Al-qadriyatu al-ghaibiyah adalah sikap berserah diri kepada kadar dan mengembalikan segala sesuatu yang dihadapi manusia dalam kehidupan ini kepada ketentuan yang bersifat gaib, serta bahwasanya perbuatan manusia itu tidak mempunyai pengaruh apa-apa. Ide ini masih terus mendominasi pemikiran dan tingkah laku kaum muslim.
Tag: qada dan kadar
[Fikrul Islam] Revisi atas Kesalahan Pemahaman tentang Kadar (Bagian 2/2)
Keyakinan pada kadar bahwa Allah Mahatahu apa pun yang telah, sedang, dan akan terjadi, pada waktu yang sama, siapa pun tidak ada yang mengetahui apa yang akan terjadi terhadap dirinya dan usahanya, maka keyakinan ini justru akan mendorong dan membakar semangatnya untuk terus menerus berusaha tanpa dibayangi perasaan takut gagal, putus asa, dan frustrasi.
[Fikrul Islam] Revisi atas Kesalahan Pemahaman tentang Kadar (Bagian 1/2)
Lafaz “qadar” merupakan lafaz musytarak yang mempunyai berbagai makna. Antara lain ketentuan (takdir), ilmu, mengatur (tadbir), waktu, menyiapkan (tahyi’ah), menciptakan keistimewaan pada benda (khashiyat asy-asyya’).
[Fikrul Islam] Kesalahan Pemahaman Jabariah dan Ahlusunah (tentang Qada dan Kadar)
Setelah muktazilah, muncul kelompok jabariah yang mempunyai pandangan kontradiktif dengan muktazilah. Setelah itu, muncul kelompok ahlusunah waljamaah yang mempertahankan kedudukannya agar tidak terseret pada dua kutub ekstrem muktazilah maupun jabariah.
