[Nafsiyah] Ayat yang Menjadi Saksi Darah Sayidina Utsman bin Affan

[Nafsiyah] Ayat yang Menjadi Saksi Darah Sayidina Utsman bin Affan

Penulis: K.H. Hafidz Abdurrahman

Muslimah News, NAFSIYAH — Al-Qur’an adalah satu-satunya mukjizat Nabi yang bisa menghidupkan manusia. Yang lain bisa menjadikan batu menjadi unta, menghidupkan orang mati, membelah laut, menjadikan tongkat menjadi ular, maka Al-Qur’an bisa “menghidupkan” orang yang mati menjadi hidup. Bisa mengubah hidup manusia.

Inilah dakwah Nabi. Nabi tidak hanya dimusuhi oleh orang kafir, musyrik, dan ahli kitab, tetapi juga orang munafik. Mereka beberapa terlibat dalam persekongkolan jahat untuk memusnahkan Islam, negara, dan umatnya. Semua itu diceritakan di dalam Al-Qur’an.

Contohnya ayat ini:

فَإِنۡ ءَامَنُوا۟ بِمِثۡلِ مَاۤ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهۡتَدَوا۟ۖ وَّإِن تَوَلَّوۡا۟ فَإِنَّمَا هُمۡ فِی شِقَاقࣲۖ فَسَیَكۡفِیكَهُمُ ٱللَّهُۚ وَهُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ

“Maka jika mereka telah beriman sebagaimana yang kamu imani, sungguh, mereka telah mendapat petunjuk. Akan tetapi, jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (denganmu), maka Allah akan mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 137)

Menjelaskan ayat ini, Al-Qurthubi menyatakan, pertama, jika mereka mengimani yang kamu imani atau level imannya sama dengan level imanmu, mereka mendapat petunjuk. Artinya, mereka tidak akan memusuhimu. Akan tetapi, jika mereka tidak mengimani yang kamu imani atau levelnya beda dan berpaling, mereka pasti memusuhi (kamu).

Allah kemudian memberi solusi, kalau sudah begitu, bagaimana? “Fa sayakfikahumullah,” Allah akan mencukupkan engkau (Muhammad) terhadap mereka (dengan pertolongan-Nya). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tidak hanya Nabi ketika berdakwah dan memimpin negara mengalami situasi ini karena seperti kata Al-Qurthubi, ayat ini juga berlaku untuk umatnya. Bahkan, ayat ini telah menjadi saksi darah Utsman yang menetes di mushaf yang dibacanya, saat ditikam orang-orang yang memusuhinya. Kata Al-Qurthubi, persis seperti yang diberitahukan Nabi kepadanya.

Jadi, kalau permusuhan itu terjadi karena beda iman atau beda level imannya, seperti permusuhan orang munafik terhadap orang mukmin, serahkan pada-Nya. Wallahualam. [MNews/Nsy]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *