Melejitkan Ibadah Ramadan Remaja Muslim

Melejitkan Ibadah Ramadan Remaja Muslim

Penulis: Nabila Ummu Anas

Muslimah News, KELUARGA — Nabi Muhammad saw. bersabda, “Telah datang bulan Ramadan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan diikat, dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.“ (HR Ahmad).

Ramadan memang istimewa, setiap muslim merindukan bertemu dengannya. Bulan yang di dalamnya penuh keberkahan, menjadikan setiap muslim berlomba untuk melakukan ketaatan dengan berbagai aktivitas ibadah. Tidak terkecuali anak remaja kita, sebab mereka masih muda, dengan fisik yang masih kuat, seharusnya amal ibadah remaja pada bulan suci ini lebih melejit.

Ramadan, Bulan Ibadah

Amal ibadah yang dikerjakan pada Ramadan akan mendapatkan imbalan yang berlipat ganda dari Allah Swt.. Remaja muslim tidak boleh meremehkan sekecil apa pun amal saleh yang dilakukan pada bulan puasa ini. Semua aktivitas kebaikan yang sesuai tuntunan syariat akan dinilai sebagai amal ibadah di sisi Allah. Motivasi ibadah yang tinggi harus senantiasa digencarkan oleh orang tua atau keluarga kepada remaja muslim.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Taala berfirman (yang artinya), ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.’” (HR Bukhari dan Muslim).

Remaja muslim harus dipahamkan bahwa Ramadan ini adalah bulan ibadah, saat setiap muslim mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap gerak tubuhnya pada seluruh hari-harinya.

Mulai dari bangun tidur dini hari hingga tidur lagi setelah salat tarawih berjemaah akan penuh dengan amal ibadah. Orang tua harus mengajak remaja muslim untuk mengambil kesempatan ini. Atau mungkin remajalah yang mengawali perlombaan dalam setiap kebaikan pada hari-hari Ramadan ini.

Dari qiyamullail, sahur, salat shubuh berjemaah, salat syuruk dan duha, zikir pagi, membaca Al-Qur’an, salat sunah rawatib, memberi makan untuk orang berbuka puasa, doa saat berbuka puasa, sedekah harian, salat tarawih, dan lain sebagainya. Semua harus dilakukan dengan ikhlas dan gembira.

Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang puasa Ramadan dengan keimanan dan keikhlasan, telah diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang bangun pada lailatulkadar dengan keimanan dan keikhlasan, telah diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Makmurkan Masjid, Bukan Ramaikan Kafe-Kafe Malam!

Terlebih jika semua amal ibadah tersebut dikerjakan bersama-sama. Bisa bersama dengan keluarga ataupun bersama dengan teman-teman atau komunitas remaja. Dengan demikian, waktu muda remaja tidak diisi dengan amal sia-sia yang memuaskan kesenangan nafsu semata. Berkumpulnya remaja dalam rangka beribadah kepada Allah Swt., bukan main gim atau menongkrong bareng teman di kafe-kafe malam hari.

Ibadah Ramadan bisa dilakukan bersama teman-teman di masjid. Salat berjemaah, tadarus Al-Qur’an, iktikaf, bahkan majelis taklim remaja dilakukan dalam rangka memakmurkan masjid. Remaja muslim harus senantiasa didorong untuk beribadah di masjid sehingga remaja dan masjid harusnya menjadi suasana yang kental pada bulan Ramadan ini.

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS At-Taubah:18).

Atmosfer Ketaatan

Sungguh damai dan menenteramkan hati jika maraknya ibadah yang dilakukan kaum muslim pada bulan Ramadan ini bisa dirasakan umat di mana pun mereka berada. Atmosfer ketaatan meliputi setiap muslim tanpa kecuali. Termasuk ketakutan tergelincir kepada kemaksiatan senantiasa mengiringi kehidupan seorang muslim siapa pun dia.

Akan tetapi, sistem kehidupan sekuler telah menjadi penghalang kekhusyukan beribadah pada bulan suci ini. Belum lagi regulasi yang membatasi masjid dari dakwah Islam yang sejatinya akan mencerdaskan setiap muslim, termasuk remaja. Syiar Islam hanya dirasakan sesaat sebagai seremonial belaka, bukan esensi bertambahnya ketaatan dan meraih derajat takwa.

Hanya dalam sistem kehidupan yang menerapkan syariat Islam kafah di semua aspek kehidupan dalam naungan Khilafah Islamiah, kaum muslim dapat merasakan nikmatnya ibadah pada setiap detik Ramadan hingga dapat mencapai derajat takwa. Karena khilafah akan memfasilitasi setiap keinginan kaum muslim untuk melejitkan ibadahnya pada bulan mulia ini.

Bahkan, Khilafah akan menjadi pelopor dan contoh dalam menaati Allah dan Rasul-Nya di setiap kebijakan publik yang dikeluarkan negara. Khilafah akan mempersiapkan warga remajanya untuk menjadi generasi penerus yang terbaik. Generasi yang gemar beribadah dan hatinya terpaut dengan masjid. Dan dengan diraihnya derajat takwa, maka hari-hari remaja setelah Ramadan berlalu adalah penuh dengan ketaatan dan keberkahan. [MNews/Rgl]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *