[Fikrul Islam] Tentang Tujuh Huruf (al-Huruf as-Sab’ah)

[Fikrul Islam] Tentang Tujuh Huruf (al-Huruf as-Sab’ah)

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Muslimah News, FIKRUL ISLAM – Tujuh huruf (al-huruf as-sab’ah) berbeda dengan qiraah tujuh (al-qira`at as-sab’ah). Rasulullah saw. bersabda,

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ أَنْزَلَ عَلَى سَبْعَةٍ أَحْرَفَ، فَاقْرَؤُوْا تَيَسَّرُ مِنْهُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini diturunkan dalam tujuh huruf, maka bacalah apa yang kalian anggap mudah.” (Sahih Al-Bukhari, VI/185)

Tujuh huruf (al-huruf al-sab’ah) berasal dari perbedaan suku (kabilah) dalam hal fat-hah dan imalah (bacaan miring (e), penerj.). Misalnya kalimat wa hal ataaka hadiitsu muusaa (QS Thaha [20]: 9). Ada yang membaca dengan meng-imaalah-kan alif dalam kata ataaka hingga menjadi ateka. Juga peng-imaalah-an kata muusaa hingga menjadi muuse.

Munculnya tujuh huruf ini juga disebabkan perbedaan dalam melafazkan huruf hamzah, apakah meringankannya (tashiil) hingga al mu-min dibaca al muumin tanpa adanya hamzah. Juga disebabkan perbedaan dalam hal pen-tafkhiim-an (tebal), pen-tarqiiq– an (tipis), dan peng-isymaam-an (penyengau-an, ‘au’) pada sebagian huruf.

Perbedaan tersebut (tujuh huruf) disebabkan oleh perbedaan lahjaat (dialek) pada masing-masing suku yang ada di Arab, serta perbedaan mereka dalam gaya bertutur. Akan tetapi, seluruh dialek orang Arab tersebut terkumpul semuanya di dalam bahasa Quraisy yang Al-Qur’an diturunkan dengan bahasa tersebut (Quraisy). Kodifikasi Al-Qur’an (rasm al-Qur’an), yakni khathth Al-Qur’an, telah mengakomodasi setiap lahjaat ini.

Misalnya kata ataaka (اتاك) pada ayat disebut sebelumnya, di dalam  Al-Qur’an (mushaf ‘Utsmani) ditulis (اتك).Penulisan semacam ini telah mencakup qiraat al-imaalah atau qiraat al-fath.

Tujuh huruf ini hadir dengan lahjaat (dialek) yang beragam; dan juga hadir dalam bentuk rasm (bentuk penulisan) Al-Qur’an yang berbeda-beda. Semua itu ditujukan untuk meringankan dan mempermudah umat Islam. Hikmah seperti ini disebutkan dengan sangat jelas dalam hadis, “…maka bacalah apa yang paling mudah darinya”, yakni apa yang mudah di antara tujuh huruf tersebut (tujuh dialek Arab) menurut lisan kalian, yaitu dialek dari ketujuh suku yang ada.

Menurut sumber-sumber yang ada, tujuh huruf tersebut adalah dialek dari kabilah Quraisy, Hudzail, Tamiim, Azad, Rabii’ah, Sa’ad bin Abi Bakar, Kinanah, dan Qabas. [MNews/Rgl]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam

Foto sampul: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *