[Nafais Tsamarat] Kebahagiaan

[Nafais Tsamarat] Kebahagiaan

Muslimah News, NAFAIS TSAMARAT — Rasulullah saw. bersabda, “Yang namanya kaya (ghina), bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya ghina adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR Bukhari dan Muslim).

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah sering mengatakan berulang kali pada Ibnul Qoyyim, “Apa yang dilakukan oleh musuh-musuhku terhadapku? Sesungguhnya keindahan surga dan tamannya ada di hatiku.”

Begitu pula tatkala Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah berada di dalam penjara yang di dalamnya penuh dengan kesulitan, tetapi beliau masih mengatakan, “Seandainya benteng ini dipenuhi dengan emas, tidak ada yang bisa menandingi kenikmatanku berada di sini.”

Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah juga pernah mengatakan, “Sebenarnya orang yang dikatakan dipenjara adalah orang yang hatinya tertutup dari mengenal Allah azza wajalla. Sedangkan orang yang ditawan adalah orang yang masih terus menuruti hawa nafsunya (pada kesesatan).”

Bahkan di dalam penjara pun, Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyah masih sering memperbanyak doa agar dapat banyak bersyukur kepada Allah Taala. Ia berdoa, “Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.” (Ya Allah, aku meminta pertolongan agar dapat berzikir, bersyukur, dan beribadah dengan baik kepada-Mu). Pada saat sujud, beliau masih sempat mengucapkan doa ini, padahal beliau sedang dalam belenggu. Namun, itulah kebahagiaan yang beliau rasakan.

Tatkala masuk ke dalam sel penjara hingga berada di balik dinding, beliau mengatakan, “… Lalu diadakan di antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa.” (QS Al Hadid: 13). (Shahih Al–Wabilush Shoyyib, 91—96, Dar Ibnul Jauziy). [MNews/RY-YG]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *