[Resensi Buku Kisah-Kisah Kesabaran para Ulama] Potret Bercahaya para Manusia Saleh dalam Mencari Ilmu

[Resensi Buku Kisah-Kisah Kesabaran para Ulama] Potret Bercahaya para Manusia Saleh dalam Mencari Ilmu

Peresensi: Nindira Aryudhani, S.Pi., M.Si.

Judul buku: Kisah-Kisah Kesabaran para Ulama
Penulis: Syekh Abdul Fattah
Penerbit: Zamzam
Cover: Soft cover
Isi: 224 halaman
Berat: 238 gram
Ukuran: 14,7 cm x 20,8 cm

Muslimah News, RESENSI BUKU — Buku ini adalah potret bercahaya tentang kesabaran para ulama dalam mencari ilmu. Jelas, menuntut ilmu membutuhkan kesabaran. Tanpanya, mungkin akan banyak orang yang akan mengalami kegagalan untuk meraup ilmu yang berlimpah. Para ulama dengan kapabilitas keilmuan yang tidak diragukan lagi, telah membuktikan peran kesabaran sebagai elemen penting dalam tholabul ilmi.

Perjalanan mencari ilmu memang tidak selamanya mulus. Terlebih di masa lalu yang fasilitas penunjang belum semodern dan semudah saat ini. Pahit getir berikut segala kondisi yang tidak mengenakkan selalu mewarnai perjalanan para manusia saleh itu dalam menuntut ilmu.

Di antara mereka ada yang harus menempuh perjalanan jauh sebagaimana Jabir bin Abdillah ra. yang rela menempuh perjalanan satu bulan demi mendapatkan satu hadis, atau seperti Masruq bin Al-Ajda’ rahimahullah yang melakukan perjalanan untuk mendapatkan satu huruf. Masyaa Allah.

Ada juga dari mereka yang rela tidurnya tidak teratur bahkan jiwanya seolah enggan bersantai, juga demi mencari ilmu. Kita bisa melihat Imam Bukhari yang sering terjaga dari tidurnya untuk mencatat ilmu kemudian beliau mematikan lampu dan tidur kembali, tetapi kemudian bangun lagi untuk melakukan hal yang sama; sampai hal itu terjadi kurang lebih 20 kali. Kita juga bisa membaca kisah Ibnu Abbas ra. yang sering tidur di depan pintu rumah pemilik/penghafal hadis, padahal beliau sendiri adalah sang hibrul ummah (tinta umat), seorang sahabat yang mulia, bahkan salah satu sepupu Rasulullah saw..

Buku ini juga menyajikan para ulama yang begitu sabar menghadapi kerasnya hidup dan pedihnya kemiskinan, sementara itu di sisi lain mereka memiliki motivasi dan tanggung jawab besar untuk menuntut ilmu. Sungguh, hati mereka yang sarat dengan iman kepada Allah, senantiasa berharap pahala, dan rida atas apa yang ada di sisi-Nya. Tidak heran, setiap kesulitan dan dan kesusahan bagi mereka terasa ringan demi mendapatkan rida-Nya. Di sini kita akan mendapati kisah Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah yang kehabisan bekal saat perjalanan ke Yaman untuk menemui Abdurrazaq. Imam Ahmad sampai harus membuat tali kolor kemudian menjualnya untuk beliau gunakan berbuka puasa. Kisah serupa pernah juga dialami Imam Ath-Thabari hingga beliau harus menjual lengan bajunya.

Pada bagian terakhir, buku ini mengisahkan para ulama yang kehilangan kitab dan kadang terpaksa menjualnya, padahal kitab ibarat ruh bagi para pencari ilmu. Bagi mereka, kitab adalah kenikmatan hidup, bahkan keberadaan kitabnya menjadi barometer bagi kekuatan hadis yang diriwayatkannya.

Sungguh, buku ini membuat kita berdecak kagum menyimak rangkaian kisah kesabaran para ulama. Kita akan tersadar bahwa sebuah kemuliaan tidak akan bisa tergenggam dengan hidup bersantai-santai dan meninggalkan kerja keras, tidak terkecuali dalam meraih ilmu. Kesabaran tanpa batas harus disiapkan agar melalui kesabaran itu Allah Taala merahmati dengan memahamkan kita tentang ilmu-ilmu Islam.

Allah Taala berfirman, “Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.” (QS Luqman [31]: 31). Wallahualam bissawab. [MNews]

Share

One thought on “[Resensi Buku Kisah-Kisah Kesabaran para Ulama] Potret Bercahaya para Manusia Saleh dalam Mencari Ilmu”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *