[Fikrul Islam] Persenjataan Tentara dan Pabrik Senjata dalam Sistem Islam

[Fikrul Islam] Persenjataan Tentara dan Pabrik Senjata dalam Sistem Islam

Penulis: Muhammad Husain Abdullah

Muslimah News, FIKRUL ISLAM — Persenjataan tentara dalam sistem Islam meliputi:

1. Prajurit infanteri. Senjata mereka adalah tombak, pedang, dan perisai.

2. Pemanah. Senjata mereka adalah busur dan anak panah. Dan bagi mereka disertakan orang-orang yang membawa minyak tanah dan barang-barang yang bisa terbakar yang bisa mereka padukan dengan anak panah tatkala mereka memanah musuh.

3. Kavaleri/pasukan berkuda (fursan). Senjata mereka adalah kuda dan mereka mengenakan topi baja dan perisai, di samping memanggul tombak dan pedang.

4. Pelontar batu (manjaniq), yakni alat yang digunakan untuk melontar batu atau benda-benda terbakar lainnya untuk membakar pagar dan tembok-tembok musuh. Hal ini dilakukan guna merobohkannya dan menimpakan kerugian di kalangan musuh.

5. Tank (dabbabah), yakni sebuah “menara” bergerak (burjun mutaharrik) yang terdiri dari beberapa tingkat. Setiap tingkat memuat beberapa orang yang ditempatkan di sisi dinding. Tingkat pertama menggunakan al fu-fus (semacam kapak) dan cangkul (al-ma’awil) untuk melubangi dinding (benteng musuh, penerj.). Sedangkan orang-orang yang di atas mereka bertugas untuk memanah musuh dengan panah api.

6. Armada (al-usthul). Yang pertama kali dibangun oleh Mu’awiyyah bin Abi Sufyan pada masa Khalifah Utsman bin Affan adalah pabrik kapal di Syam. Kemudian ia memperluas armada ini hingga ia bergabung di dalam perang pada tahun 99 H/800 M di atas kapal.

Pabrik Senjata

Pada awal pembentukan negara (zaman Rasulullah ﷺ-penerj.), umat Islam belum memiliki persenjataan selain hanya busur, tombak, pedang, baju besi, dan lain-lain. Namun setelah ada tentara, mereka mengambil berbagai jenis senjata dari bangsa- bangsa lain.

Dan akhirnya berdirilah pabrik senjata di dalam Negara Islam, seperti tank baja dan meriam. Rasulullah ﷺ pernah mengutus dua orang sahabat ke Jarsyul Yaman untuk mempelajari pabrik senjata. Puncak dari semua ini adalah masa Utsmaniyah yang menguasai pembuatan meriam besar yang bisa bergerak tanpa perlu ditarik oleh kuda-kuda, dan armada laut untuk pelayaran di laut.[MNews/Rgl]

Sumber: Muhammad Husain Abdullah, Studi Dasar-Dasar Pemikiran Islam

Sumber foto: Rizqankareem

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *