[Tafsir Al-Qur’an] Berita tentang Jin, Tafsir QS Al-Jin [72]: 2—3 (Bagian 3/5)

Ayat yang dibahas ini merupakan teguran dan celaan bagi yang kafir dari kalangan manusia. Sebabnya, jin saja bisa beriman dengan hanya mendengarkan Al-Qur’an satu kali. Sebaliknya, manusia-manusia yang kafir tidak dapat mengambil manfaat darinya.

Selengkapnya

Share

[Tafsir Al-Qur’an] Orang yang Beruntung (Tafsir QS Al-A’la [87]: 14—19)

Rasulullah saw. mengumpamakan kehidupan dunia dibandingkan dengan akhirat seperti jari telunjuk yang dicelupkan di laut, maka maka air yang melekat di jari itulah kenikmatan dunia. Oleh karena itu, orang yang beruntung adalah orang yang lebih memilih dan mengutamakan akhirat.

Selengkapnya

Share

Membiarkan Kemungkaran, Mengundang Siksaan (Tafsir QS Al-Anfal [8]: 25)

Fitnah, kerusakan, atau azab yang terjadi akibat perbuatan maksiat, tidak hanya menimpa pelakunya, tetapi juga orang lain yang tidak terlibat langsung. Agar hal itu tidak terjadi, setiap kemungkaran harus dicegah dengan melaksanakan amar makruf nahi mungkar.

Selengkapnya

Share

[Tafsir Al-Qur’an] Terikat Syariat, Menuai Maslahat (Tafsir QS Al-Anfal [8]: 24)

“Di mana ada syariat, di situ pasti ada maslahat.” Kaidah ini harus diyakini setiap mukmin, sekalipun akalnya tidak selalu dapat menjangkau fakta maslahat yang terkandung dalam syariat itu. Dengan keyakinan tersebut, seorang mukmin akan lebih lapang menerima ketetapan syariat.

Selengkapnya

Share

[Tafsir Al-Qur’an] “Kalimat Sawa’” Bukan Justifikasi untuk Dialog Antaragama (Tafsir Surah Ali Imran (3) Ayat 63)

Ayat yang dibahas ini sering dijadikan argumentasi oleh kalangan tertentu yang berusaha menjustifikasi dialog antaragama dengan asumsi bahwa ketiga agama—Islam, Kristen, dan Yahudi—mempunyai persamaan, yakni sama-sama agama samawi. Faktanya, tidak ada satu kata atau frasa pun yang bisa dijadikan argumentasi gagasan tersebut.

Selengkapnya

Share

Keistimewaan Al-Qur’an (Tafsir QS ‘Abasa [80]: 11—16)

Di antara keistimewaan Al-Qur’an adalah sifatnya yang mudah diingat dan dihafal, bukan hanya sebagian, bahkan semuanya. Keistimewaan lainnya adalah tertulis dalam lembaran-lembaran yang dimuliakan di sisi Allah Taala. Oleh karena itu, isinya pasti benar dan adil. Selain itu, disucikan, yakni terbebas dari semua kesalahan, pengurangan, penambahan, dan perubahan.

Selengkapnya

Share