Penulis: Najmah Saiidah
Muslimah News, KELUARGA — Berkeluarga adalah menyatukan dua insan yang memiliki tujuan, visi, dan misi sama untuk menjalani hidup bersama dalam ikatan pernikahan. Islam sebagai din yang sempurna memiliki konsep mengenai keluarga dengan sangat khas dan istimewa. Keluarga bahkan memiliki peran utama yang tidak bisa dianggap remeh. Dari sanalah dasar pembentukan karakter anak akan terbentuk. Keluarga adalah tempat pertama dan utama seseorang dididik dan dibesarkan.
Agar pernikahan yang dijalani membawa pada tujuan, visi, dan misi yang diharapkan Islam, ideologi Islam harus dijadikan dasar dan fondasi bagi institusi kecil ini. Ideologi Islam harus menjadi pijakan dasar bagi pasutri, kemudian akan ditanamkan kepada anak-anaknya.
Apalagi dalam situasi hari ini, ideologi kapitalisme demikian mencengkeram negeri ini. Ancaman ideologi sosialisme-komunisme juga masih terus mengintai keluarga muslim dari berbagai sisi. Oleh karena itu, setiap muslim harus terus waspada terhadap bahaya kedua ideologi ini.
Di sinilah pentingnya orang tua untuk terus mengkaji Islam dan menanamkan ideologi Islam sejak dini kepada anak-anaknya agar mereka tidak terjebak pada kapitalisme ataupun sosialisme-komunisme yang dikemas “sangat apik” oleh musuh-musuh Islam.
Pentingnya Penanaman Ideologi Islam dalam Keluarga
Keluarga berperan strategis dalam proses pendidikan anak, bahkan umat manusia. Keluarga lebih kuat pengaruhnya dari sendi-sendi yang lain. Pasalnya, sejak masa awal kehidupannya, seorang manusia lebih banyak mendapatkan pengaruh dari keluarga. Ini karena waktu yang dihabiskan di dalam keluarga lebih banyak daripada di tempat-tempat lain.
Pada hakikatnya, pendidikan dalam keluarga merupakan pendidikan sepanjang hayat. Pembinaan dan pengembangan kepribadian, serta penguasaan tsaqafah Islam dilakukan melalui pengalaman hidup sehari-hari dan dipengaruhi oleh sumber belajar dalam keluarga, terutama orang tua.
Keluarga adalah madrasah, tempat anggota keluarga belajar, terutama pendidikan yang dilakukan orang tua kepada putra-putrinya. Allah Swt. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS At-Tahrim [66]: 6).
Oleh karena itu, orang tua harus memberikan pembelajaran dan pendidikan Islam agar anggota keluarga menjadi orang-orang berilmu dan bertakwa. Anak-anak harus menjadi pribadi saleh, tidak hanya pintar secara intelektual agar menjadi penyejuk pandangan dan hati kedua orang tua dan masyarakatnya.
Pendidikan Islam sejak dini dalam keluarga akan tertanam kuat di dalam diri seorang anak. Pengalaman hidup pada masa awal kehidupan manusia akan membentuk ciri-ciri khas dalam tubuh maupun pemikiran. Bisa jadi tidak ada yang dapat mengubahnya sesudah masa itu.
Oleh karenanya, penanaman ideologi Islam harus dimulai sejak dini kepada anak-anak kita. Dengan demikian, mereka akan menjadikan ideologi Islam sebagai bekal dan pijakan mengarungi kehidupannya. Orang tua pun harus terus belajar dan menyampaikan Islam hingga akhir hayat kepada anak-anak saat membersamai pertumbuhan mereka. Dengan begitu, mereka selalu menjadikan ideologi Islam sebagai landasan berperilaku untuk mengarahkan kecenderungan mereka. Selanjutnya, akan terbentuk syahsiah islamiah (kepribadian islami) yang mumpuni.
—
Untuk mencapai hal itu, ada beberapa hal yang bisa orang tua upayakan.
1. Menanamkan akidah Islam sejak dini.
Islam mengajarkan kepada kita agar menjadikan akidah Islam sebagai benteng yang melindungi keluarga dari pemikiran-pemikiran dan ideologi kufur yang bertentangan dengan Islam, seperti kapitalisme dan sosialisme-komunisme. Dengan demikian, akan terwujud iman yang kukuh dalam diri anggota keluarga muslim. Ini akan melindungi mereka dari berbagai pemikiran, budaya, dan gaya hidup kufur yang rusak dan merusak yang disodorkan ideologi kufur tersebut.
Menanamkan akidah Islam sejak dini kepada anak-anak adalah tugas utama orang tua. Tentu agar terwujud keimanan yang kukuh pada diri mereka. Orang tua sangat berpengaruh terhadap tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama pada diri anak-anak. Rasulullah saw. bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikan dirinya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR Bukhari).
Dengan iman yang kuat, setiap anggota keluarga akan memahami tujuan hidupnya, yakni semata untuk beribadah kepada Allah Taala. Mereka tidak mudah terbujuk oleh segala sesuatu yang Allah melarangnya.
Selain itu, dengan ditanamkan akidah, anak akan mengenal dengan benar Allah, Sang Pencipta dan Pengatur, juga Nabi Muhamad saw. sebagai utusan Allah, serta mencintai Al-Qur’an dan meyakini seluruh isinya.
—
2. Menjelaskan bahwa hanya ideologi Islam yang benar.
Orang tua harus menjelaskan kepada anak-anaknya bahwa ideologi Islam adalah istimewa. Ini karena hanya Islam ideologi yang benar yang bersumber dari wahyu Ilahi. Islam datang dari Al-Khalik, Al-Mudabbir, Sang Penggenggam jagat raya beserta isinya.
Ideologi Islam merupakan jalan terang yang telah Allah berikan dan mendapat jaminan langsung dari-Nya. Ini berbeda dengan ideologi lain, yaitu kapitalisme dan sosialisme-komunisme yang merupakan buatan manusia, hanya berlandaskan hawa nafsu, dan pastinya lemah serta terbatas. Allah Swt. telah menjelaskan bahwa hanya hukum-Nya yang baik (lihat QS Al-Maidah [5]: 50).
—
3. Mengungkapkan fakta sejarah bahwa ideologi Islam menyejahterakan umat manusia.
Orang tua juga harus mengungkap keunggulan ideologi Islam secara faktual kepada anak-anak sehingga mereka makin yakin. Sesungguhnya, ideologi Islam telah menorehkan tinta emas sejarah peradaban umat manusia ketika diterapkan selama berabad-abad lamanya. Banyak bukti historis menunjukkan kemajuan peradaban Islam, mulai dari bidang politik, ekonomi, hingga sains dan teknologi.
Islam mampu menyejahterakan, memberikan rasa nyaman, dan kebahagiaan bagi umat manusia. Bahkan, peradaban Islamlah yang memberikan sumbangsih besar atas kemajuan Barat saat ini. Robert Briffault dalam The Making of Humanity menyatakan, “Seluruh segi kemajuan peradaban di Eropa secara pasti dapat ditelusuri akarnya dari peradaban Islam. Peradaban Islamlah yang telah menghidupkan energi yang menggerakkan peradaban modern.”
—
4. Menjelaskan bahwa ideologi kapitalisme dan sosialisme bertentangan dengan Islam dan harus ditolak.
Orang tua harus menjelaskan bahwa ideologi selain Islam adalah ideologi yang bertentangan dengan Islam sehingga harus ditolak. Jelaskan juga bahwa kapitalisme dan sosialisme-komunisme adalah ideologi yang rusak dan cacat dari akarnya, serta tidak sesuai dengan akal dan fitrah manusia.
Kapitalisme lahir dari akidah sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, serta menjadikan manfaat sebagai asasnya. Kebebasan menjadi hal yang diagung-agungkan oleh ideologi ini dan materi menjadi tujuannya. Ini semua yang menjadi biang keladi kerusakan yang terjadi di tengah umat Islam saat ini. Fakta-fakta yang menimpa umat Islam saat ini pun menjadi bukti tidak terbantahkan yang harus dijelaskan orang tua kepada anak-anaknya.
Jelaskan pula cacatnya sosialisme-komunisme. Ideologi ini meniadakan peran Sang Pencipta dalam kehidupan manusia, serta tidak mengakui kehidupan sebelum dan sesudah dunia. Ini menjadi bukti bahwa ideologi ini tidak sesuai dengan akal dan fitrah manusia karenanya harus ditolak.
—
5. Membiasakan anak terikat syariat Islam.
Anak harus dikenalkan dengan syariat Islam sejak dini. Nabi saw. bersabda, “Perintahlah anak-anakmu agar mendirikan salat tatkala mereka telah berumur tujuh tahun, dan pukullah karena meninggalkannya tatkala mereka telah berumur sepuluh tahun.”
Anak harus mulai diajari dan dibiasakan menjalankan salat dan ibadah lainnya. Jelaskan pula tentang ahkaamul-khamsah, diiringi dengan mengenalkan hukum-hukum syariat lainnya, seperti cara berpakaian sesuai syariat, larangan mencuri, mengambil hak orang lain, dan sebagainya.
Demikian halnya yang berkaitan dengan akhlak, seperti berbakti kepada orang tua, sayang kepada orang lain, jujur, berani karena benar, bersabar, tekun bekerja, dan sebagainya. Makan menggunakan tangan kanan, berdoa sebelum dan sesudah makan, menjaga kebersihan, mengucapkan salam, tidak menyakiti hewan, dan sebagainya merupakan adab dalam Islam yang juga harus diajarkan.
—
6. Membiasakan anak menghadiri majelis ilmu hingga mereka paham Islam kafah.
Saat ini, pemikiran dan pemahaman yang lahir dari ideologi kapitalisme terus disebarkan dengan bahasa yang indah, padahal itu semua adalah racun berbalut madu. Oleh karenanya, penting bagi keluarga muslim untuk membina diri dengan pemahaman dan tsaqafah Islam. Dengan itu, mereka tidak akan mudah terjebak kepada pemikiran dan perilaku menyimpang.
Langkah yang paling mudah untuk mewujudkan ini semua adalah dengan istikamah menghadiri majelis-majelis ilmu yang mengajarkan Islam kafah, lalu dipahami dan didakwahkan ke tengah umat. Ini semua akan menjadi benteng yang kokoh agar tetap teguh di jalan Islam.
Butuh Sistem Politik yang Kondusif
Akhirnya, hal penting lainnya yang tidak bisa diabaikan dalam penanaman ideologi Islam kepada keluarga adalah adanya peran sistem yang mendukung. Bagaimanapun kuatnya orang tua memproteksi keluarga dengan ide-ide Islam dan pembinaan intensif kepada anak-anaknya, jika sistem yang berlaku di tengah kehidupan keluarga itu tidak menggunakan aturan-aturan Islam, bangunan keluarga yang kokoh itu sulit bertahan.
Gempuran dari luar akan senantiasa mengadang. Bisa berupa pemikiran-pemikiran yang bertentangan yang bisa memengaruhi perilaku dan moral anggota keluarga, maupun rintangan berupa kesulitan ekonomi yang berdampak pada sulitnya pemenuhan kebutuhan fisik dan nonfisik anggota keluarga. Dari sini bisa muncul tindak kriminalitas dan penyimpangan sosial lainnya.
Oleh karena itu, penataan kehidupan yang benar terhadap semua urusan masyarakat sangat diperlukan. Dengan sistem politik Islam, semua ini bisa terwujud. Sistem politik Islam mampu menyolusi semua persoalan, baik persoalan individu, keluarga, maupun masyarakat.
Sistem Islam mampu membendung serangan musuh-musuh Islam dan menjaga masyarakat agar tetap dalam keimanan dan tatanan yang sesuai aturan Islam. Hal ini dilakukan dengan penerapan aturan Islam secara kafah sehingga tercipta tatanan masyarakat yang baik, damai, dan sejahtera yang dipenuhi ampunan dan rida Allah Taala.
Di bawah naungan syariat Islam, beban orang tua akan ringan. Negara akan menyediakan pendidikan islami yang berkualitas secara cuma-cuma sehingga membendung semua ideologi rusak agar tidak masuk ke tengah umat.
Dengan demikian, mari seluruh keluarga muslim yang diberkahi Allah Swt., kuatkan tekad dan bergandengan tangan, bersama kita mengembalikan tegaknya aturan Islam sehingga tercapai kebahagiaan hakiki dalam naungan Khilafah Islamiah. Wallahualam bissawab. [MNews/YG]
Sumber: alwaie[dot]net
