Muslimah News, NAFSIYAH — Salah satu syarat dicintai dan dikuatkan para malaikat ialah dengan mendapatkan cinta Allah Swt. Mendapatkan doa dari malaikat itu luar biasa. Rida malaikat bersama ridanya Allah, bencinya mereka karena murkanya Allah. Jika Allah menyukai seorang hamba karena amalannya, malaikat pun turut menyukainya.
Rasul saw. bersabda, “Ketika Allah mencintai hamba-Nya, Allah memanggil Malaikat Jibril, (Allah berkata pada Malaikat), ‘Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka cintailah ia.’ Jibril pun mencintai hamba itu. Malaikat Jibril memanggil para penghuni langit. (Jibril berkata), ‘Sesungguhnya Allah mencintai si polan, maka aku mencintainya.’ Penghuni langit pun mencintai hamba itu. Kemudian diterima hamba itu di bumi.” (HR Bukhari)
Dari hadis ini kita mengetahui bahwa salah satu tugas malaikat ialah mencintai seseorang yang telah dicintai-Nya. Sebagaimana firman Allah Taala, “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan.'” (QS Fussilat: 30)
Jika malaikat telah jatuh cinta pada seorang hamba, para malaikat turun berkali-kali untuk menguatkan hati orang yang mereka ridai dan cintai.
Masyaallah. Kita saja ketika hati dikuatkan oleh motivator dan orang yang pandai menyampaikan teori, bertambah keimanan dan berubah paradigma kita, apalagi jika malaikat yang menguatkan kita, tentu kekuatannya lebih dahsyat. Inilah sebab ujian berat bagi seorang hamba yang saleh dihadapi dengan tenang karena para malaikatlah yang menguatkan mereka.
Mengapa kita saat melakukan kebaikan sering sulit bisa istikamah? Bisa jadi karena kita belum mendapatkan kekuatan tambahan dari malaikat. Memang benar bahwa ujian orang yang beriman adalah berat. Namun, pertolongan Allah lebih besar dari ujian yang didapat, salah satu pertolongan-Nya ialah dengan diturunkan para malaikat untuk mereka.
Orang yang ditemani malaikat karena amal salehnya adalah orang yang beruntung. Ada beberapa sikap malaikat kepada orang-orang yang dicintai Allah Taalah.
Pertama, para malaikat membela orang-orang beriman. Hadis riwayat Abu Hurairah menjelaskan, ada seorang lelaki menghina Abu Bakar, dan Nabi saw. duduk, terheran, juga tersenyum. Abu Bakar membalas perkataan lelaki itu. Akan tetapi, Nabi marah dan berdiri (pergi). Abu Bakar pun mengikuti Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah, orang itu menghinaku dan engkau (hanya) duduk. Ketika aku membantahnya, engkau berdiri (pergi) dan marah. Rasul berkata, ‘Sesungguhnya ada malaikat bersamamu yang akan membantahnya untukmu. Ketika kamu membantah sebagian celaannya, setan datang (hadir). Saya tidak akan pernah mau duduk bersama setan.'” (HR Ahmad)
—
Kedua, malaikat mendoakan orang-orang yang beriman. Firman Allah Taala, “Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS Al-Ahzab: 43)
Dalam sejumlah riwayat dijelaskan bahwa para malaikat berdoa bagi orang-orang yang mengharapkan ampunan Allah. Rasul bahkan menjelaskan tentang amalan-amalan yang dapat membuat malaikat berdoa bagi seorang hamba. Di antaranya adalah orang yang mencari ilmu, mengajari orang, orang yang menanti masuknya waktu salat, berada di saf pertama, sahur, berpuasa, menjenguk orang sakit, dan berselawat kepada Nabi saw.. Masyaallah.
—
Ketiga, malaikat beristigfar dan mendoakan orang-orang yang beriman. Allah Taala berfirman, “(Malaikat-Malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, rahmat, dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.[7] Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam Surga ‘And yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.[8] Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.[9]” (QS Ghafir 7—9)
—
Keempat, malaikat bersaksi bagi orang-orang yang berada di majelis ilmu dan zikir serta menaungi dengan sayapnya. Dari Abu Hurairah Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai para Malaikat yang selalu berkeliling di jalan-jalan, dan mencari-cari majelis zikir, jika mereka mendapati suatu kaum yang berzikir kepada Allah mereka memanggil teman-temannya seraya berkata, ‘Kemarilah terhadap apa yang kalian cari.’” (HR Bukhari)
—
Kelima, malaikat menjaga dan menjadi saksi (amal) manusia. “Allah memiliki para malaikat yang bergantian di antara kalian, malaikat pada malam hari dan malaikat pada siang hari, mereka berkumpul ketika salat Fajar dan salat Asar, lantas malaikat yang bermalam naik dan Tuhan mereka menanyai mereka—sekalipun Dia paling tahu terhadap mereka—bagaimana kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?’ Jawab mereka, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan salat dan kami datangi mereka juga dalam keadaan salat.’” (HR Bukhari)
—
Keenam, malaikat turun ketika seorang mukmin membaca Al-Qur’an. Pada suatu malam, Usaid bin Hudhair tengah membaca Al-Qur’an di tempat penambatan kudanya. Tiba-tiba kudanya meloncat, ia membaca lagi, dan kuda itu pun meloncat lagi. Kemudian dia membaca lagi, dan kuda itu meloncat kembali. Usaid berkata, “Saya khawatir kuda itu akan menginjak Yahya, maka aku pun berdiri ke arahnya. Ternyata (aku melihat) sepertinya ada zhullah (sesuatu yang menaungi) di atas kepalaku, di dalamnya terdapat cahaya yang menjulang ke angkasa hingga aku tidak lagi melihatnya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dan dijelaskan pula bahwa Usaid kemudian menemui Rasul. Rasulullah kemudian menyuruh Usaid membaca Al-Qur’an lagi. Kuda itu pun kembali meloncat. Ia kemudian melihat seperti zhullah sesuatu yang menaungi yang di dalamnya terdapat cahaya yang naik ke atas angkasa hingga ia tidak lagi melihatnya.
Rasul saw. berkata, “Itu adalah malaikat yang sedang menyimak bacaanmu. Sekiranya kamu terus membaca, niscaya pada pagi harinya manusia akan melihatnya dan malaikat itu tidak bisa menutup diri dari pandangan mereka.”
—
Ketujuh, para malaikat menyampaikan selawat dan salam kita atas Nabi. Nabi saw. bersabda, “Allah memiliki Malaikat yang berkeliling di bumi menyampaikan salam dari umatku.”
—
Terakhir, kedelapan, malaikat menyaksikan pemakaman orang saleh dan menaungi orang syahid dengan sayapnya. Dalam HR Nasai dijelaskan bahwa 70 ribu malaikat menyaksikan pemakaman orang saleh. Dalam HR Bukhari, dari sahabat Jabir, menceritakan ketika ayahnya syahid, Rasulullah mengatakan kepadanya bahwa malaikat masih menaungi ayahnya dengan sayap mereka sampai dibangkitkan. Masyaallah.
—
Semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang beriman hingga mendapatkan cinta-Nya dan malaikat juga mencintai kita. Cintanya malaikat pada hamba-Nya adalah dengan mendoakan serta mengamini segala pinta kita pada-Nya.
Bayangkan, yang mendoakan serta mengamini ialah ciptaan Allah yang tanpa pernah berbuat dosa, tentu mustajab.
—
Oleh karenanya, menuju akhir Ramadan ini, kita sebaiknya memperbanyak doa, salah satunya mendoakan saudara-saudara kita yang masih terus terjajah dan tertindas di bumi Palestina, Suriah, Afganistan, Muslim Rohingya, dan wilayah lain.
Makin banyak kita mendoakan untuk kebaikan saudara kita di tempat jauh tanpa mereka ketahui, malaikat terus mengamini doa-doa tersebut dan kebaikan juga kembali pada kita. Masyaallah, wallahualam bissawab. [MNews/Rndy]
