Penulis: Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri
Muslimah News, NAFSIYAH — Saudaraku, kita memasuki malam puncak dari malam-malam Ramadan. Inilah babak final! Prime time yang harus kita manfaatkan! Persiapkan diri Anda! Ini adalah kelas akselerasi!
10 hari terakhir, di antara malam-malam tersebut ada satu malam yang kita berkesempatan (jika berhasil) meraih pahala seperti beribadah selama 1.000 bulan. Dalam firman Allah disebutkan, “Lailatulqadar itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS Al-Qadar: 3)
Untuk malam spesial ini, bukan saja pahala berlipat yang akan kita dapatkan, tetapi juga ampunan, ya, ampunan dari dosa-dosa kita.
Sabda Nabi ﷺ yang sangat terkenal, “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatulqadar karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari)
Dengan demikian, tidak heran jika Aisyah ra. bertutur, “Nabi ﷺ bersungguh-sungguh dalam beribadah dengan kesungguhan yang tidak pernah terlihat di waktu-waktu yang lain.” (HR Muslim)
Renungkanlah…
Jika sosok sekaliber Nabi ﷺ yang akan membuka pintu surga pertama kali di hari kiamat masih mencari malam tersebut, lalu bagaimana dengan kita?
Jika Kekasih Allah dan seseorang yang telah diampuni seluruh kekhilafannya masih mencari malam Lailatulqadar, lalu apakah kita pantas santai-santai saja?
Jika Seorang Nabi terbaik bangun untuk menghidupkan malam-malamnya, lalu kita membaca doa tidur?
Jika Rasul ﷺ sibuk membaca Al-Qur’an, lalu orang seperti kita sibuk nongkrong di luar? Lalu kita meremehkan? Sibuk menonton TV acara yang tidak bermanfaat?
Saudaraku, ini 10 hari terakhir, jangan lengah! Maksimalkanlah! Usir rasa kantuk itu! Ingatlah, inilah babak final bulan suci. Ingatlah, kekalahan yang paling menyakitkan adalah kekalahan di sebuah partai final.
Semoga Allah memberikan taufik untuk kita semua. Selamat berjuang! Bismillah! [MNews/Gz]

Aamiin, semoga kita diberikan kesempatan untuk mendapatkan nya