[Kabar] IJM: Salut kepada Warga Aceh yang Tetap Menerima Pengungsi Rohingya

[Kabar] IJM: Salut kepada Warga Aceh yang Tetap Menerima Pengungsi Rohingya

Muslimah News, NASIONAL—Sejumlah 184 warga Rohingya masuk ke wilayah perairan Peureulak, tepatnya di desa Matang Peulawi, Aceh Timur, Selasa (28-3-2023) dini hari.

Kedatangan mereka sempat membuat gaduh warga setempat dalam Ramadan ini. Pasalnya, tamu tidak diundang ini datang menggunakan sebuah kapal motor.

Namun, setelah penumpangnya diturunkan kapal tersebut kembali ke laut lepas. Hingga kini belum diketahui identitas kapal motor yang mengantarkan mereka. Diantara 184 orang, 70 orang wanita dan 20 orang anak kecil.

Sayangnya, imingran yang diyakini pengungsi ini, tidak seorang pun yang bisa berbahasa Indonesia, sehingga sulit untuk dimintai keterangan, tetapi kondisinya terlihat sehat bugar.

Untuk sementara imigran ini ditampung di masjid desa Matang Peulawi. Untuk kebutuhan makanan sementara dibantu ala kadarnya oleh warga setempat.

Salut

Menanggapi pengungsi Rohingya yang datang ke Aceh, Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana menyatakan salut kepada warga Aceh yang bisa menerima pengungsi tersebut.

“Saya salut kepada kaum muslim di Aceh yang tetap bisa menerima saudara-saudara kita dari Rohingya yang membutuhkan ruang hidup. Semoga anda mendapatkan balasan yang baik di hadapan Allah Swt. dan ini akan menjadi saksi anda di hadapan Allah bahwa anda telah membantu saudara muslim dari Rohingya,” ungkapnya kepada MNews, Ahad (2-4-2023).

Agung prihatin, gelombang pengungsi Rohingya yang datang ke Aceh yang ia yakini muslim itu terus berulang tanpa ada solusi

“Kita ketahui bahwa muslim Rohingya mengalami kezaliman secara fisik yang sudah terjadi dalam waktu yang panjang dan tidak ada penyelesaian hingga hari ini. Ruang yang bisa dilakukan oleh kaum muslim Rohingya hari ini, ya pengungsian, mengungsi,” ucapnya sedih.

Dengan segala keterbatasan warga Aceh, sambungnya, mereka hanya bisa menampung pengungsi tersebut.

“Namun pertanyaannya, apakah ini bisa diselesaikan dengan gaya penyelesaian yang tidak menuntaskan? Ruang hidup buat muslim Rohingya yang terus tertekan membuat mereka harus mencari ruang hidup yang lain,” ungkapnya prihatin.

Agung menyesalkan, PBB, aktivis HAM, penguasa muslim yang ada di sekitar Rohingya seperti Indonesia, Malaysia, Brunei tidak berbuat apa-apa sehingga kasus ini berlarut-larut.

Bisa Diselesaikan

Agung sangat yakin sebenarnya persoalan ini sederhana dan bisa diselesaikan. Syaratnya, membutuhkan keputusan politik dari institusi yang betul-betul kuat secara politik yang mampu mengarahkan tentara untuk menyelesaikan masalah ini yang memiliki kewibawaan internasional untuk menyelesaikan masalah ini.

“Di sinilah kita paham, kita membutuhkan institusi Khilafah Islamiah dalam waktu segera agar kasus-kasus di Rohingya juga di tempat lain yang kaum muslim mengalami penindasan secara fisik, seperti di Xinjiang, Suriah, dan Palestina ini segera bisa dibebaskan. Dengan itu mereka memiliki ruang hidup yang layak, dan kemudian mereka bisa beribadah dengan baik, khusyuk, dan terus menata diri untuk selalu dekat kepada Allah Swt.,” tandasnya.

Terakhir, Agung menekankan, pentingnya berjuang sungguh-sungguh untuk menegakkan Khilafahagar masalah pengungsian dan juga masalah lain yang menimpa kaum muslim segera bisa diselesaikan. [MNews/IA]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *