[Nafsiyah] Penyesalan Terbesar Orang Kafir

[Nafsiyah] Penyesalan Terbesar Orang Kafir

Muslimah News, NAFSIYAH — Kafir penjajah (Isra*l) belum juga menghentikan serangan ke P4lestina. Mereka begitu congkak menganggap diri sebagai negara kuat yang berambisi menjadikan P4lestina rata dengan tanah dan berdebu. Sesungguhnya, akhir hidup mereka setelah kematian penuh hal yang mengerikan. Tidakkah mereka menyesal?

Allah Taala berfirman, “Orang-orang yang kafir itu sering kali (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim. Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS Al-Hijr: 2–3).

Ibnu katsir dalam tafsirnya mengatakan, bahwa orang-orang kafir di akhirat kelak akan menyesali kekafiran mereka selama di dunia. Mereka hanya bisa berharap seandainya saja mereka menjadi orang-orang muslim ketika di dunia.

Pada surah yang lain, Allah Taala berfirman, “Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, ‘Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.’” (QS Al-An’am: 27).

Penyesalan Orang Kafir

Firman Allah, “Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (wahai orang kafir) tentang siksa yang dekat. Pada hari manusia melihat segala hal yang telah diperbuat oleh kedua tangannya. Dan orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan dahulu aku hanyalah tanah.’” (QS An-Naba: 40).

Pada hari itu orang kafir berharap seandainya dirinya sewaktu di dunia berupa tanah, bukan makhluk dan tidak dikeluarkan ke alam wujud. Hal itu terjadi saat mereka menyaksikan azab dari Allah Taala di hadapannya dan mereka melihat semua perbuatan kerusakan, juga dosa yang telah dicatat oleh para malaikat. Menurut pendapat lain, sesungguhnya orang kafir itu berandai-andai menjadi tanah. Allah Taala berfirman kepada mereka, ‘Jadilah kamu tanah!’ Maka, semuanya kembali menjadi tanah. Dan saat itulah orang kafir berkata, ‘Alangkah baiknya andaikan dahulu aku hanyalah tanah’, yaitu menjadi hewan yang akhirnya dikembalikan menjadi tanah. (Tafsir Ibnu Katsir, hlm. 314).

Orang-orang kafir sebenarnya menzalimi diri mereka sendiri. Mereka memohon agar azabnya ditangguhkan dan memohon supaya Allah Taala memberikan kesempatan agar mereka di kembalikan ke dunia. Sebagaiman firman Allah Taala, “Berikanlah (Muhammad) peringatan kepada manusia tentang hari (ketika) azab datang kepada mereka. Maka, (ketika itu) orang-orang yang zalim berkata, “Ya Tuhan Kami, tangguhkanlah (azab) kami (dan kembalikanlah kami ke dunia) walaupun sebentar, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan akan mengikuti rasul-rasul.” (Kepada mereka dikatakan), “Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?” (QS Ibrahim: 44).

Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, orang kafir meminta kembali ke dunia untuk memenuhi seruan-Nya. Seruan yang benar sehingga mereka bisa beriman kepada Allah Taala dan tidak menyekutukan dengan sesuatu apa pun. Inilah penyesalan terbesar mereka. (Tafsir Ath-Thabari hlm. 35).

Penyesalan tinggallah penyesalan, karena Allah Taala tidak akan mengembalikan mereka ke dunia. Dahulu di dunia, Allah telah memberikan waktu yang lama, kesempatan yang sangat banyak, dan peringatan berulang kali. Namun, mereka tidak mau mengikuti aturan-Nya.

Orang-orang kafir akan mendekam di neraka selamanya. Firman-Nya, “Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan (yaum al-hasrah), (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS Maryam: 39).

Saat ini mereka (orang-orang kafir) masih bisa tersenyum dan tertawa lepas melihat penderitaan kaum muslim. Namun, akhir kehidupan mereka akan berada di neraka untuk mendapatkan siksaan dan azab yang pedih dari Allah Taala.

Semoga berbagai ayat di atas juga menjadi pengingat bagi kita (kaum muslim) untuk memanfaatkan kesempatan hidup di dunia dengan benar. Caranya dengan terus beramal saleh, tidak menyelisihi aturan-Nya, dan berupaya memperjuangkan agar Islam kafah diterapkan di muka bumi. Wallahualam bissawab. [MNews/Rndy-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *