[Ramadan Sedunia] Ramadan di Spanyol, Bumi Andalusia

[Ramadan Sedunia] Ramadan di Spanyol, Bumi Andalusia

Muslimah News, RAMADAN SEDUNIA — Pada Ramadan, umat Islam Spanyol berkumpul di masjid-masjid untuk berbuka puasa, salat, berzikir, dan agenda lain, seperti kelas Bahasa Arab, kelas budaya Islam, dan diskusi mengenai Al-Qur’an dan hadis. Berkah Ramadan kian terasa karena banyak warga yang membagikan makanan kepada jemaah masjid. 

Selama Ramadan, masjid-masjid di Spanyol penuh oleh jemaah. Di Masjid Madrid saja, jumlah jemaah mencapai 9.000 orang tiap harinya. Meski menjadi minoritas, muslim di Spanyol memiliki jadwal khusus pada Ramadan. Berkat lobi dari komunitas Islam di sana, Pemerintah Spanyol mengizinkan waktu luang setiap Jumat dari pukul 13.00 sampai pukul 16.20 yang dimanfaatkan umat Islam untuk salat Jumat.

Umat Islam yang berpuasa juga diizinkan untuk pulang lebih awal selama Ramadan, yakni satu jam sebelum matahari terbenam.  Nuansa Ramadan lebih semarak di Spanyol bagian selatan daripada bagian utara. Di utara, di kota seperti Madrid atau Barcelona, suasana Ramadan hanya terasa di masjid dan musala. Di sana tidak ada restoran muslim, menu khas Ramadan pun sulit ditemukan, bahkan jarang ada wanita berjilbab.

Muslim di Catalonia masih kesulitan untuk mengikuti tarawih dan tausiah. Jumlah masjid dan musala sangat minim. Sehingga suasana Ramadan pun tak tampak. Sebenarnya muslim Catalonia sudah lama ingin membangun masjid secara swadaya. Namun, Pemerintah Spanyol tidak kunjung memberi izin.

Di Spanyol bagian selatan, Ramadan terasa amat meriah. Di Baizin, Granada, suasana selama Ramadan mirip dengan Damaskus, Suriah atau Casablanca, Maroko. Di pinggir-pinggir jalan, aneka kue Ramadan, kaset keagamaan, dan buku-buku keislaman dapat ditemui dengan mudah. Mayoritas perempuan di sana berjilbab, dan bahkan bercadar.

Mawa’id Ar-Rahman (jamuan makan iftar gratis di jalan) juga berlimpah.  Takjil di masjid pun banyak tersedia. Misalnya, masjid bernama Mezquita Mayor de Granada ‘Masjid Agung Granada’ menyajikan kurma dan sup Harira Maroko untuk berbuka puasa. 

Dulu, Spanyol merupakan jalan utama masuknya peradaban Islam ke Eropa. Islam pertama kali masuk ke Spanyol di zaman khalifah Al-Walid (705—715 M) dari Bani Umayyah Pada tahun 711 M, Thariq ibn Ziyad, menyeberangi Spanyol beserta 12 ribu tentaranya. Mereka mendarat di Gibraltar, tempat ini juga disebut Jabal Tariq atau Gunung Tariq, sebagai bentuk penghormatan pada dirinya.

Dalam waktu tiga tahun, Nushair menaklukkan seluruh wilayah pegunungan di bagian utara. Setelah berjaya selama beberapa masa dan mewujudkan kemajuan, kekuasaan Islam dikalahkan oleh kerajaan Kristen.

Granada menjadi benteng terakhir umat Islam.  Kaum muslim dipaksa masuk Kristen, yang menolak akan dibunuh dengan kejam. Bumi Andalusia pun banjir darah umat Islam. Banyak muslim yang terpaksa mengaku Kristen demi menyelamatkan nyawa, tetapi secara diam-diam mereka bertahan dengan keyakinan Islam.

Setelah 1525 M, seluruh penduduk Spanyol secara resmi sudah memeluk agama Kristen. Namun, perpindahan agama yang sifatnya memaksa ini melahirkan peleburan yang tidak menyeluruh di kalangan masyarakat Spanyol. Lambat laun, sebagian dari orang yang dipaksa tersebut kembali masuk Islam.

Kisah pilu Bumi Andalusia ini merupakan bagian dari sejarah umat Islam. Butuh persatuan di dalam diri umat agar menjadi kuat dan tidak ditindas lagi oleh musuh-musuh Islam. [MNews/Rgl]

Sumber foto: iStock

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *