Rumah yang Didamba Keluarga Muslim, Rumah Penuh Berkah

Rumah yang Didamba Keluarga Muslim, Rumah Penuh Berkah

Penulis: Ummu Nashir N.S.

Muslimah News, KELUARGA — Kita semua telah paham bahwa rumah adalah tempat anggota keluarga bernaung, berteduh, dan berlindung dari segala keburukan yang berasal dari luar rumah. Oleh sebab itu, penting bagi setiap keluarga untuk menjadikan rumahnya penuh berkah dan rahmat Allah Taala. Ketika rumah dinaungi berkah-Nya, kehidupan kita akan diliputi kebaikan demi kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

Rumah sebagai tempat tinggal yang mengandung keberkahan, tidak cukup dilihat dari wujud bangunan fisiknya yang terlihat besar, megah, ataupun mewah. Akan tetapi, lebih penting untuk memperhatikan kondisi rumah tersebut agar selalu menebar kebaikan, ketentraman, dan kedamaian. Rumah yang berkah tentu akan membuat penghuninya merasa betah tinggal di dalamnya.

Rumah Ideal dalam Pandangan Islam

Rumah adalah tempat keluarga kita bernaung. Apa pun aktivitas atau pekerjaan yang digeluti anggota keluarga di luar rumah, pada akhirnya kita akan kembali ke rumah. Sesungguhnya, rumah merupakan tempat yang sangat strategis bagi keluarga muslim untuk menggembleng seluruh anggota keluarga dalam segala hal, tentu saja sesuai syariat Islam.

Rumah juga berperan strategis dalam proses pembinaan dan pendidikan anak, juga umat  manusia. Keluarga lebih kuat pengaruhnya daripada sendi-sendi yang lain, karena sejak awal masa kehidupannya, seorang manusia lebih banyak mendapatkan pengaruh dari keluarga. Ini karena waktu yang dihabiskan di dalam rumah bersama keluarga lebih banyak daripada di tempat lainnya.

Pada hakikatnya, pendidikan dalam keluarga berlangsung sepanjang hayat. Pembinaan dan pengembangan kepribadian, serta penguasaan tsaqafah Islam dilakukan melalui pengalaman hidup sehari-hari. Rumah menjadi madrasah atau tempat pembelajaran anggotanya, terutama pendidikan yang dilakukan orang tua kepada putra-putrinya.

Rumah juga merupakan benteng pertahanan terakhir dalam menghadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang akan merusak dan menghancurkan tatanan masyarakat Islam yang bersih dan tinggi. Secara politis dan strategis, rumah berfungsi sebagai tempat yang paling ideal untuk mencetak generasi unggul, yakni generasi bertakwa, cerdas, dan siap memimpin umat membangun peradaban ideal pada masa depan.

Oleh karena itu, rumah dengan fungsi-fungsinya tersebut bisa diumpamakan sebagai madrasah, rumah sakit, masjid, juga kamp militer yang siap mencetak pribadi-pribadi mujtahid sekaligus mujahid.

Di dalam keluarga terdapat berbagai pembagian peran dan fungsi anggota keluarga, serta berbagai implikasinya. Ini dapat dipahami sebagai bentuk keadilan dan kesempurnaan yang diberikan Islam untuk merealisasikan tujuan-tujuan duniawi dan ukhrawi yang mulia. Tidak ada peran dan fungsi seorang anggota keluarga yang dianggap lebih tinggi daripada anggota keluarga lainnya.

Bagaimana Mewujudkan Rumah Penuh Berkah?

Setiap keluarga muslim pasti ingin agar rumahnya penuh kebahagiaan, ketentraman, berkah, dan rida Allah Taala. Kita sering mendengar ungkapan baitii jannatii, rumahku surgaku. Ini adalah harapan setiap keluarga muslim agar tempatnya bernaung selalu penuh berkah sehingga menjadi surga bagi penghuninya. Lantas, apa yang harus diupayakan agar rumah kita selalu dipenuhi berkah-Nya?

1. Selalu menjadikan syariat Islam sebagai panduan seluruh anggota keluarga.

Sebagai keluarga muslim, seharusnya kita menjadikan akidah Islam dan syariat-Nya sebagai panduan dan solusi terhadap seluruh permasalahan yang terjadi dalam kehidupan berkeluarga. Halal-haram dijadikan landasan berbuat, bukan hawa nafsu. Di sinilah pentingnya anggota keluarga menguatkan pemahaman tentang syariat Islam dan berupaya semaksimal mungkin menjalankannya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Syariat Islam yang dijadikan pijakan berkeluarga akan dapat meminimalkan terjadinya perselisihan ketika ada perbedaan pendapat di antara anggota keluarga. Ini karena syariat Islam adalah aturan yang sempurna dan baku, tidak lekang oleh waktu. Dengan demikian, berkah dan ketenteraman akan senantiasa tercurah bagi keluarga kita.

2. Selalu menebarkan salam ketika keluar atau masuk rumah dan berzikir.

Menurut Imam An-Nawawi, seseorang hendaknya membaca basmalah, mengucapkan salam, dan membaca zikir kepada Allah saat memasuki rumah. Hal tersebut juga dilakukan meski rumah tengah kosong atau tidak ada penghuninya. Menurut Ibnu Al ‘Arabi, jika rumah kosong saat memasukinya, seorang hendaknya mengucapkan “Assalamu’alaina wa ‘ala ibadillahish-shalihin”, (Semoga keselamatan untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh). Adapun zikir kepada Allah yang dibaca saat memasuki rumah yakni, “Ma syaa Allah laa quwwata illa billah”. Imam Malik menganjurkan zikir tersebut dibaca setiap memasuki rumah.

Nabi saw. pernah bertemu Abu Umamah, seorang sahabat yang umurnya sekitar 16 tahun. Beliau bersabda, “Wahai Abu Umamah, ada di antara manusia yang jika saya melihatnya, hati saya menjadi sejuk dan engkau termasuk di antara mereka. Wahai Abu Umamah, jika engkau masuk rumah, berilah salam kepada penghuninya agar menjadi berkah bagimu dan bagi penghuni rumah.” Abu Umamah berkata, “Demi Allah, sejak saat itu saya tidak melupakan nasihat Nabi tersebut.”

3. Selalu gunakan rumah untuk melakukan amal kebaikan.

Rumah berfungsi untuk memelihara keharmonisan anggota keluarga, menenangkan hati, memusatkan pikiran, memulihkan tenaga, dan sebagai ladang amal untuk memaknai kehidupan. Ketika seluruh anggota keluarga selalu menghiasi setiap aktivitasnya dengan kebaikan, keberkahan akan tercurah ke dalam keluarga kita. Di antara amal kebaikan ini adalah melaksanakan salat berjemaah dan memperbanyak salat sunah.  

Allah Swt. berfirman, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS Thaha [20]: 132).

Rumah yang digunakan untuk salat, termasuk salat berjemaah, akan turun rahmat di dalamnya sehingga memberikan ketenangan dan ketenteraman bagi penghuninya. Ini berarti suasana rumah telah mendapatkan berkah Allah Taala. Dari Ibnu Umar ra., Rasulullah saw. bersabda, “Jadikanlah sebagian salat kalian (yaitu salat-salat sunah) di rumah-rumah kalian, dan janganlah menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan (yang tidak boleh dilakukan salat padanya).”  (HR Muslim dari Ibnu Umar ra.).

4. Selalu dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an.

Al-Qur’an menjadi penasihat sekaligus  penawar hati yang sedang gelisah dan dada yang terasa sempit. la menjadi petunjuk dan rahmat bagi manusia. Cahaya Al-Qur’an masuk ke dalam hati hamba yang beriman sehingga memberikan ketenangan dan ketenteraman. Cahaya Al-Qur’an menyinari rumah-rumah mereka. Lantunan ayat-ayat Al-Qur’an selalu menggema dan menyelimuti sekitar rumah. Rasulullah saw. bersabda, “Sinarilah rumah-rumah kamu sekalian dengan bacaan Al-Qur’an.“

Allah Swt. berfirman, “Dan apabila dibacakan Al-Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS Al-A‘raf [7]: 204). Menurut para ulama tafsir, adanya perintah menyimak bacaan Al-Qur’an berarti adanya perintah membaca Al-Qur’an. Jika mendengar saja sudah mengundang rahmat, apalagi membacanya. Selain itu, Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surah Al-Baqarah.” (HR  Muslim).

5. Selalu dipenuhi kasih sayang dan pergaulan yang makruf para penghuninya.

Rumah yang berkah dapat terwujud apabila diliputi kasih sayang, penjagaan, pergaulan yang makruf, dan kelembutan di antara para penghuninya. Ini karena cinta dan kasih sayang akan membawa menuju kebaikan. Sebaliknya, tidak akan tercipta rumah yang berkah apabila di antara penghuninya selalu bertengkar, berselisih, atau bermusuhan. Ini sebagaimana sabda Rasulullah saw.,

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ ِلأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ ِلأَهْلِي»

”Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap keluarganya. Sesungguhnya aku adalah orang yang paling baik di antara kalian dalam memperlakukan keluargaku.” (HR Ibnu Majah).

6. Menjadikan rumah sebagai majelis ilmu untuk membina keluarga dengan tsaqofah Islam.

Begitu pentingnya pembinaan dan pendidikan di dalam rumah atau keluarga. Pendidikan anak sejak dini dalam keluarga akan tertanam secara kuat di dalam diri seorang anak. Ini karena pengalaman hidup pada masa awal hidup manusia akan membentuk ciri-ciri khas. Bisa jadi tidak ada yang dapat mengubahnya sesudah masa itu. Oleh karenanya, penanaman ideologi Islam harus dimulai sejak dini kepada anak-anak kita sehingga Islam akan dijadikan bekal dan pijakan mengarungi kehidupannya. Tentu saja kita pun harus terus belajar Islam hingga akhir hayat dan menyampaikannya kepada anak-anak kita saat membersamai mereka.

7. Memiliki ruangan yang cukup sehingga kehidupan khusus keluarga terjaga.

Ciri rumah yang membawa keberkahan ialah memiliki cukup ruangan. Ini tidak berarti rumah harus besar, tetapi ruangan yang ada memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan demikian, kehormatan masing-masing anggota keluarga akan terjaga.

Misalnya, ada tempat untuk menerima tamu, kamar tidur orang tua, kamar tidur anak laki-laki, dan kamar tidur anak perempuan yang keduanya harus dibedakan dan terpisah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Perintahkanlah anak-anak kalian salat tatkala mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka bila masih enggan salat tatkala mereka berusia sepuluh tahun, dan pisahkanlah mereka pada tempat-tempat tidurnya.” (HR Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakim).

8. Senantiasa menjaga kebersihan  rumah.

Rumah yang dipenuhi berkah tentunya adalah rumah yang senantiasa terjaga kebersihannya. Sesungguhnya, Islam sangat menekankan kita untuk selalu menjaga kebersihan. Ketika diri, rumah, dan lingkungan kita bersih, pasti akan merasa tenteram dan lapang. Kita menjadi leluasa beribadah dan melakukan aktivitas kebaikan lainnya.

Sesungguhnya, Allah Swt. pun sangat menyukai kebersihan dan keindahan. Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. itu suci dan menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan. Oleh karena itu, bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR Tirmidzi).

9. Tidak menghiasi rumah dengan patung dan lukisan makhluk bernyawa.

Rumah yang menjadi tempat kita dan keluarga bernaung tentunya diharapkan menjadi bangunan yang senantiasa mendapat rahmat dan karunia Allah Taala. Oleh karenanya, kita harus berusaha menghindari hal-hal yang bisa menghalangi datangnya rahmat dan berkah Allah ke rumah kita. Di antaranya, tidak menghiasi rumah kita dengan patung atau lukisan makhluk bernyawa, karena malaikat tidak akan memasukinya. Ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar bernyawa.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Ibnu Hibban).

Jangan sampai malaikat tidak memasuki rumah kita karena ada patung dan lukisan makhluk bernyawa. Sesungguhnya, malaikat akan membawa kebaikan, selalu mendoakan kebaikan, dan turut memohonkan ampunan terhadap berbagai dosa kita.

Khatimah

Islam dengan sangat rinci dan detil mengajarkan keluarga muslim cara mengelola rumahnya sesuai tuntunan syariat. Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Akan tetapi, rumah juga tempat menimba ilmu, merawat dan membesarkan anak-anak, serta tempat menggembleng diri dan anak-anak kita agar menjadi generasi yang selalu menjaga dan memperjuangkan Islam. Oleh karenanya, kita harus terus berusaha agar rumah benar-benar menjadi tempat yang sarat kebaikan dan selalu dinaungi keberkahan. Dengan demikian, kita akan selamat di dunia dan akhirat. Wallahualam bissawab. [News/YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *