Muslimah News, TOKOH BICARA — Momentum Muharam dinilai para mubaligah sebagai agenda utama untuk mewujudkan kepemimpinan Islam. Mereka berharap umat Islam bersatu menyelesaikan qadhiyah mashiriyah (persoalan yang sangat penting atau menyangkut hidup dan mati), yakni dengan menerapkan Islam secara kafah. Caranya adalah mencontoh Rasulullah ﷺ dalam berdakwah hingga syariat Islam dapat diwujudkan dalam segala aspek kehidupan. Berikut pandangan mereka.
Fokus Memperjuangkan Syariat Islam
Dunia mubaligah adalah dunia dakwah, menyampaikan syariat Islam seharusnya menjadi hidup-matinya perjuangan para mubaligah, tetapi disayangkan hari ini lebih fokus pada permasalahan individual, seperti ibadah dan akhlak. Padahal ada problem mendasar yang merupakan akar dari permasalahan umat.
PR besar kaum muslim hari ini adalah memfokuskan energinya untuk memperjuangkan kembalinya tegaknya hukum Allah Swt. dengan jalan menerapkan syariat dalam institusi Khilafah. Karena itu, mubaligah hendaknya memfokuskan amal dakwah untuk menyelesaikan qadhiyah mashiriyah (persoalan yang menyangkut hidup dan mati), yaitu menegakkan sistem Islam kafah.
—Iffah Ainur Rochmah (Aktivis Dakwah Nasional)—
—
Perubahan Peradaban
Hijrah itu bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi perubahan peradaban. Hijrah dari peradaban jahiliah menuju Islam, yakni ketika bermasyarakat dan bernegara berlandaskan syariat Islam secara kafah. Oleh karena itu, perlu membaca apakah kita hidup dalam naungan Islam? Faktanya tidak sehingga kita dituntut untuk mewujudkan kehidupan Islam sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. Dari tasqif (pembinaan), tafa’ul (interaksi dengan umat), dan istilamul hukmi (penerapan hukum Islam secara total). Inilah yang harus kita contoh dari sosok Rasulullah saw.
—Retno Sukmaningrum (Mubaligah)—
—
Hijrah Menuju Sistem Islam
Tanpa ditegakkannya hukum Allah Swt, permasalahan yang terjadi, baik di negara kita maupun negeri-negeri kaum muslim tidak akan terselesaikan. Kita harus berhijrah dari sistem sekuler kapitalisme menuju ke sistem Islam yang akan menyelesaikan permasalahan di seluruh negeri-negeri muslim. Para mubaligah harus bersama berjuang dalam sebuah jemaah ideologis untuk mewujudkan kepemimpinan ideologi Islam.
—Fatonah (Mubaligah Ngawi)—
—
Islam Kafah Harus Disampaikan
Saat ini syariat Islam belum tegak karena kaum muslim belum paham. Kita harus menyampaikan ke lapisan masyarakat agar hukum Allah tegak di bumi secara rinci dan kafah. Selain itu, Islam harus disampaikan ke tengah umat. Masyarakat harus dididik agar memiliki kepribadian Islam agar pantas menjadi ululamri yang akan memimpin kaum muslim dengan Islam kafah.
—Norima (Mubaligah)—
—
Khilafah Mampu Menyatukan Umat
Kepemimpinan Islam, Khilafah, akan mampu menyatukan umat dalam satu tubuh sebagai izzul Islam wal muslimin. Mubaligah tidak hanya mengajari tentang salat maupun akhlak, tetapi harus memberikan konsep Islam kafah, cara Islam mengatur individu sampai sosial kemasyarakatan dan negara. Selain itu, juga ikut membina umat agar muncul kesadaran umat tentang pentingnya penerapan Islam secara kafah dalam naungan Khilafah.
—Hayyin Thohiro (Mubaligah)—
—
Ululamri yang Wajib Ditaati
Ululamri yang wajib ditaati adalah ululamri yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya diwujudkan dengan penerapan syariat Islam secara kafah oleh ululamri saat memerintah. Ketika ululamri telah menunaikan kewajibannya mengurusi kaum muslim dengan Islam, maka kaum muslim wajib menaati ululamri.
Ketika ululamri memerintahkan kemaksiatan, maka tidak ada kewajiban mendengarkan dan menaati. Batasannya adalah ululamri itu menerapkan syariat Islam atau tidak. Itulah makna ululamri yang sesuai dengan Islam. Ululamri adalah istilah syar’i, jika penguasa hari ini tidak menjalankan syariat Islam kafah maka tidak bisa disebut ululamri. Tugas kita adalah mengoreksi penguasa hari ini agar menerapkan hukum Islam dan mengganti sistem sekuler dengan sistem Islam kafah.
—Kholishoh Dzikri (Mubaligah)—
—
Agenda Utama Mubaligah
Mubaligah adalah bagian dari ulama. Ulama itu pewaris nabi. Nabi tidak mewariskan harta, tetapi Al-Qur’an dan Sunah yang dapat mengatur aspek kehidupan, baik aspek ibadah, fikih, maupun akhlak. Al-Qur’an adalah sumber syariat dalam seluruh persoalan, ekonomi, pergaulan, bahkan politik pemerintahan. Islam juga membahas kepemimpinan dalam Islam.
Jadi, penting bagi umat Islam untuk mempelajari secara kafah. Mubaligah dengan ilmunya menerangi umat dengan cahaya Islam. Penting pula bagi mubaligah menjadikan Muharam sebagai momentum peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad saw., yakni dengan tegaknya kepemimpinan Islam. Oleh karena itu, para mubaligah hendaknya menjadikan dakwah kepemimpinan Islam sebagai agenda utama.
—Nurul Imara (Mubaligah)—
—
Mubaligah Hendaknya Sekuat Karang
Dakwah Islam kafah penuh dengan tantangan karena bertentangan dengan arus mainstream. Para mubaligah ibarat karang harus istikamah dalam menghadapi setiap gelombang tersebut. Hal yang sangat menentukan agar kita sekuat karang adalah memahami yang diperjuangkan. Yang membuat kita kuat adalah terus mendakwahkan syariat bahwa solusi permasalahan umat adalah Islam kafah, syariat, dan Khilafah sehingga umat ikut andil dalam memperjuangkannya.
—Shofa (Mubaligah)—
—
Mubaligah Harus Terus Berdakwah
Belum tegaknya aturan Islam di tengah umat karena tidak yakinnya umat dengan solusi syariat Islam dan belum memahami syariat Islam. Ini menjadi tantangan kita terus berdakwah dan menyampaikan solusi dari semua permasalahan adalah dengan tegaknya hukum Islam di tengah umat.
Para mubaligah harus terus berdakwah dan sabar dalam meyakinkan umat Islam bahwa ini bagian dari perjuangan di muka bumi. Mustahil kita berjuang sendirian. Kita harus bersama-sama mewujudkan tujuan dakwah ini karena menjadi tugas kita semua.
—Sobah (Mubaligah)—
[MNews/IK]
