[Nafsiyah] Level Ujian Pengemban Dakwah

[Nafsiyah] Level Ujian Pengemban Dakwah

Penulis: Ustaz Doni Riwayanto

Muslimah News, NAFSIYAH — Jika anda pernah mendapati hambatan dakwah yang bersumber dari orang kafir, maka itu adalah ujian terendah dalam dakwah.

Rasulullah Muhammad saw. saat melalui fase dakwah di Makkah, beliau mendapatkan hambatan dakwah dari kafir Quraisy, maka begitupun para penerusnya. Diadang oleh orang kafir adalah hal biasa. Ujian level pertama.

Setelah diamanahi kedaulatan oleh Allah di Madinah, Rasul saw. dan para sahabat mendapatkan ujian dakwah lebih tinggi, yaitu menghadapi orang munafik. Begitupun para penerus tugas Nabi, akan mendapati hambatan kedua ini. Inilah ujian level dua.

Metode menghadapi orang munafik berbeda dengan menghadapi orang kafir karena secara lahiriah mereka muslim. Namun, aktivitas mereka memusuhi Islam, maka tetap harus memperlakukan mereka sebagai muslim, tetapi dengan kewaspadaan ekstra.

Ujian berikutnya adalah menghadapi sesama muslim yang pada dasarnya mereka bukan munafik, tetapi masih bodoh sehingga tanpa sadar menghambat dakwah saudaranya. Ini level tiga. Cara menghadapinya? Tentu harus lebih sabar dari menghadapi orang munafik.

Adakah yang lebih tinggi? Ada! Yaitu menghadapi sesama muslim sesama pengemban dakwah yang berbeda pemahaman dalam batas mubah. Tidak jarang perbedaan pemahaman itu memunculkan friksi dan hambatan dakwah.

Ini adalah level ujian tertinggi. Setidaknya itu yang pernah penulis ketahui, boleh jadi nanti akan ada yang lebih tinggi lagi.

Tentu metode menghadapi ujian jenis ini sangat berbeda dengan metode menghadapi orang kafir, orang munafik, atau orang bodoh.

Makin tinggi ujian, menuntut sikap kedewasaan dan kecerdasan yang lebih untuk bisa menyolusinya.

Semoga Allah memberikan kepada kita kemampuan untuk mengatasi segala ujian tersebut. Semoga ujian-ujian tersebut makin meningkatkan keimanan, kedewasaan, dan kecerdasan kita. Sehingga dengannya, menjadikan kita makin dekat dengan Allah. Wallahualam. [MNews/YG]

Sumber: t.me/doniriw_channel

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *