Penulis: Ratu Erma Rachmayanti
Muslimah News, NAFSIYAH — Ananda aktivis yang Bunda hormati dan cintai, ingatlah, kemampuan kalian yang paling hebat adalah kekuatan berpikir untuk memahami hal yang salah dan benar. Jagalah keistimewaan ini. Jangan tertipu oleh trik politik pemerintah dan media sekuler yang menyiarkan kebohongan demi kebohongan terhadap ajaran Islam yang kita cintai.
Aktivis muslimah rahimakumullah. Kami tahu, betapa hebat tekanan yang kalian hadapi agar tidak terseret dalam gaya hidup liberal yang mendominasi rekan-rekan kalian. Kami pun memahami betapa beratnya kalian menolak tawaran semu kesejahteraan yang ditawarkan sistem ekonomi kapitalis. Beratnya menahan arus modernisasi dan era reformasi digital yang dibanjiri iming-iming kemajuan. Bahkan, kalian mungkin juga takut berdiri sebagai orang yang berbeda dengan orang lainnya di sekitar kalian karena keyakinan terhadap Islam.
Namun ketahuilah, bahwasanya kebenaran tidak pernah diciptakan untuk berbaur dengan kebatilan. Kalian tidak pernah digariskan agar melebur ke dalam lingkungan, melainkan untuk menjadi laksana bintang-bintang terang yang tampak jelas di langit malam nan gelap dan sinarnya menjadi petunjuk arah bagi petualang yang tersesat.
Keimanan yang kalian bawa ke mana pun pergi akan membentuk kalian menjadi pemimpin, bukan pengekor orang-orang di sekitar kalian. Kalianlah pemimpin yang menjadi trend center, penentu yang hak. Kalian pemimpin pemikir yang menyuarakan kebenaran, berakhlak mulia, dan berperilaku moral yang tinggi. Pemimpin yang peduli terhadap kemanusiaan dan berani melawan penindasan.
Kalian mampu menghasilkan transformasi besar untuk memperbaiki kehidupan di tengah masyarakat. Sejatinya, perubahan ini tidak dapat dicapai, kecuali dengan kembalinya Islam sebagai jalan hidup melalui penegakan khilafah. Tugas mulia ini berada di bahu-bahu kalian.
Terakhir, Bunda mengingatkan, bahwa semua manusia telah berjanji dan bersaksi kepada Allah Swt. sejak di alam rahim. Ketika Allah Swt. bertanya kepada janin,
وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا۟ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ َ
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Janin menjawab, “Benar, Engkau Tuhan kami. Kami bersaksi.”
Kemudian, Allah Swt. menjelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahqaf ayat 13,
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُون
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka tetap istikamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati.”
Bunda yakin, kalian pasti bisa dan mampu mengemban amanah ini, menjadi duta Islam politik harapan umat. Mudah-mudahan Allah Swt. memberikan kekuatan bagi kita semua dan menyegerakan pertolongan-Nya berupa tegaknya Islam dalam naungan Khilafah. [MNews/IA-YG]
*Disampaikan pada Kongres Muslimah Muda (KMM) 2023. “Islam & Empowering Girls: Jadikan Hidup Sejahtera Mulia”, Ahad (29-10-2023).
