Negara Islam adalah negara manusiawi. Para penguasanya bukanlah para nabi dan tidak pula maksum. Sebaliknya, mereka adalah manusia yang bisa saja mereka itu salah dan benar. Sebabnya, maksum itu tidak dimiliki oleh para ulama, penguasa, atau rakyat.
Kategori: Syarah Hadis
[Syarah Hadis] Ma’al Hadits al-Syarif: Melawan Nafsu dan Tetapnya Amal
Amal apakah yang akan tetap bersama kita, setelah keluarga dan harta pergi meninggalkan kita? Tidak diragukan lagi bahwa Islam dan hukum-hukumnya yang diamalkan itulah yang akan tetap membersamai kita. Namun, yang terbaik dari amal tersebut adalah amal yang mengantarkan pada penerapan hukum-hukum Allah Taala.
[Syarah Hadis] Kesatuan Khilafah
Hadis yang dibahas ini menegaskan bahwa sistem pemerintahan Islam, yakni Khilafah, adalah sistem kesatuan. Sistem yang lain—baik federasi, konfederasi, maupun persemakmuran—adalah haram.
[Syarah Hadis] Memberi Hadiah, Menyuburkan Mahabah
Memberi hadiah itu lebih diutamakan untuk dilakukan. Itu menunjukkan bahwa saling memberi hadiah hukumnya sunah. Dalam beberapa riwayat, Rasul sangat mendorong agar kaum muslim saling memberi hadiah, bahkan meski hadiah itu secara materi nilainya kecil.
[Syarah Hadis] Memahami Istilah Tawakal dan Rezeki
Rezeki itu telah dibagi untuk tiap hamba, baik itu orang yang baik (birrun) atau jahat (fâjirun), mukmin ataupun kafir. Rezeki hamba itu tetap datang dan tetap Allah berikan ketika hamba itu memintanya, baik dengan cara halal maupun haram. Namun, orang yang bertawakal kepada Allah tidak akan mencederai tawakalnya dengan meminta rezeki secara haram.
[Syarah Hadis] Janji Allah, Khilafah Akan Segera Tegak Kembali
Hadis yang dibahas ini memberitahukan lima periode perjalanan kaum muslim sejak masa kenabian. Periode pertama adalah periode kenabian. Periode kedua adalah periode Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian. Periode ketiga adalah periode pemerintahan dan kekuasaan yang zalim. Selanjutnya adalah periode pemerintahan dan kekuasaan diktator. Periode terakhir adalah periode kembalinya Khilafah yang mengikuti minhaj kenabian.
[Syarah Hadis] Akidah Islam, Asas Pemerintahan dan Ketaatan
Hadis yang dibahas ini menegaskan bahwa imam/khalifah dan ululamri di bawahnya wajib ditaati selama bukan dalam hal kemaksiatan. Jika ia zalim, fasik, atau menyalahi syariat yang tidak sampai batas kufur, ia tetap harus ditaati dalam apa yang sesuai syariat saja. #SyarahHadis
[Syarah Hadis] Pemimpin Penipu Rakyat Haram Masuk Surga
Hadis yang dibahas ini merupakan penjelasan dan ancaman keras terhadap para pemimpin keji. Jadi siapa yang menelantarkan orang-orang yang urusan mereka Allah percayakan kepada dia atau dia mengkhianati mereka atau menzalimi mereka, maka kepada dia diarahkan tuntutan atas kezaliman-kezaliman terhadap hamba pada hari kiamat kelak.
[Syarah Hadis] Politik dan Kepemimpinan
Rasulullah saw. sudah menentukan bahwa pengganti beliau yang menjalankan peran politik terhadap umat adalah khalifah. Artinya Nabi juga sudah menentukan sistem politik kaum muslim sesudah beliau adalah sistem Khilafah.
[Syarah Hadis] Mendudukkan Pemahaman Hadis tentang Nasib Entitas Yahudi Akhir Zaman
Membebaskan Palestina membutuhkan aksi nyata sebuah negara, yakni dengan mengirim tentara dan senjata. Namun, hal ini tidak akan mungkin bisa dilakukan tanpa adanya persatuan kaum muslim. Persatuan kaum muslim beserta negeri-negeri muslim lainnya tidak lain hanyalah dengan Daulah Khilafah.
[Syarah Hadis] Kewajiban Memuliakan Wanita
Hadis yang dibahas ini memerintahkan para suami untuk memperhatikan hak-hak istri; agar para suami senantiasa bersikap lemah lembut kepada istri, mempergauli dan memperlakukan istri dengan makruf. Ketika menasihati, memberi sanksi, dan bahkan jika terpaksa memukul dalam rangka mendidik pun tetap harus dengan cara yang makruf.
[Syarah Hadis] Penguasa yang Baik dan yang Buruk
Imam yang mencintai dan dicintai rakyat, mendoakan dan didoakan oleh rakyat merupakan imam yang paling baik. Sebaliknya, imam yang membenci dan dibenci rakyat, mencaci dan dicaci oleh rakyat, termasuk imam yang paling buruk.
