[Nafsiyah] Nafsu seperti Partner Bisnis yang Khianat

[Nafsiyah] Nafsu seperti Partner Bisnis yang Khianat

“Nafsu itu seperti partner bisnis (syarik) yang berpotensi khianat. Jika kamu tidak memusnahkannya, ia pasti akan membawa lari hartamu.”

Penulis: K.H. Hafidz Abdurrahman, M.A.


Muslimah News, NAFSIYAH — Nasihat al-‘Allamah al-Hafidz Ibn al-Qayyim al-Jauziyah tentang nafsu manusia,

‏النَفسُ كالشَّريك الخَوَّان ؛ إن لم تُحَاسِبهُ ذهبَ بمالِك! — إغاثة اللهفان من مصايد الشيطان، لابن القيم الجوزية ( ص١٣٣)

“Nafsu itu seperti partner bisnis (syarik) yang berpotensi khianat. Jika kamu tidak memusnahkannya, ia pasti akan membawa lari hartamu.” (Ighatsatu al-Lahfan min mashayid asy-syaithan, hlm. 133)

Oleh karena itu, sabar secara fisik (sabar badani), baik karena pilihan maupun terpaksa, lebih mudah ketimbang sabar secara nonfisik (sabar nafsani) yang bersifat pilihan, seperti sabar melawan malas, sabar melawan “entar”, dan menunda melakukan amal saleh, sabar melakukan ketaatan, dan sabar meninggalkan maksiat.

Semua itu membutuhkan kerja keras sampai menjadi kebiasaan. Sabar seperti ini adalah sabar melawan ajakan hawa nafsu karena kita cenderung mengikuti saja apa yang diinginkan hawa nafsu.

Di sinilah, nafsu harus dikendalikan, dimuhasabahi, bahkan dilawan. Jika tidak, maka harta kita akan hilang. Bahkan harta yang paling berharga sekalipun bisa melayang, yaitu iman dan kesempatan beramal saleh. [MNews/Nsy]

Sumber: https://t.me/KhadimSyarafulHaramain/512

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *