Peluklah Anak Anda Sekarang

Peluklah Anak Anda Sekarang

Penulis: Ustaz Iwan Januar

Muslimah News, KELUARGA — Kapan Anda terakhir memeluk anak? Memeluk adalah ekspresi kasih sayang. Memeluk begitu simpel. Anda akan merasakan kepolosan dan kegembiraan mereka, sedangkan anak akan merasakan bahwa ia dilindungi dan disayangi tanpa syarat dari orang tuanya.

Memeluk amat penting bagi kehidupan kita dan anak-anak. Dengan memeluk, otak akan terstimulasi untuk memproduksi hormon oksitosin yang mampu memberikan perasaan tenang pada anak, serta mengurangi racun dari zat berbahaya di otak sehingga dapat menambah ketenangan dan kebahagiaan pada anak.

Nabi Muhammad saw. mencontohkan sebagai sosok ayah dan kakek yang demikian dekat dan ekspresif dalam menyayangi anak-anak. Terdapat riwayat sahih yang menceritakan Rasulullah saw. menggendong cucunya yang bernama Umamah bin Abi al-Ash, putri Zaynab ra. saat salat, atau bermain kuda-kudaan dengan Hasan dan Husain ra., serta tidak lupa beliau saw. selalu mendoakan mereka.

—

Terkadang kita melupakan pentingnya arti pelukan bagi anak-anak. Banyak orang tua yang merasa memeluk anak adalah hal biasa, bahkan hampir dianggap tidak berarti. Nyatanya bagi anak, salah satu cara yang bisa mereka pahami bahwa mereka disayangi dan dilindungi oleh orang tua mereka adalah melalui pelukan.

Pernahkah Anda perhatikan saat ayah dan bundanya baru pulang, anak-anak akan berhamburan menghampiri Anda sambil mengembangkan tangannya, bahkan mereka sering langsung memeluk kaki Anda atau minta digendong? Bagi mereka, berpisah dua atau tiga jam sudah terasa lama, walaupun mungkin itu waktu yang amat sebentar bagi orang dewasa.

Peluklah mereka sekarang karena akan tiba masanya mereka sudah tidak mungkin lagi Anda peluk. Saat mereka menjelang akil balig, kemandiriannya sudah tumbuh, kebutuhan mereka akan pelukan sudah berkurang. Jangankan Anda peluk, diantar ke sekolah pun mereka sudah merasa enggan.

Orang tua patut merasa berduka ketika pulang ke rumah, tetapi anak-anak tidak mau menghampirinya. Bisa jadi itu pertanda ada ikatan emosional dan kasih sayang yang mengendur. Akibatnya, anak lebih memilih menempel dengan pengasuhnya atau mainannya.

Ketika itu terjadi, Anda merasa berduka atau biasa-biasa saja? Atau justru merasa senang ketika si kecil tidak menghampiri dan tidak minta dipeluk serta ditemani? Senang karena Anda terbebas dari beban harus mengajaknya bermain, Anda bisa kembali membuka laptop atau gadget untuk melihat pekerjaan kantor atau urusan dakwah tanpa terganggu oleh si kecil.

Semoga itu bukan pertanda yang disebut oleh Nabi saw. kepada sebagian umatnya,

وَامْلِكُ إِنْ كَانَ اللَّهُ نَزَعَ مِنْكُمُ الرَّحْمَةَ

“Apakah dayaku, kalau Allah telah mencabut dari hatimu rasa kasih sayang.” (HR Muttafaq ‘alaihi). [MNews/YG]

Sumber artikel: iwanjanuar[dot]com

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *