[Fikrul Islam] Nilai Utama dan Orientasi Strategis Organisasi

[Fikrul Islam] Nilai Utama dan Orientasi Strategis Organisasi

Penulis: M. R. Kurnia, dkk.

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Di atas strategi korporasi, sebenarnya terdapat nilai-nilai utama yang memandu arah organisasi. Disebut nilai utama sebab ia menjadi sandaran utama yang akan memayungi semua aktivitas organisasi.

Karena dalam perspektif Islam, keberadaan manajemen organisasi dipandang pula sebagai suatu sarana untuk memudahkan implementasi Islam dalam kegiatan bisnis organisasi tersebut, maka nilai-nilai Islam inilah sesungguhnya nilai utama organisasi yang menjadi payung strategis hingga taktis seluruh aktivitas organisasi. Nilai-nilai Islam ini pula yang membuat orientasi strategis organisasi tidak melulu mengejar keuntungan duniawi saja serta abai pada pencapaian keberkahan Allah Swt..

Dengan perspektif Islam, orientasi strategis sebuah organisasi tidak lain adalah pencapaian empat hal utama sebagai sasaran jangka panjang, yakni:

(1). Target hasil: profit-materi dan benefit nonmateri.

(2). Pertumbuhan yang artinya terus meningkat.

(3). Keberlangsungan dalam kurun waktu selama mungkin.

(4) Keberkahan atau keridaan Allah.

Target Hasil: Profit-Materi dan Benefit-Nonmateri

Tujuan organisasi harus tidak hanya untuk mencari materi/profit (qimah madiyah atau nilai materi) setinggi-tingginya. Namun juga harus dapat memperoleh dan memberikan benefit (keuntungan atau manfaat) nonmateri kepada internal organisasi dan eksternal (lingkungan), seperti terciptanya suasana persaudaraan, kepedulian sosial, dan sebagainya.

Memang benefit tidaklah semata memberikan manfaat kebendaan, melainkan juga dapat bersifat nonmateri. Hal ini dapat terjadi karena tujuan atau nilai sebuah perbuatan (qimah amal) dalam perspektif Islam tidak melulu berorientasi materi (madiyah).

Islam memandang bahwa tujuan atau nilai suatu amal perbuatan tidak hanya berorientasi pada qimah madiyah. Masih ada tiga orientasi lainnya yakni qimah insaniyah, qimah khuluqiyah, dan qimah ruhiyah. Dengan orientasi qimah insaniyah, berarti pengelola organisasi juga dapat memberikan manfaat yang bersifat kemanusiaan melalui kesempatan kerja, bantuan sosial (sedekah), dan bantuan lainnya.

Qimah khuluqiyah mengandung pengertian bahwa nilai-nilai akhlakul karimah (akhlak mulia) menjadi suatu kemestian yang harus muncul dalam setiap aktivitas pengelolaan organisasi sehingga dalam organisasi tercipta hubungan persaudaraan yang islami, bukan sekadar hubungan fungsional atau profesional. Sementara itu, qimah ruhiyah berarti perbuatan tersebut dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam setiap amalnya, seorang muslim selain harus berusaha meraih qimah yang dituju, upaya yang dilakukan itu juga haruslah sesuai dengan aturan Islam dengan kata lain ketika melakukan suatu aktivitas harus disertai dengan kesadaran hubungannya dengan Allah.

Jadi, amal perbuatannya bersifat materi, sedangkan kesadaran akan hubungannya dengan Allah ketika melakukan setiap perbuatan dinamakan dengan ruh. Inilah yang dimaksud dengan menyatukan antara materi dengan ruh. Inilah juga yang dimaksud bahwa setiap perbuatan muslim adalah ibadah.

Pertumbuhan

Jika profit/materi dan benefit nonmateri telah diraih sesuai target, organisasi akan mengupayakan pertumbuhan atau kenaikan terus menerus dari setiap profit/materi dan benefit-nya itu. Hasil organisasi akan terus diupayakan agar tumbuh meningkat setiap tahunnya. Upaya penumbuhan ini tentu dijalankan dalam koridor syariat. Misalnya dalam meningkatkan jumlah produksi seiring dengan perluasan pasar, peningkatan inovasi sehingga sistem menghasilkan produk baru, dan sebagainya.

Keberlangsungan

Belum sempurna orientasi manajemen suatu organisasi bila hanya berhenti pada pencapaian target hasil dan pertumbuhan. Karena itu perlu diupayakan terus agar pertumbuhan target hasil yang telah diraih dapat dijaga keberlangsungannya dalam kurun waktu yang cukup lama. Sebagaimana upaya pertumbuhan, setiap aktivitas untuk menjaga keberlangsungan tersebut juga dijalankan dalam koridor syariat.

Keberkahan

Faktor keberkahan atau orientasi untuk menggapai rida Allah Swt. merupakan puncak kebahagiaan hidup manusia muslim. Bila ini tercapai, menandakan terpenuhinya dua syarat diterimanya amal manusia, yakni adanya elemen niat ikhlas dan cara yang sesuai dengan tuntunan syariat. Karenanya, para pengelola bisnis perlu mematok orientasi keberkahan yang dimaksud agar pencapaian segala orientasi di atas senantiasa berada dalam koridor syariat yang menjamin diraihnya keridaan Allah Swt.. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *