ayat, khususnya surah makiyah, telah membahas pembahasan-pembahasan ini (pembahasan akidah) secara global dan rinci sehingga menancap dalam jiwa dan menjadi kaidah berpikir, pemicu aksi atau amal, dan sumber pemahaman yang mengendalikan tingkah laku manusia, baik sebagai pribadi maupun masyarakat.

Inilah pembahasan yang pertama dan utama yang terkandung dalam Al-Qur’an. Ia merupakan pembahasan utama bagi tiap dakwah. Partai atau jemaah yang tidak menjadikan masalah ini sebagai asas dalam dakwahnya, maka mereka tidak akan berusaha memperjelas akidahnya, dan tentu tidak akan perlu membangun dalil akli atau naqli pada para pengikutnya dan masyarakat untuk membuktikan kebenaran akidah yang menjadi pedomannya. Baik menyangkut pembuktian tentang adanya Allah dengan sifat-sifat ketuhanan-Nya, atau pembuktian tentang Al-Qur’an sebagai firman Allah, atau pembuktian tentang kenabian Muhammad saw..

Sebenarnya, jemaah mana pun yang tidak melakukan pembahasan seputar pembahasan ini bisa dianggap menyalahi metode dakwah Al-Qur’an, sirah penghulu para Rasul, dan jemaah tersebut tidak layak mengeklaim bahwa mereka melangkah sesuai dengan sunah Rasulullah saw.. Dengan demikian, jemaah tersebut wajib memahami permasalahannya sebelum kesempatannya hilang,

يَوْمَ تَأْتِيْ كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَنْ نَّفْسِهَا وَتُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

“(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi setiap orang diberi (balasan) penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).” (QS An-Nahl: 111).

Mereka wajib mengevaluasi diri mereka sendiri sebelum dievaluasi (dihisab). Dia juga wajib menjaga diri dan anggotanya, serta masyarakat karena takut kepada Allah. [MNews/Rgl]

Sumber: Hafidz Shaleh, M.A., Metode Dakwah Al-Qur’an

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *