Muslimah Mews, NASIONAL — Mengutip nasihat Orhan kepada Murad (khalifah di masa Utsmaniyah), cendekiawan muslim Ustadz Ismail Yusanto (UIY) mengatakan, tidak ada satu pun nikmat dunia yang layak dipertukarkan dengan nikmat akhirat.
“Jikalau engkau menggunakan kaca mata akhirat maka sungguh tidak ada satupun nikmat dunia yang layak dipertukarkan dengan nikmat akhirat yang dijanjikan Allah Swt.,” ungkapnya di acara Teman Berbuka:” Nikmat Akhirat Tak Tertandingi”, melalu kanal Khilafah Chanel Reborn Kamis (6-4-2023).
UIY menyampaikan, baginda Rasulullah saw. memberikan perbandingan yang luar biasa tentang yang bisa dinikmati di dunia ini dengan yang bakal dirasakan di akhirat. “Tidaklah nikmat di dunia ini dibandingkan dengan nikmat akhirat, kecuali seperti seorang yang mencelupkan ujung jari tangannya itu ke tengah lautan, lalu perhatikan apa yang bersisa pada ujung jari itu,” ucapnya menukil hadis Rasulullah.
UIY memberikan permisalan tentang nikmat yang dirasakan oleh orang terkaya di muka bumi ini, yaitu Elon Musk yang memiliki harta 3.890 triliun. “Andai kita ini punya kekayaan sebanyak itu, maka tetap saja tidak pernah lebih dari air yang menetes dari ujung jari. Faktanya kita tidak punya uang atau harta sebanyak itu. Artinya semua yang kita miliki itu jauh lebih sedikit daripada air yang menetes dari ujung jari. Sedangkan, nikmat akhirat itu seluas samudra dan seisinya,” tamsilnya.
Oleh karena itu, lanjutnya, sungguh sangat merugi orang yang mengorbankan nikmat akhirat yang banyak dan abadi untuk sekedar meraih nikmat dunia yang sangat sedikit.
“Apalagi, senikmat apa pun kenikmatan yang kita bisa rasakan di muka bumi ini tetap saja dibatasi oleh umur kita. Yang punya kuasa dibatasi dengan kekuasaannya, yang sehat akan dibatasi dengan sakitnya. Semua akan berakhir dengan kematian. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memastikan bahwa apa yang kita jalani di dunia ini tidaklah berakibat mengorbankan nikmat yang banyak di akhirat,” ujarnya mengingatkan.
Iman dan Takwa
UIY menegaskan bahwa hanya ada satu jalan untuk bisa meraih kenikmatan akhirat yang banyak dan abadi itu, yaitu dengan iman dan takwa kepada Allah Swt..
“Oleh karena itulah, semestinya semua yang kita nikmati itu tidak boleh keluar dari iman dan takwa, apalagi mengorbankan iman dan takwa,” tambahnya.
Namun, UIY menyayangkan, pada faktanya sebagian besar penduduk dunia ini mereka mengorbankan iman dan takwa hanya untuk meraih kekayaan dunia tanpa mengindahkan halal haram.
Terakhir UIY memberikan nasihat agar selalu menggunakan kacamata akhirat dalam memandang dunia sehingga tidak mudah terpikat dengan apa yang ada di dunia ini.
“Puasa mengingatkan kepada kita untuk selalu menjaga iman dan takwa kepada Allah Swt. agar selamat dalam menjalani hidup di dunia hingga akhirat nanti,” pungkasnya. [MNews/IA]
